Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Malu


__ADS_3

"Ar... jemput Anisa sore ini mommy ada acara arisan dengan ibu kompleks" ujar Nur


"Kenapa harus Anisa mom, biasanya juga mommy pakai jasa catering kenapa sekarang harus Anisa"keluh Ardian


"Ar.... mommy butuh Anisa untuk bantu-bantu,bukan masak di sini"jelas Nur


"Tapi kan bisa minta Kiara atau Keyla kenapa harus Anisa mom"


"Ar..... mommy mau Anisa titik" tegas Nur membuat Ardian kesal pada mommy nya ini.


****


"Ayo ikut aku" ajak Ardian pada Anisa


"Lepas!!" bentak Anisa menepis tangan Ardian


"Apa begitu cara mu memperlakukan wanita?"


"Mommy meminta ku menjemput mu"ketus Ardian


"Apa tidak bisa berbicara sopan"


"Huf.... Ardian menghela nafas panjang,ayo ikut aku mommy meminta mu datang ke rumah"ulang Ardian,dia tidak mau berdebat saat ini.


"Aku masih ada kerjaan yang harus di selesaikan" jawab Nisa


"Hey....kau tau siapa pemilik perusahaan ini,jangan membantah!"


"Sombong"


"Apa kata mu?"


"Sombong!!! apa kau tuli? kalau iya sayang sekali ya,tampan tapi tuli"ucap Nisa ketus


Ardian menarik nafas panjang lalu menarik paksa tangan Anisa.


"Lepas.....!!! jangan berbuat semau mu" pekik Nisa kesal tapi tak di hiraukan oleh Ardian dia terus menarik tangan Nisa hingga banyak yang melihat mereka.


"Duduk....diam!" bentak Ardian mendorong Nisa masuk kedalam mobil membuat Nisa menarik nafas kesal, Ardian benar-benar tidak bisa berlaku sopan pada nya,ini sosok calon suami yang di tawarkan oleh atasannya.


****


"Sayang,aku mau yang itu,itu juga" ujar perempuan cantik itu menunjuk beberapa cincin berlian yang terpajang cantik di dalam etalase toko.

__ADS_1


"Boleh,,mbak lihat yang itu" tunjuk Ardian


Pegawai toko mengambil kan dua cincin berlian yang di tunjuk oleh Perempuan cantik itu.


"Gimana cantik?" tanya nya


"Cantik,persis seperti orang nya juga cantik"puji Devan


"Gombal"


"Aku mau yang ini boleh?"


"Boleh,apa yang tidak boleh untuk mu"


"Mbak bungkus yang ini,ini juga"ujar Devan sambil memberikan kartu kredit nya pada pegawai toko


"Apa ada yang lain"tawar Devan tersenyum manis


"Aku mau belanja tas sayang..." rengek wanita cantik ini


"Boleh,, sebentar ya"


"Maaf pak ada kartu lain?" tanya pegawai toko


"Tidak bisa di gunakan pak"


Devan mengeluarkan kartu nya yang lain tapi juga tetap tidak bisa, membuat wajah Devan memerah karena malu


"Tunggu sebentar sayang" ujar Devan melepaskan rangkulannya lalu segera pergi menjauh.


"Ma.... apa-apa ini,ini pasti ulah mama, kembali kan kartu ku ma,jangan membuat ku malu"ujar Devan dengan nada marah pada Vina


"Pulang!"


"Ma,, kembalikan dulu kartu ku,kali ini saja,ini mall ma,aku bisa di kira maling"


"Pulang!" tegas Vina membuat Devan menutup ponselnya, berbicara dengan mama nya bukan solusi yang tepat saat ini karena kekasih nya sedang menunggu


"Hallo.....bro,susul gue di mall xx,, sekarang penting" pinta Devan


Ardian membelokkan mobilnya kearah berlawanan membuat Anisa bingung.


"Kemana?" tanya Anisa

__ADS_1


"Ikut saja,saya tidak akan menculik kamu" jawab Ardian dingin membuat Anisa memanyunkan bibirnya, Ardian benar-benar bukan tipe lelaki yang dia ingin kan terlalu cuek.


Ardian memarkirkan mobilnya


"Ayo turun"


"Kenapa kemari? bukan nya kita harus ke rumah pak Tama,kenapa malah di sini?" tanya Nur


"Jangan bawel,turun atau saya tinggal di sini" ancam Ardian lagi-lagi membuat Nisa tak bisa menjawab


Nisa ikut turun mengikuti langkah kaki Ardian yang berjalan duluan di depan nya,dia tidak perduli saat ini Nisa tengah kesal pada nya.


"Bro......sini" pekik Devan saat melihat sosok Ardian datang


"Kenapa?" tanya Ardian


"Bro...pinjam kartu kredit loe, kartu gue di blokir mama" bisik Devan agar tak terdengar oleh kekasihnya


"Pasti masalah yang sama" jawab Ardian sambil mengeluarkan kartu nya


"Ini yang terakhir Van,gue nggak mau terlibat dalam urusan loe"


"Ntar gue ganti" ucap Devan mengambil cepat kartu Ardian lalu memberikan pada pegawai toko


"Ini pak... terimakasih" ucap Pegawai toko ramah


"Di bayar aja ramah,tapi masam nya minta ampun" oceh Devan sambil menarik kartu dari tangan kasir tersebut dan mengembalikan nya pada Ardian


"Sudah?"


"ini... terimakasih,lain kali kalau kepepet lagi gue pinjem"ucap Devan mengembalikan pada Ardian


"Loe kira baju main pinjem seenaknya"


"Kalau sudah gue pulang" pamit Ardian lalu menarik tangan Nisa dan di perhatikan oleh Devan


Baru kali ini dia melihat sepupunya itu membawa perempuan cantik, biasanya Ardian paling alergi bersentuhan dengan perempuan kecuali Keyla dan Kaira.


"Ar..... Ardian" pekik Devan penasaran tapi Ardian hanya mengangkat tangan saja tanpa memperdulikan Devan,dia tau apa yang ada id otak Devan hanya perempuan-perempuan cantik.


"Kenapa sayang?" tanya kekasih Devan


"Tidak....ayo pulang,besok lagi di lanjut belanja nya ya, tiba-tiba perut ku sakit" alasan Devan lalu menarik kekasih nya ke arah parkiran.

__ADS_1


__ADS_2