Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
acara


__ADS_3

Satria membuka matanya perlahan dan beberapa kali menguap,tak terasa hari sudah sore karena terlalu lelah dia tertidur lelap..


Tak ada lagi Vina di sebelah nya,kemana perginya istri nya itu??


Satria bangkit dan segera mandi,Vina dari tadi berkutat di dapur untuk menyiapkan beberapa masakan.


Satria yang baru keluar dari kamar mandi melihat Vina sedang mengaduk masakan nya.


"Harum....." ujar Satria memeluk tubuh Vina dari belakang


"Masa??? padahal aku belum mandi lo" jawab Vina tersenyum kecil


"Masakan nya bukan kamu" canda Satria membuat Vina memanyunkan bibirnya


"Hahaha...... ekspresi mu membuat ku ingin menarikmu kembali ke ranjang"


"Aku lelah "protes Vina ketus


"Karena aku suami yang baik hati aku berikan kamu waktu beristirahat malam ini tapi tidak untuk besok" ujar Satria mencium pipi Vina sekilas


"Kenapa banyak sekali masak nya sayang,ada tamu?" tanya Satria heran


"Bunda menghubungi ku dia bilang malam ini ada acara kumpul keluarga untuk merayakan kehamilan Bella"


"Kenapa harus masak? bukan nya di sana sudah banyak makanan?"


"Tadi nya aku juga berpikir begitu,tapi aku sudah terlanjur masak untuk makan malam kita, mubazir jika tidak di makan jadi di bawa saja ke sana, hitung-hitungan oleh-oleh untuk mertua"jawab Vina sambil terus mengaduk masakan nya


"Kalau terus begini pasti bunda tambah sayang dengan menantu cantik nya ini" Puji Satria sambil menggigit kecil pipi Vina membuat perempuan cantik tersebut tersentak kaget.

__ADS_1


"Nakal!!!"


"Nakal sama istri sendiri tidak ada salah nya kan" jawab Satria mengerat kan pelukan nya


Satria membalikkan tubuh Vina dan m*l*m*t bibir nya, satu tangan Satria mematikan kompor yang masih menyala lalu meremas b*k*n* Vina yang tak begitu besar,tapi sangat disukai nya.sedangkan tangan Vina melingkar sempurna di leher Satria.


Satria menuntun Vina naik ke meja makan tanpa melepaskan tautan bibir mereka,di rasa kedua nya kekurangan oksigen barulah Satria melepaskan nya membuat Vina menarik nafas panjang.


"Kebiasaan deh,nggak tau tempat" kesal Vina membuat Satria terkekeh kecil


Ting...tong.....ting.....tong......


Bel berbunyi membuat Satria hendak pergi tapi di tahan Vina


"Biar aku saja, mungkin kurir yang mengantarkan baju pesanan ku" ucap Vina membuat Satria mengerutkan keningnya


Vina berjalan kearah pintu masuk dan membuka nya perlahan


"Ada Satria?????"


"Kamu?????"


"Ya,,,saya ingin mencari Satria karena harus menyampaikan beberapa berkas penting dari kantor"


"Tidak bisa kah menunggu suami saya datang ke kantor"


"Satria orang nya disiplin dia tidak mau ada yang kurang jadi saya harus datang langsung untuk memastikan kalau berkas ini sampai ke perusahaan Angkasa tepat waktu "jelas Ayunda sedikit ketus


Ayunda mendorong Vina pelan dan masuk kedalam tanpa permisi

__ADS_1


"Masih sama dengan yang dulu" ujar Ayunda tersenyum licik membuat Vina semakin meradang tapi sebisa mungkin di tahan nya.


"Sayang....... Sayang....."pekik Vina sengaja menekan kan kata Sayang agar Ayunda tau diri


Satria yang merasa di panggil segera keluar karena dari dapur ke ruang tamu tak begitu jauh, Apartemen Satria cukup besar karena memiliki dua lantai,di lantai atas hanya untuk kamar, satu kamar mereka dan satu lagi ruangan kerja Satria.


"Ken-"Satria tak meneruskan ucapannya karena melihat Vina yang terlihat marah dengan kedatangan Ayunda mantan kekasih nya,Vina melipat tangannya melihat Ayunda yang dari tadi melirik kiri-kanan isi apartemen.


"Ada apa?" tanya Satria pada Ayunda


"Kamu masih sama seperti dulu, menyukai warna hijau"


"Langsung ke intinya aku tak suka basa-basi" ketus Satria


"Baiklah aku kemarin ingin mengantar kan berkas ini,tapi istri mu tak mengizinkan ku untuk masuk"jawab Ayunda manja membuat Vina mual


"Huek....huek....."


"Kenapa sayang??" tanya Satria khawatir


"Perut ku mual sayang, mungkin anak kita tidak suka dengan kedatangan orang lain di sini, apalagi bau-bau pelakor" jawab Vina ketus membuat Ayunda mengepal kan tangan nya


"Jika tak di izinkan kenapa masuk,bukan nya masuk ke rumah orang lain tanpa izin bisa di katakan mencuri"


"Sayang kita sudah di tunggu bunda,ayo segera bersiap,tidak usah meladeni hal yang tidak penting "Ajak Vina bergelayut manja di lengan Satria membuat Ayunda semakin cemburu


"Maaf Ayunda berkas nya besok aku cek di kantor saja,kami sedang ada acara keluarga" ujar Satria sambil memeluk pinggang Vina dengan satu tangan nya.


Ayunda menghentakkan kakinya kesal karena Ayunda pikir dia bisa mendekati Satria langsung ke apartemen tapi ternyata salah Satria benar-benar sudah melupakan nya.

__ADS_1


__ADS_2