Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Fase


__ADS_3

Vino dan Bella memperhatikan CCTV di ruangan nya yang memperlihatkan Dion sedang memberikan satu plastik pada salah satu karyawan membuat Vino geram mengepalkan tangannya.


"Sudah ku duga pasti dia pelakunya tapi yang ingin aku luruskan siapa pegawai yang berani di suap oleh Dio" ucap Vino


Bella mengerutkan keningnya membuat Vino heran


"Kenapa??"


"Harus nya aku yang bertanya kenapa, kenapa kamu bisa masuk keruangan ini dan kenapa kamu bisa dengan seenaknya di kafe ini?" tanya Bella


"Apa kamu tidak tau kalau kafe ini milik ku?" tanya Vino balik dan di jawab dengan gelengan kepala oleh Bella


"Sayang ini kafe ku yang pertama sebelum aku buka di Jakarta karena Bunda ingin aku berhasil di bidang kuliner"jelas Vino


"Kamu dan Nur hampir sama"

__ADS_1


"Aku sengaja membuka kafe di Jakarta untuk Nur"


"Lalu mau kamu apakan pegawai mu itu?"


"Pecat, seorang pengkhianat tidak cocok bekerja sama dengan ku" jawab Vino tegas,Vino dan Bella memiliki satu kesamaan untuk urusan bisnis,dia tak ingin mengambil resiko lebih lanjut, kalau soal maaf pasti dia maafkan tapi tidak untuk bersatu kembali.


*****


"Apa??? menikah?" jangan Gila Bell kamu baru putus dari Dion lalu memutuskan untuk menikah,apa ini pelampiasan?" ujar Adel bingung melihat anak perempuan nya ini minta menikah karena baru kemarin Bella bercerita putus dan sekarang ingin menikah memang usia Bella sudah pas untuk menikah tapi bukan dengan cara tergesa-gesa begini


"Ma,,Aku sudah cukup dewasa sekarang ma,izin kan aku untuk menikah"pinta Bella


"Ma...... dengar kan dulu cerita ku"


Tiba-tiba Tama masuk kedalam rumah dengan wajah lesu, tubuh nya terlihat sangat lelah.

__ADS_1


"Ma,abang ingin bicara" ujar Tama


"Nanti-nanti mama pusing,ini belum selesai yang ini datang, Mama benar-benar tidak mengerti dengan kalian kok bisa minta nikah barengan, meskipun kalian kembar untuk menikah tidak harus bersama pusing.....pusing kepala mama,kita bicara kan ini setelah papa pulang nanti" cerocos Adel yang tak habis pikir dengan si kembar nya ini,si Kembar yang benar-benar sudah dewasa yang akan meninggal kan dia dan suaminya di hari tua.


****


Damian memeluk tubuh Adel dari belakang saat istri nya ini tengah berdiri di atas balkon kamar sambil memandangi taman yang ada di seberang rumah mereka, pemandangan di depan rumah Damian cukup indah.


"Kenapa sayang seperti nya kamu tengah bersedih?" tanya Damian


"Tama dan Bella sudah dewasa pa, tidak terasa kita semakin menua" ujar Adel menatap wajah sang suami yang terlihat manja bergantung di pundak nya


"Itu sudah hukum alam sayang jalani saja dengan bahagia"


"Memang ini mau ku menua bersama mu tapi aku juga belum ikhlas jika melepaskan mereka pa,aku belum bisa berpisah dari mereka" jelas Adel menitikkan air mata membuat Damian mengangkat kepalanya dan berdiri di hadapan Adel.

__ADS_1


"Ma....ada yang datang ada yang pergi ada yang muda ada yang tua, tumbuh kembang mereka seperti nya tidak ada yang kita lewati bahkan kamu sendiri yang mengasuh mereka dengan mempertaruhkan pekerjaan mu dulu,banyak Fase yang sudah kita lewati..aku rasa sudah cukup waktu main-main nya ma,biarkan mereka menjalani peran dewasa nya, mereka berhak bahagia merasa kan hidup yang sesungguhnya dengan pasangan masing-masing, biarkan kita mengubah peran kita menjadi opa dan oma yang mengasikkan"ungkap Damian mencoba memberikan pengertian pada Adel


Adel memeluk tubuh Damian erat rasa cinta nya pada lelaki ini begitu besar,Adel bukan siapa-siapa tanpa Damian, Adel tidak berarti apa-apa tanpa Damian banyak peran yang di mainkan lelaki berparas tampan ini meskipun usia nya sudah setengah abad.


__ADS_2