Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Malu


__ADS_3

Nur menggeliat dalam tidurnya dan perlahan menerjabkan kedua matanya. Pertama yang dia lihat adalah wajah lelaki tampan yang dia kenal bahkan sangat dia rindukan. Hembusan nafas Tama menerpa kening Nur,membuat gadis itu mendongak,matanya membulat sempurna, tangan Tama melingkar di pinggang Nur membuat Nur merasa ini hanyalah halusinasi nya saja.


"O om Tama" Nur begitu terkejut saat dirinya berada satu kamar bersama Tama,apa ini mimpi indah batin Nur sambil mencubit pipi nya sendiri.


"aww...." ringisan Nur membuat Tama terbangun


"Kenapa?? apa ada yang sakit?"tanya Tama khawatir


"Pergi.....pergi.....kenapa kamu selalu ada dalam pikiran ku, hingga aku sudah menjauh tapi bayangan kamu selalu datang" usir Nur sambil menepis tangan Tama yang hendak memeluk nya.


Semalam Tama yang menjaga Nur karena Nur terus mengingau memanggil nama nya.


"Nur......kenapa sayang? apa yang terjadi?" Tanya Haikal dan April yang ikut masuk kedalam kamar melihat Nur yang sedang histeris mengusir Tama.


"Kamu sudah bangun dek?" Suara serak Vino yang ikut terganggu karena pekikan Nur,Vino juga ada di kamar itu tapi Vino tidur di sofa karena tak mau mengganggu Nur yang tidur nyenyak di sebelah Tama,saat Tama datang Nur langsung sembuh, aroma tubuh Tama mampu membuat panas Nur berkurang hingga Vino membiarkan Tama tidur di ranjang bersama Nur. .

__ADS_1


"Sudah tidak panas,syukurlah kau sudah membaik" Ucap Vino,sambil menyentuh kening Nur membuat Nur seperti orang bodoh saat ini,kenapa semua anggota keluarga nya ada di sini, bahkan ada Tama apa yang terjadi pikir Nur yang baru pulih pagi ini.


Nur menatap Tama nanar apakah ini memang bukan mimpi, apakah ini nyata?


"Hei,kenapa menatapku seperti itu?"tanya Tama


"Apa yang terjadi?" Tanya Nur bingung


"Hah?!".


"Kamu panas tinggi Nur,aku panik dan menghubungi mereka agar segera datang" sahut Becca yang baru masuk ke kamar Nur


"Om kenapa bisa di sini juga?" tanya Nur ketus


"a-ku- khawatir lah dengan keadaan mu, hingga aku menyusul mu kemari" jawab Tama jujur

__ADS_1


"Kenapa harus khawatir aku tidak apa-apa,kalian semua bisa keluar sekarang,aku sudah sembuh" usir Nur,dia sendiri saat ini malu karena tadi menganggap dirinya tengah berhalusinasi dengan kehadiran Tama.


"Nur.... sayang jangan begitu,Om Tama mengkhawatirkan keadaan mu Nur lagi pula kamu juga menginggau terus memanggil nama om Tama" jelas April membuat Nur bertambah malu kenapa dia harus menginggau nama Tama,apa perasaan nya terlalu besar untuk Tama hingga dalam alam tak sadar pun nama Tama yang dia sebut


"Bun,,Nur mohon keluar....!!! Nur ingin sediri dulu Bun" mohon Nur membuat April mengerti saat ini Nur butuh ketenangan


"Oke....oke...kami keluar dan jika kamu sudah lebih tenang biarkan Bunda menemani mu" ucap April dan di anggukki Nur patuh


Semua nya segera keluar,Tama sedikit kecewa dengan sikap Nur yang tak mau menerima nya apa benar Nur tak memiliki perasaan apapun pada nya,apa cinta nya bertepuk sebelah tangan??


Vino menarik tangan Tama untuk segera keluar dari kamar sedang kan Nur langsung mengunci pintu saat mereka semua keluar


"Bodoh....bodoh kamu Nur,om Tama datang ke sini khawatir pada mu tapi kamu malah mengusir nya" gumam Nur pelan


"Lalu aku harus bagaimana,harus menampakkan rasa bahagia ku?? jelas-jelas Om Tama kemarin karena kasihan, dia tidak mungkin meninggalkan Vina perempuan yang akan dia nikahi sebentar lagi secara mereka sudah bertunangan" oceh Nur sambil menggigit kuku tangan nya,rasa malu, rasa bahagia bercampur aduk saat ini tapi Nur tidak munafik dia masih menyimpan rasa kecewa karena Tama dan Vina sudah bertunangan pikir nya.

__ADS_1


Nur menarik nafas dalam dan mengeluarkan perlahan dia tak ingin terlihat cemburu di hadapan Tama,dia tak mau terlihat seperti gadis bodoh,Nur segera masuk kedalam kamar mandi dia ingin merilekskan tubuh nya dan siap menemui keluarga nya pagi ini agar tak ada yang curiga dengan hati nya saat ini..


__ADS_2