
"Key sini!!!" panggil Diana pada Keyla yang terus di pegangi oleh Sam
"Loe kira lagi nyebrang Sam di pegang mulu tangan adik gue" pekik Devan
Sepasang pengantin lama ini duduk di Gazebo,Sam tidak ingin melepaskan tangan Keyla, bahkan Sam mengubah posisi nya setelah Devan menggoda mereka, dia menyandarkan kepalanya di paha Keyla.
Nisa,Kiara,Luna,Diana dan Devan sedang asik bermain pasir membuat rumah-rumahan untuk Luna.
"Sam, biarkan Keyla kesana ikut bergabung dengan mereka,kamu ikut gabung sama papa di sama" ucap Bella yang duduk di belakang pengantin lama ini, Sedangkan Satria,Vino,Tama dan Andre bersama Ardian sedang berbincang mengenai hotel, mereka berencana membangun hotel keluarga di Bali agar bisa liburan bersama.
Sam tak menghiraukan ucapan Mama nya,dia justru sibuk memperhatikan wajah Keyla yang tengah memandang ke arah Diana Cs.
"Om Evan, ambil itu" tunjuk Luna pada skop mainan
"Lun,kalau besar nanti harus jadi perempuan mandiri ya,bisa bangun rumah sendiri seperti Oma buyut" ujar Devan,Adel memang menjadi panutan mereka semua dalam berbisnis.
"Una mau rumah yang bagus Om"
"Iya sayang,Una harus sekolah yang tinggi jangan jadi pelakor yang mau enak nya saja" jawab Kiara
"Curhat buk!!" sindir Devan membuat Diana tertawa
__ADS_1
"Sedikit menumpahkan uneg-uneg Van" jawab Kiara,jika membahas pelakor dia teringat akan sosok Linda mama Luna tapi Justru Nisa sedikit terdiam karena bagaimana pun juga oma nya pernah menjadi duri dalam rumah tangga oma Adel yang saat ini menjadi oma mertua nya.
"Nis,,,pinta rumah seperti ini pada Ardian nanti, bagaimana pun juga kalian harus punya rumah sendiri,ada kebahagiaan yang tidak bisa di ungkapkan jika memiliki istana sendiri Nis"ucap Kiara pada Nisa yang terlihat diam
"Nisa...." panggil Diana membuat Nisa tersentak kaget
"Eh..Iya Di...kenapa?"
"Nggak fokus loe Nis, pengen dekat babang Ar" goda Devan
"Apaan sih loe Van,gue tiba-tiba haus" elak Nisa berjalan pelan ke arah Ardian meninggalkan Diana dan Kiara yang asik bermain pasir dengan Luna
"Kenapa sayang?" tanya Ardian
"Nis,mau air kelapa muda?" pekik Vina pada Nisa
"Boleh bun" sahut Nisa mendekat pada Vina
"Sam.... biarkan Keyla main donk, kasihan harus nemenin kamu mulu" ujar Nisa, meskipun mereka pernah berpacaran tapi Nisa terlihat biasa saja pada Sam begitu juga sebaliknya Sam.
"Iya Sam, biarin Keyla ke sana" ujar Nur
__ADS_1
Sam bangkit dari tidurnya dengan sedikit kesal.
"Kamu mau main sayang?" tanya Sam
"Memang nya boleh?" tanya Keyla polos
"Yang satu bucin,yang satu posesif lengkap sudah"celetuk Devan yang baru datang
"Bukan nya posesif tapi gue takut ntar Keyla lari-lari malah jatoh" alasan Sam
"Loe pikir Keyla Luna apa yang kalau lari bakalan jatoh,kalau jatoh pun nggak akan mungkin Cidera Sam,come'on bro,jangan Gila karena cinta ini pantai,penuh dengan pasir bukan jalanan aspal!!!" ucap Devan membuat Sam sedikit malu, karena memang dia yang tidak ingin berjauhan dengan Keyla.
"Sudah sana Key main sama yang lain nya kalau Sam marah mama yang urus" ujar Bella yang ikut kesal dengan tingkah Sam
"Kalau nggak mau di tinggal ikutan main bro,buatin Luna rumah-rumahan pasir" goda Devan sambil tertawa geli
Keyla berjalan pelan, beberapa kali melihat kebelakang ke arah Sam.
"Ayo Key,," ajal Nisa menarik tangan Keyla yang berjalan pelan persis seperti siput
"Udah tenang aja, Sam baik-baik aja kok, nggak bakalan mati di tinggal kamu" goda Nisa
__ADS_1
Diana gemas sendiri melihat kelakuan calon adik ipar nya ini.
Berada di keluarga Devan membuat Diana menemukan kenyamanan,Diana merasa kalau dia saat ini sudah berada di keluarga yang tepat.