
"Mulai sekarang kamu harus terbiasa dengan kata-kata mesra dari kakak Key, karena hal manis akan membuat rumah tangga kita semakin dekat" ujar Sam memeluk tubuh Keyla saat mereka sudah sampai di rumah.
"Ka-k nanti ada yang masuk"ujar Keyla gugup
"Biar saja" ucap Sam sambil mencium tengkuk Keyla membuat perempuan imut ini menggigit bibir bawahnya menahan rasa geli di sekujur tubuhnya.
"Key.....jangan pernah tinggalkan kakak"bisik Sam dan diangguki Keyla pelan
Bukan tanpa alasan Sam mengatakan hal demikian karena dia trauma atas pengkhianat Vivian.
Sam memasukan satu tangan nya kedalam kaos Keyla dan meremas benda kenyal yang tersembunyi di balik b*a nya, ukuran nya memang tidak besar tapi cukup membuat Sam terangsang begitu juga dengan Keyla yang mulai mendesah.
"Tok.....tok...."
Ketukan pintu membuat Sam berdecak kesal tapi dia tak menghentikan aksinya.
"Tok...tok...."
"Ka-k.....bu-ka dulu" ujar Keyla terbata tapi Sam menggeleng
"Tok....tok..."
"Kak...ayo di buka,nanti malah main masuk lo"
__ADS_1
"Ck..... coba saja kalau Devan,akan aku hajar dia" ketus Sam melepaskan tangan nya dari tubuh Keyla lalu berjalan ke arah pintu.
"Kena-"
"Bunda,,,ada apa bun" ucap Sam sopan,dia kira Devan yang mengganggu nya, hampir saja Sam marah
"Keyla mana Sam?" tanya bunda
"Ada bun"
"Sayang....bunda!" pekik Sam
Keyla segera berjalan ke arah pintu setelah selesai merapikan pakaian nya.
"Ada teman kamu di bawah"
"Siapa? Bunga atau Tina?" tanya Keyla sedikit gugup,takut jika sahabat nya melihat Sam
"Bukan....kata nya Angga"
"Angga" ujar Sam dan Keyla serentak dengan saling pandang
****
__ADS_1
"Ayo pulang Vi,aku minta maaf soal kemarin " ujar Alex pada Vivian
"Tidak! aku sudah melayangkan gugatan cerai kita, tidak untuk kembali Lex" tegas Vivian membuat Alex mengepalkan tangannya,kalau bukan karena papa nya dia tidak akan datang untuk menjemput Vivian
"Vi.....aku akan berubah"
"Sudah berapa kali Lex kamu mengatakan hal yang sama tapi pada kenyataannya tidak lebih dari sampah omongan mu itu"
"Vi.....kita bisa perbaiki semua nya dan memulai dari awal"
"Iya Vi,beri Alex kesempatan,bisa saja dia khilaf"sahut mama Vivian
"Ma, khilaf itu satu dua kali,tapi ini berkali-kali,aku sudah menghancurkan hidup ku sendiri dengan memilih pasangan yang salah ma, untuk saat ini keputusan ku sudah bulat untuk berpisah"tegas Vivian lalu pergi meninggalkan Alex
"Lex beri Vivian waktu untuk berpikir, mungkin dia masih syock dengan kejadian di rumah tangga kalian,biar mama yang membujuk nya terlebih dahulu"
"Baiklah ma,aku tunggu kabar baik nya" jawab Alex pasrah karena dia tidak bisa membawa Vivian pulang ke Bandung.
"Jika Vivian sudah tenang kami yang akan mengantarkan nya lex, sampai kan salam papa pada keluarga mu,oh ya katakan pada papa mu untuk segera mengutus kan orang untuk mengecek proyek di Bali karena ada beberapa kendala"ucap papa Vivian
"Iya pa nanti akan aku sampai kan"jawab Alex sopan lalu segera pamit.
Semalam setelah mendapat kan telpon dari keluarga Vivian,Dion sangat marah karena Alex malah membiarkan Vivian pergi,dia belum puas membalaskan dendam pada keluarga Bella,jika Vivian menggugat cerai Alex dan mengejar Sam kembali pasti Bella sangat bahagia karena merasa senang saat ini pikir Dion.
__ADS_1