
Luna duduk sendiri di pojok gerbang sekolah nya karena Kiara telat menjemput, Bocah lima tahun ini kelihatan nya baru saja selesai menangis.
Kira segera turun dari mobil untuk menghampiri Luna..
"Sayang...maaf mama telat" ujar Kiara mendekati Luna tapi Luna hanya diam saja
"Sayang...maaf kan mama,mama benar-benar lupa karena tadi saudara mama ada yang meminta bantuan" jelas Kiara lagi sambil memeluk Luna
"Kamu pulang nya sudah dari tadi sayang?" tanya Kiara lagi
"Iya,saya sudah tawarkan untuk Kiara pulang bersama saya tapi dia kekeh tetap ingin menunggu mama nya" sahut sang guru Kiara yang baru datang
"Maaf bun,saya telat" jawab Kiara menunduk kan kepalanya
"Ayo sayang kita pulang"
Luna masih dengan mode cemberut nya mengikuti langkah kaki Kiara masuk ke dalam mobil.
"Udah dong ngambek nya sayang, nanti cantik nya hilang lo,mama kan sudah minta maaf kenapa Una masih cemberut"
"Una kesel! "Pekik Luna
"Sama mama?"
"Mama juga,temen kelas Una juga" ketus nya
"Kenapa lagi? kan udah tiap hari mama jemput kenapa masih kesel"
"Masa mereka bilang Una punya mama bo'ongan"
"Bo'ongan gimana,memang nya mama jin apa bo'ongan" jawab Kiara sedikit terkekeh geli
"Mereka bilang kalau mama itu mama bo'ongan kalau mama sungguhan itu tidur nya bareng sama Una,kalau nggak sama papa" jawab Luna polos membuat Kiara terdiam
"Sayang kita makan eskrim aja siang ini gimana? rasa strawberry campur coklat seperti nya enak" bujuk Kiara mengalihkan pembicaraan mereka.
"Kamu mau?" tanya Kiara dan diangguki Luna,dia memang pencinta eskrim hanya saja Papa nya sering melarang nya karena takut Luna sakit gigi.
__ADS_1
Kiara memberhentikan mobilnya di salah satu Outlet eskrim dan mengajak Luna untuk turun
"Eskrim strawberry campur coklat nya 1 mas,terus Vanilla satu" pesan Kiara
Perempuan cantik ini mengetuk-ngetuk jari tangan nya di meja antrian.
Ada seorang lelaki berjas hitam juga tengah mengantri eskrim untuk keponakan nya tepat di sebelah Kiara.
"Beli eskrim juga" tanya nya basa-basi
"Iya..." sahut Kiara ramah
"Lelaki tersebut menyodorkan uang selembar merah dan mengatakan pada Kasir untuk langsung membayar milik Kiara.
"Jangan...saya bisa bayar sendiri" tolak Kiara sambil meraba tas nya mencari uang kecil
"Tidak masalah,aku juga sedang membelikan untuk keponakan ku" jawab nya
Kiara mengambil eskrim pesanan nya dan mengucapkan terima kasih karena lelaki itu memaksa.
"Niko...nama ku Niko! kamu siapa?" tanya nya sok akrab
"Anak kamu?" tanya nya
"Ma....sini,ayo cepat kita kekantor papa,Una mau cerita ke papa" ujar Luna dan diangguki Kiara
"Terimakasih untuk Eskrim nya, sampai jumpa lagi" pamit Kiara lalu membawa Luna ke dalam mobil
"Hufs..... bagaimana mau menikah seperti permintaan Oma kalau Luna selalu memanggil ku mama" batin Kiara
"Jika mengubah kembali panggilan pasti dia akan kecewa"
"Semoga saja ada jalan keluar nya"gumam Kiara menghela nafas panjang
***
"Kenapa lama sekali?" tanya Nisa pada Ardian,dari tadi dia menunggu Ardian kembali ke kantor tapi tak kunjung datang
__ADS_1
"Macet sayang,kenapa? kamu sudah merindukan ku" goda Ardian
"Aku yakin alasan mu ingin tetap bekerja karena tidak mau jauh dari ku"
"Jangan perez....ini ada berkas yang harus di tandatangani segera karena Pak Tama sedang tidak ada di tempat" ujar Nisa memberikan berkas pada Ardian
"Kemana papi?" tanya Ardian
"Meninjau proyek,tadinya beliau ingin mengajak mu tapi kamu belum kembali"
"Ada sedikit kendala sayang"
"Apa? bersama Devan...!! Jangan bilang itu kendala-"
"Jangan berpikir aneh-aneh "potong Ardian segera menandatangani berkas nya
"Hey,, periksa dulu....Mana tau salah,atau bisa saja aku mencoba menjebak mu" canda Nisa
"Menjebak ku untuk uang"Ujar Ardian tersenyum terkesan mengejek
"Nyawa ku saja aku berikan pada mu apalagi uangku"
"Gombal!" cebik Nisa membuat Ardian mencubit pipi chubby kekasih nya ini
"Aww....sakit" ringis Nisa membuat Ardian mengusap nya lembut tapi tiba-tiba saja Dahlia masuk kedalam ruangan Ardian membuat Nisa memundurkan tubuhnya selangkah.
"Berani-beraninya kau menggoda atasan mu" ujar Dahlia sinis membuat Nisa segera mengambil berkas nya dan ingin keluar
"Tunggu...!!! apa kau sudah bosan bekerja di sini"
"Lia, apa-apaan kamu"
"Ar.... Karyawan seperti ini harus di tindak tegas, tidak bisa seenak nya Ar dia bisa ngelunjak, sekarang bisa saja dia menggoda mu dengan senyum nya besok-besok dengan tubuhnya"
"Dahlia jaga ucapan mu"Bentak Ardian membuat Nisa terkejut, Ardian tak pernah membentak siapapun tapi kali ini dia lakukan karena Nisa.
"Kamu membela sekretaris ini Ar,aku tau dia sudah lama bekerja pada papi mu ,apa kamu yakin dia murni bekerja, tidak menggoda pak Tama dengan tubuh nya"
__ADS_1
"Keluar kamu Dahlia, keluar sebelum kesabaran saya habis" usir Ardian
Dahlia menghentakkan kaki nya keluar,Nisa pun ikut keluar Ardian hendak menahan nya tapi malah di tepis oleh Nisa,dia tak ingin ada yang melihat mereka lagi.