Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Mutilasi


__ADS_3

"Bener kata loe Van,Kiara udah punya anak,tadi gue lihat dengan mata kepala gue sendiri,tapi sayang nya hilang" ujar Ardian membuat Sam juga ikut kaget


"Bener kan apa yang gue bilang, percaya kan loe sekarang" tunjuk Devan


Setelah mengantar kan Nisa pulang Ardian segera menghubungi Devan dan Samuel untuk berkumpul di tempat biasa mereka.


"Loe lihat sendiri Ar?" tanya Sam penasaran


"hmmm....gue udah keluar tapi Kiara udah menghilang,dia lagi gandeng anak perempuan pakai seragam sekolah TK gitu"jelas Ardian


"Kok Kiara jadi gitu ya,setau gue dia anaknya pendiam sekarang malah salah jalan,pantas saja mama minta beberapa kali buat berhenti bekerja dia nggak mau, mungkin ini salah satu alasan nya sudah punya anak di luar nikah" sahut Sam dan di anggukki Devan


"Pokoknya besok loe harus ikuti keseharian Kiara,Van.mulai di keluar rumah sampai dia pulang,Gue pengen tau siapa lelaki yang sudah menikahi kakak gue diam-diam" perintah Sam


"Tapi besok gue ada janji sama ayah Sam, buat ke kantor pak Gunawan mana tau ada Diana"


"Batalin aja dulu Van,kalau masalah Kiara selesai gue janji bakal comblangin elu sama Diana"


"Janji Sam"ujar Devan semangat


"Iya janji" jawab Sam sambil mengangguk kecil


"Gue pusing,gue pulang duluan ya" pamit Ardian

__ADS_1


"Kenapa buru-buru,mau ketemu Nisa? nggak ada bosan-bosannya kalian pacaran ya,udah satu kantor masih aja kurang" oceh Devan


"Nggak beneran pulang Van, capek Gue,Nisa habis marah tadi"cerita Ardian


"Kenapa?? cemburu!! itu mah biasa, terkadang perempuan itu ingin do perhatikan" jawab Devan sok mengerti


"Nama nya juga perempuan, sedikit -dikit marah, apalagi kalau lagi dapet"


"Dahlia,dia buat perkara tadi,gue mau ngomong sama papi buat urusin Dahlia"


"Kenapa Dahlia?" tanya Sam menatap Ardian yang mulai galau


"Dia mergokin gue lagi sama Nisa, malahan dia nuduh Nisa godain gue,ya Nisa nangis"


"Kok Loe tau Sam,apa jangan-jangan Loe perhatiin Nisa ya!"tuduh Devan menunjuk pada sepupunya ini


"Gila loe Sam,pager makan tanaman loe" lanjut Devan


"Apa sih loe,nggak tau cerita juga" ketus Sam, sedangkan Ardian menatap Sam tajam


"Gue banyak dengar cerita dari Ayah Satria,jangan dengerin dia Ar,ngarang nih anak"alasan Sam


"Mutilasi aja sih Dahlia itu Ar,gedek gue lihat perempuan sok atasan gitu"celetuk Devan membuat Ardian melongoh

__ADS_1


"Gila,,,,Loe psikopat"


"Dari pada Loe sama Nisa berantem mulu,nggak baik untuk kesehatan"


"Apa hubungannya nya" ketus Ardian


"Mutasi goblok " pekik Sam di depan wajah Devan membuat Ardian menarik nafas panjang.


****


"Pi,aku mau Dahlia di mutasi saja pi"Ujar Ardian tiba-tiba saat mereka makan malam


"Ya Mom....Dia bikin aku sama Anisa bertengkar,aku nggak suka Dahlia"lanjut Ardian lagi


"Tapi kerja Dahlia bagus Ar...belum ada kesalahan fatal yang dia lakukan saat ini,papi nggak punya hak untuk itu"


"Pi,, Dahlia terlalu ikut campur dengan urusan ku pi"


"Semua nya bisa di bicarakan Ar, nanti papi akan coba bicara pada Dahlia"


"Oh ya mom,Aku dan Nisa memutuskan untuk segera menikah, Mommy dan papi segera temui keluarga Nisa Mom"


"Nanti mommy coba bicara pada Oma dan yang lain nya.

__ADS_1


__ADS_2