
"Huek.....huek....."Nur berlari ke kamar mandi untuk mengeluarkan isi perut nya, kepala nya terasa pusing ntah kenapa dari kemarin perut nya mual terus dan tak suka mencium bau yang menyengat.
"Kenapa sayang?" tanya Tama khawatir sambil memijat Tengkuk Nur pelan.
"Perut Nur mual ay,Nur tidak tahan.Maaf jika mengganggu tidur mu"jawab Nur lemas
"Ayo kita periksa ke dokter,siapa tau sudah ada isi nya sayang"ajak Tama
Nur terdiam sejenak lalu menggeleng cepat, dia takut hasilnya akan kecewa nanti,bisa jadi ini hanya masuk angin biasa mengingat beberapa bulan lalu Nur juga pernah seperti ini dan hasilnya negatif membuat Nur dan Tama kecewa.
"Kenapa?" tanya Tama heran
"Jangan sekarang,Nur takut mengecewakan kamu"
"Sayang apapun hasilnya aku akan tetap mencintai mu,kita akan tetap bersama"
__ADS_1
"Jangan sekarang ay, please....!" mohon Nur membuat Tama tak bisa memaksa istri nya ini,jika memang mereka di berikan kepercayaan Tama berharap semua nya baik-baik saja dan berjalan lancar.
****
Vino mengelus lembut perut Bella,dia merasa semakin hari pergerakan anak mereka semakin aktif
"Sayang baby nya menendang" ucap Vino takjub saat perut Bella terlihat menonjol
Bella tersenyum manis, sejak dia hamil perasaan nya sering tak karuan tapi Vino selalu dengan senang hati membantu nya, dengan senang hati menjaga nya tak pernah ada kata lelah,bosan atau pun mengeluh membuat Bella benar-benar beruntung mendapatkan suami seperti Vino,andai saja dulu dia menyadari kalau Vino menyukai nya dari awal sudah pasti dia tak akan menjalin hubungan dengan Dion si brengsek itu, tapi kini nasi sudah jadi bubur tak ada yang bisa mengubah nya kembali,hanya saja semua kesalahan di jadikan pelajaran dan kedepannya kehidupan rumah tangga mereka baik-baik saja apalagi akan ada calon penghuni baru yang akan datang..
***
"Perlu aku antar?" tanya Satria
"Tidak ....aku bisa pergi sendiri,lagi pula ini acara perempuan"
__ADS_1
"Tama?" tanya Satria lagi tapi di jawab Vina dengan mengangkat bahu nya
"Kamu cemburu?" tanya Vina menggoda
"Ya...aku cemburu" aku Satria dia tak ingin menyembunyikan lagi perasaan nya
"Jangan gila! ini anak mu" ujar Vina mengambil satu tangan Satria dan di letakkan di atas perut nya
"Apa hubungannya, cemburu itu perasaan yang wajar pada pasangan nya"
"Tapi bukan pada orang yang tepat"
"Tama mantan tunangan mu"
"Lebih tepat nya masa lalu,dan sekarang kamu masa depan ku" jelas Vina sambil menatap Satria
__ADS_1
Satria menarik sudut bibirnya kecil baru kali ini Vina mulai menunjukkan perasaan padanya meskipun selama ini hubungan mereka sudah seperti suami istri lain nya tapi Vina tak pernah mengatakan kalau dia mencintai Satria.
Satria memeluk tubuh Vina dan mengecup kening nya sekilas,ada perasaan bangga memiliki perempuan bertubuh mungil dengan Perut membuncit ini, karena Vina Sudah bisa membuat Satria move on dari keterpurukannya, memiliki keluarga broken home dan di tinggal kekasih membuat Satria trauma berat tapi kini ada Vina yang menjadi pengobat luka hati nya, Satria berharap rumah tangga nya selalu rukun dan Vina bisa melahirkan dengan selamat.