
"Selamat anak anda sudah lahir dengan selamat tanpa kurang satu apapun, kelamin nya lelaki dan perempuan,sekali lagi selamat pak" ucap sang dokter saat keluar dari ruangan operasi menjabat tangan Damian
Damian menghela nafas lega, akhirnya dia memiliki anak dari buah cinta nya bersama Adel bahkan satu pasang sekaligus tapi bagaimana keadaan istri nya saat ini?
"Istri saya bagaimana dok?" tanya Damian cepat
"Bu Adel....!! saat ini kondisi beliau masih lemah,bantu do'a nya pak agar beliau cepat sadar dan cepat membaik agar kalian bisa berkumpul bersama, untuk anak kalian akan segera di pindahkan ke ruangan bayi terlebih dahulu,jika ingin melihat nya bisa di sana, untuk ibu Adel biarkan dia sadar terlebih dahulu baru bisa di jenguk"Jawab sang dokter menepuk pelan lengan Damian lalu meninggalkan lelaki itu mematung sendiri
Perasaan sedih dan bahagia bercampur aduk membuat Damian tak bisa mengerti dengan situasi apa yang terjadi pada dirinya saat ini,apa kah dia harus tersenyum dengan kelahiran anak nya dan apakah dia harus menangis karena Adel?
****
Berita Adelia melahirkan sudah terdengar oleh Haikal,dia dan papa nya segera datang menjenguk Adel ke rumah sakit untuk memberikan selamat pada Damian,saat ini Haikal sudah mengikhlaskan semua yang sudah terjadi dia tak ingin ambil pusing lagi dengan masa lalu kelam nya.
__ADS_1
Damian menatap sang buah hati dengan menitikan air mata, seharusnya saat ini mereka sudah bisa tertawa bersama dengan Adel,dua bayi lucu sudah hadir di dunia tapi kini Adelia malah tak sadarkan diri setelah operasi.
Damian tak kuasa menahan kesedihan melihat anak-anak nya yang tak bisa segera di peluk oleh Adel padahal Adel lah orang yang sangat menginginkan mereka hadir.Dia segera keluar dan duduk di depan ruangan.
"Apa yang terjadi dam?" tanya Pak Heru saat melihat Damian terduduk lemah di depan pintu ruangan bayi
"Adel mas...Adel belum sadarkan diri" jawab Damian pelan
"Kenapa Adel om?" tanya Haikal yang ikut khawatir
"Kenapa bisa? kenapa om izinkan Adel melakukan pengangkatan rahim,aku tau Adel menderita penyakit kista dan dari dulu Adel tidak mau jika rahimnya di angkat om" ucap Haikal sedikit kesal
"Kal tenang,Damian suami Adel saat ini bukan kamu...!!" tegas pak Heru
__ADS_1
"Damian yang berhak penuh atas diri Adel,lagi pula Damian pasti sudah memikirkan resiko kedepannya" bentak pak Heru tak suka melihat Haikal yang menyalahkan Damian
"Tapi pasti Adel akan kecewa pa,dia dari dulu tidak mau rahimnya di angkat dan kini karena menikah dengan om,om membiarkan Adel menjadi perempuan yang tak akan bisa memiliki keturunan lagi selama nya" kekeh Haikal
"Kami sudah punya dua anak kal,itu sudah cukup bagi ku,yang terpenting keselamatan Adel bukan hanya memikirkan ego ku saja,saat ini kesehatan Adel yang utama,aku tak ingin anak lagi aku butuh Adel...!!!" jawab Damian membuat Haikal terasa tersindir,dulu saat dia masih menikah dengan Adel dia hanya mementingkan dirinya bukan Adel.
"Aku tak ingin Adel tersiksa karena ego ku,aku ingin kami hidup bahagia dengan anak-anak kami,dua anak sudah cukup bagi ku,aku tak ingin Adel menderita" lanjut Damian
"Benar yang di katakan Damian kal kesehatan Adel yang utama karena anak-anak mereka butuh sosok ibu,Damian juga butuh sosok istri,do'a kan saja yang terbaik untuk kesembuhan Adel bukan malah saling menyalahkan begini" sahut pak Heru mulai melemah
"Suami ibu Adel....!!!" panggil sang suster membuat Damian segera bangkit
" Ya sus saya" jawab Damian cepat dan mendekat pada perawat yang memanggil nya
__ADS_1
" Ibu Adelia sudah sadar kan diri, beliau dari tadi memanggil suaminya"
"Alhamdulillah....." gumam Damian tersenyum kecil dan segera berjalan kearah ruangan Adel.