
Vina membuka mata pelan setelah menggeliat tubuh nya, masih terasa sakit di bagian S*l**g*a*g nya dan terasa pegal seluruh tubuh nya membuat Vina beberapa kali menggerakkan kepalanya ke kiri dan kanan agar sedikit mengurangi rasa tegang pada tubuh nya.
Cukup lama permainan mereka semalam karena Satria meminta hak nya sampai dua kali membuat tubuh Vina benar-benar lelah.
Vina menatap sang suami yang masih tertidur lelap di samping nya,di perhatikan nya wajah Satria yang memang tampan, Satria memiliki garis wajah tegas dan di tumbuhi bulu halus hingga membuat nya terkesan berkharisma, selama menikah Vina tak pernah memperhatikan dengan seksama wajah suaminya ini tapi pagi ini Vina merasa Satria lebih tampan dari biasanya.
Vina menarik sudut bibirnya kecil mengingat percintaan panas mereka semalam apalagi dia yang meminta duluan membuat Vina malu,ntah bagaimana dia harus menghadapi Satria hari ini.
Vina bangkit dari ranjang nya lalu membuka tirai yang menutupi jendela apartemen kamar mereka, kamar mereka berhadapan langsung dengan Matahari di pagi hari hingga saat Vina menarik tirai nya mentari pagi terlihat jelas sedang memancarkan sinar nya hingga menerpa wajah tampan Satria, lelaki ini merasa silau dan membuka mata nya perlahan, terlihat Vina yang mengenakan celana hotpants dan tank top berwarna pink sedang berdiri di depan jendela memandangi kearah luar.
Satria bangkit lalu mendekati istri cantik nya ini dan memeluk Vina dari belakang
"Terimakasih..... Terimakasih untuk semalam" Bisik Satria mesra sambil mencium mesra pipi Vina
Vina menghela nafas panjang lalu menutup matanya sejenak menikmati aroma tubuh bangun tidur suaminya ini dan menarik tangan Satria agar memeluk tubuh nya erat.
"Jangan pernah pergi meskipun aku sedang tak membutuhkan mu,jangan pernah lari meskipun aku yang meminta nya" ucap Vina pelan dan di anggukki Satria
__ADS_1
"Aku akan selalu berusaha seperti mentari yang tiada henti menyinari bumi meskipun tak pernah di minta,aku akan terus berusaha dan terus berusaha jadi yang pertama dan terakhir untuk mu"
"Jadilah terus orang yang pertama untuk aku lihat saat membuka mata dan orang yang selalu aku peluk saat menutup mata" ujar Vina tersenyum kecil melihat Satria yang meletakkan kepala di pundak nya.
Apakah ini perasaan cinta atau perasaan membutuhkan saja, Vina belum bisa menjawab nya,yang jelas saat ini dia merasa nyaman berada di samping Satria dan berharap pernikahan ini bisa bertahan selama nya.
****
Tama mencium kening Nur sekilas lalu berpamitan untuk kekantor,hari ini Tama ingin mendatangi kantor Satria untuk membicarakan proyek mereka yang sempat tertunda dulu.
"Pak Satria ada?" tanya Tama pada sekretaris Satria
"Seperti nya hari ini beliau tidak kekantor karena tadi pagi sempat menghubungi saya untuk mengerjakan laporan yang beliau minta dan di kirim kan ke email nya"
"Kenapa?"
"Beliau bilang sedang tidak enak badan" jawab Sang sekretaris
__ADS_1
Tama mengangguk-angguk kan kepala nya mengerti dan segera pergi
"Seperti nya aku tidak usah mengganggu acara pengantin baru mereka dulu" gumam Tama yang tau kalau saat ini Satria sedang bersama Vina.
****
"Ayo berangkat,sudah siang" ujar Vina meminta Satria kekantor, pasalnya setelah sarapan Satria malah menarik Vina untuk tidur kembali.
"Aku lelah sayang" jawab Satria membuat Vina tersenyum kecil karena Satria memanggil nya dengan sebutan sayang.
"Ayo temani aku istirahat sejenak " pinta Satria tapi Vina malah menatap lelaki ini tajam
"Aku janji hanya sekedar menemani ku tidur saja, tidak lebih kecuali jika kamu meminta lagi......"lanjut Satria yang seakan tau arti tatapan Vina
Vina memukul kecil lengan kokoh pria tampan ini karena malu.
"Baiklah aku temani 1 jam setelah itu aku harus beres-beres, karena masih banyak pekerjaan lain"
__ADS_1
"Nanti aku yang bantu" bujuk Satria menarik Vina kedalam pelukannya dan menyelimuti tubuh mereka.
Benar saja belum lima menit sudah terdengar dengkuran halus dari bibir lelaki tampan ini, seperti nya Satria benar-benar lelah karena pertempuran mereka semalam.