Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Pengantin baru


__ADS_3

"Morning kiss" bisik Satria mencium bibir Vina sekilas, semalam mereka sudah memutuskan untuk meneruskan pernikahan ini dan saling mulai membuka diri.


Vina membuka mata nya perlahan, wajah Satria yang sedang tersenyum manis menatap nya menjadi pemandangan pertama hari ini untuk Vina


"Pagi" jawab Vina canggung karena Satria masih melingkar kan tangan nya di pinggang ramping Vina sambil menatap wajah istri nya ini.Mereka juga sudah memutuskan untuk tidur satu ranjang, Satria berjanji tidak akan meminta hak nya lagi jika Vina belum siap membuka hati untuk dirinya.


"Mau sarapan atau mandi dulu?" tanya Satria sambil menyematkan beberapa helai rambut Vina ke balik telinga,Vina memang cantik bahkan jauh lebih cantik dari Nur tapi cinta tak bisa di paksa Tama mencintai Nur bukan Vina.


"Kamu mau di masakan apa?" tanya Vina sedikit malu


"Pagi ini biar aku yang masak"


"Memang nya bisa??" tanya Vina


"Bisa,,, Bunda selalu mengajarkan hal yang mandiri pada anak-anak nya, meskipun aku tak sejago Vino dan Nur setidaknya aku bisa memasak telur ceplok untuk sarapan mu "jawab Satria tersenyum manis


"Kalau hanya telur ceplok aku rasa semua nya bisa,bahkan anak usia enam tahun pun bisa memasak nya"ujar Vina meragukan kemampuan Satria


"Yang jelas tidak akan membuat istri ku yang cantik ini kelaparan "potong Satria sambil memegang dagu Vina


"Baiklah aku ingin merasakan telor ceplok buatan mu"tantang Vina sambil mengulum senyum nya

__ADS_1


"Siap.....Tuan putri berbaring saja di sini,biar aku yang menyelesaikan semua pekerjaan hari ini,anggap saja ini hari pertama pernikahan kita"ujar Satria segera bangkit dari tempat tidur


"Kantor mu???"


"Anggap saja ini hari libur pengantin baru"


"Bagaimana bisa libur,nanti karyawan mu akan kehilangan bos nya,tidak baik mengajar kan tidak disiplin....!!!"


"Lebih penting nyonya bos nya dari pada kantor nya" jawab Satria sambil berjalan keluar kamar mereka membuat Vina tersenyum kecil


Vina segera bangkit dan merapikan kamar mereka, meskipun Satria sudah menawarkan diri untuk mengerjakan semua pekerjaan rumah tapi Vina merasa dia harus membantu,bukan nya suami istri sungguhan saling membantu.


***


"Tapi Ay,aku bosan kalau terus-terusan di rumah" potong Nur sambil memasang kan dasi Tama


"Baru semalam aku menasehati mu,pagi nya sudah membangkang,tidak baik membantah ucapan suami"


"Bukan begitu,kalau tidak ada pekerjaan berat badan ku bisa-bisa naik drastis Ay,kamu mau aku gendut"


"Mau gendut atau pun kurus aku tetap menyukai mu,kau tetap mencintai mu"

__ADS_1


"Gombal!!!" cebik Nur


"Tidak akan lama sayang,aku hanya ingin melihat hasil dari kerja keras ku beberapa malam ini"jawab Tama membuat Nur malu dan menepuk pelan lengan suaminya ini


"Sudah sana berangkat kerja" ujar Nur menarik tangan Tama dan mencium punggung tangan nya


Tama mencium kening Nur serta pipi kiri kanan nya lalu segera keluar kamar dengan Nur bergelayut manja di lengan suaminya ini.


"Nur,pagi ini Bunda mau ketempat Bella,kamu ikut?" tanya April


"Ngapain bun?"


"Periksa kehamilan Bella dan Vina"


Nur menatap wajah Tama, senyum yang dia perlihatkan untuk suaminya tadi sontak menghilang jika membahas tentang anak.


"Nur-N-ur"


"Siang ini kami ada acara bun, seperti nya bunda saja" jawab Tama dan di anggukki April


"Sarapan dulu tam"ajak Haikal

__ADS_1


Wajah Nur tiba-tiba berubah muram meskipun dia masih mengambil kan sarapan untuk Tama tapi terlihat jelas tak bersemangat,Tama menggenggam erat tangan Nur memberikan semangat pada. istrinya ini.


Setelah sarapan Tama segera berangkat,dia tau Nur sangat menginginkan anak tapi untuk saat ini pernikahan mereka masih seumur jagung,Tama merasa belum saat nya mereka harus periksa atau pun program kehamilan karena Tama sendiri masih menikmati masa-masa pengantin baru mereka.


__ADS_2