Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Sidang


__ADS_3

"Pikiran loe pendek....kenapa pake acara culik segera,loe kira kita lagi di dalam film action,makanya jangan kebanyakan nonton dangdutan"kesal Ardian


"Apa hubungannya coba" celetuk Devan cemberut karena usulnya malah tidak di terima oleh sepupu nya ini.


"Gini-gini...loe kan paling tua Ar,loe temui Andre bukan nya loe juga kenal sama dia dan loe juga kan yang mau segera nikah sama Nisa?" ucap Sam menunjuk Ardian


"Jangan bahas-bahas nikah Sam bukan cuma gue doang yang mau nikah,elu juga" tunjuk balik Ardian tak terima


"Vivian juga udah ngajak loe nikah jadi jangan loe jadikan gue kambing hitam" marah Ardian


"Kalian emosian ya sekarang,udah ngebet banget pada mau nikah, mentang-mentang gue belum bisa meluluhkan hati Diana loe pada mau ninggalin gue sendiri" Sindir Devan


"Bukan gitu Van,Sam juga mau nikah tapi gue sendiri yang dia salah kan"


"Oke....oke,,gue minta maaf! gimana kalau kita temui Andre sama-sama,kita minta penjelasan dari dia"


"Deal" sahut Ardian


"Oke siapa takut! kita sidang dia" tantang Devan dia juga ingin menanyakan bagaimana bisa Andre menikahi sepupu nya tanpa di ketahui keluarga.


****


"Bagaimana ma,kapan kita bisa bertemu dengan keluarga Nisa? seperti nya Nisa dan Ardian sudah ingin segera menikah?" tanya Nur pada Adel


"Kamu siapkan semua nya Nur,saat kondisi opa sudah mulai membaik kita ke sana"

__ADS_1


"Opa sudah membaik, apalagi kalau tentang pernikahan cucu-cucu opa,kapan pun opa siap" jawab Damian


"Opa paling bersemangat jika mendengar mereka mau menikah karena usia mereka tidak lagi muda" lanjut Damian


"Aku juga begitu opa, ingin sekali menimang cucu,opa tau sendiri bukan Ardian hanya sendiri membuat rumah terasa sunyi jika dia pergi, semoga saja secepat nya tangisan bayi hadir setelah Ardian menikah" do'a Nur dan di amiin kan Adel,dia pun juga ingin melihat cicit nya lahir sebelum dia menutup usia.


"Sampai kan pada Nisa kalau keluarga kita akan datang Lusa,tapi tetap pernikahan akan terjadi jika Kiara sudah menikah,pamali melangkahi kakak perempuan " ingat Adel dan di anggukki Nur patuh


Nur juga ingin Kiara,Devan dan Sam menemukan pasangan mereka masing-masing agar semua keluarga besar mereka bisa merasa kebahagiaan.


****


"Jangan aneh-aneh deh Ar,aku tidak mau jika Dahlia datang lagi ke dalam ruangan mu dan memergoki kita di sini" tegas Nisa saat Ardian akan mencium nya


"Kamu bercanda!"


"Kapan aku pernah bercanda dengan mu,aku serius aku bosan melihat dia bolak-balik ke dalam ruangan ku"


"Bosan atau senang karena dia mulai ngefans sama kamu" goda Nisa


"Ck....aku tak tertarik pada nya"jawab Ardian cepat


"Dulu pun kamu bilang ta tertarik pada ku tapi nyatanya apa,malah ngebet banget pengen nikahin aku sekarang kan!" sindir Nisa membuat Ardian tersenyum malu,jika di flashback kembali Ardian akan senyum-senyum sendiri mengingat betapa dia menolak saat akan di kenalkan pada Anisa tapi setelah dekat justru tak ingin berpisah.


"Jangan termakan omongan sendiri kamu,sudah cepat cek laporan ini aku ingin segera mengirimkan pada sekretariat Mr.Lee gr pekerjaan ku selesai,siang ini aku harus menemani pak Tama Meeting di restoran X" ucap Nisa memberikan berkas pada Ardian

__ADS_1


Ardian menepuk paha nya memberikan kode pada Nisa agar duduk di dekat nya tapi Nisa malah melotot kan mata pada kekasih nya ini membuat Ardian mencubit pipi Nisa gemas,dia sendiri tidak tau kenap dia sangat menyukai Anisa apa mungkin karena selama ini Ardian memang tak pernah mengenal wanita jadi sekalinya suka tak mau di lepas lagi.


"Jadi siang ini kita nggak makan siang bareng yang?" tanya Ardian


"Tidak!!! aku akan kembali ke kantor pukul tiga,kamu makan siang sama Devan dan Sam saja dulu"


"Bosan! tadi pagi sudah bertemu mereka,masa siang ini harus bersama mereka lagi" cemberut Ardian


"Mau bagaimana lagi,ini pekerjaan" sahut Nisa


"Kalau kita sudah menikah aku ingin kamu pindah jadi sekretaris ku"


"Mana bisa begitu, semua ada prosedur nya,aku sudah lama mengurusi semua keperluan pak Tama mana mungkin bisa berpindah pada mu"


"Tidak ada yang tidak bisa,asal ada kemauan" tegas Ardian


Anisa menghela nafas panjang, berdebat dengan Ardian sama saja menguras tenaga nya saat ini, sedangkan dia harus menyiapkan bahan untuk meeting siang ini.


"Aku permisi dulu" ujar Nisa hendak berdiri tapi di tahan oleh Ardian


Ardian menarik Nisa ke dalam pelukan nya dan mencium bibir Anisa sekilas lalu melepaskan nya.


"Berdekatan dengan mu tiap hari membuat ku bisa-bisa hamil" celetuk Nisa kesal


"hahaha.... justru itu yang aku mau sayang agar kita segera di nikahkan sekarang tanpa menunggu Kiara" jawab Ardian terkekeh membuat Nisa menggeleng kan kepala lalu keluar.

__ADS_1


__ADS_2