
" Sayang....." Ujar Damian menggenggam tangan Adel yang terlihat dingin,wajahnya masih pucat
"Anak kita?" tanya Adel pelan,dia masih belum punya tenaga
"Anak kita sehat, mereka lucu....Abang nya tampan adik nya cantik seperti kamu" bisik Damian pelan
"Jangan pikirkan apapun sayang, pikirkan kesembuhan mu,aku mencintaimu,kami butuh kamu sayang" lanjut Damian
Adel mengangguk pelan, bibir nya sedikit tertarik dan air mata nya menetes bahagia dia saat ini sudah menjadi seorang ibu,hal yang paling dia tunggu selama ini.
"Kamu istirahat saja ya,aku ingin kamu sembuh dan kita bisa bersama merawat mereka,saat ini sudah ada Bik ina yang mengurusi nya"jelas Damian sambil mengusap lembut rambut Adel
"Ada mas Heru di luar bersama Haikal, mereka melihat anak kita dan kamu sayang,apa kamu mau bertemu mereka?" tanya Damian dan di anggukki Adel pelan
Damian mencium kening Adel dan segera keluar,tadi suster mengatakan Adel belum boleh ramai di kunjungi,takut perut nya malah menegang usai operasi.
"Mas,masuk lah bersama Haikal" ucap Damian
Bagaimana pun juga Damian tidak mengizinkan Haikal masuk sendiri,dia takut Haikal malah berbicara macam-macam sehingga Adel malah bertambah sakit.
"Del... selamat atas kelahiran anak kalian" ucap Pak Heru mendekat
"Terimakasih pa, bagaimana papa bisa tau?" tanya Adel,Adel tidak bisa merubah panggilan nya pada mantan mertua nya ini karena sudah terbiasa,dan Adel juga sudah menganggap pak Heru sebagai orang tua nya sendiri karena kebaikan lelaki ini.
__ADS_1
"Haikal yang mengatakan karena Damian tidak masuk kantor beberapa hari ini" jawab Pak Heru membuat Adel menatap Haikal yang hanya diam di samping papa nya.
"Papa berharap kalian semua bahagia, sudahi perang dingin ini dan cari kebahagiaan kalian masing-masing, mungkin kamu masih menyimpan rasa amarah pada Haikal tapi saat ini kamu dan Damian sudah bahagia maaf kan Haikal nak"pinta pak Heru,selama ini pak Heru ingin berbicara empat mata dengan Adel tapi selalu tak memiliki waktu.
"Pa,aku sudah lama memaafkan Haikal,sejak menikah dengan Damian aku merasa hidup ku sangat sempurna bahkan tuhan menjawab langsung semua do'a ku saat aku bersama Damian,tak ada alasan untuk ku tak bahagia bersama lelaki itu,aku hanya minta pada Haikal coba lah menghargai seorang perempuan karena dia juga terlahir dari rahim seorang perempuan,jaga dan sayangi apa yang sudah kamu miliki karena jika sudah pergi tak akan bisa kembali" ucap Adel pelan, meskipun Adel berbicara pelan tapi cukup menyentuh kehati Haikal
"Del...maaf kan aku" ucap Haikal tertunduk,dia merasa malu menatap Adel
"Aku salah selama ini del,aku hanya mementingkan diri ku sendiri tanpa memperdulikan perasaan mu" lanjut Haikal
Adel menarik sudut bibirnya kecil dan meminta Haikal mendekat dengan nya dengan gerakan tangan
"Kamu tau hal terbesar yang aku ingin kan selama ini?" tanya Adel dan di jawab gelengan oleh Haikal
"Del...maaf..!! aku bodoh del,aku egois aku memang lelaki yang brengsek" ucap Haikal mendekat pada Adel dan menggenggam tangan nya
"Damian mengajar kan ku banyak hal,Damian memberikan ku semangat,bahkan saat aku rapuh Damian hadir memberikan cinta yang aku pun tak bisa menolak nya hingga kami memutuskan untuk menikah, mungkin aku salah menikah dengan paman mu hanya untuk dendam saat itu tapi semua nya sirna dengan perlakuan baik Damian,dia menyayangi ku lebih dari dirinya sendiri, bahkan dia memperlakukan ku seperti ratu" Aku Adel menitikkan air mata mengingat betapa sabar nya Damian menghadapi Adel selama ini
"Kamu tidak salah nak,kamu nyaman bersama Damian memang itu yang seharusnya terjadi karena kamu sudah menderita selama ini bersama Haikal" potong pak Heru
"Kami sudah bahagia dengan hadirnya anak di tengah-tengah kami jadi tolong jangan lagi ganggu kehidupan rumah tangga kami kal" ucap Adel dan di anggukki Haikal,air mata Haikal jatuh,dia menyadari kesalahan nya selama ini,Adel benar-benar wanita hebat dan kuat,Haikal berharap suatu saat nanti dia bisa mendapatkan wanita seperti Adel sebagai istri nya.
"Cari lah kebahagiaan mu yang lain,tata kembali kehidupan mu"lanjut Adel menyadari Haikal bahwa dia hanya milik Damian
__ADS_1
Pak Heru menepuk pundak Haikal pelan memberikan semangat untuk anak lelakinya ini.
*****
"Sayang,anak kita mana?" tanya Adel,saat ini kondisi nya sudah mulai semakin membaik
"Masih di ruang bayi, Dokter bilang kamu harus istirahat dulu sayang,takut nya kamu malah stress dan Asi mu tidak bisa keluar" jelas Damian sambil memberikan satu potong buah apel pada Adel
"Lalu sekarang mereka di berikan apa?" tanya Adel karena memang Adel belum memberikan ASI-nya saat ini
"Susu formula,Asi mu belum keluar selama kamu tidak sadar kemarin,memang ASI makanan terbaik mereka tapi jika kamu belum bisa memberikan nya jangan di paksa sayang,nanti di latih saat keluar dari rumah sakit" ucap Damian,dia tidak mau Adel stress dan malah memperburuk keadaan nya, kasihan anak mereka terlalu lama jauh dari Adel
"Pulihkan dulu dirimu setelah itu kita akan bertemu si kembar"
"Nama nya siapa sayang?" tanya Adel memang mereka belum pernah membahas soal nama
" Kamu mau nya apa?" tanya Balik Damian
Adel tampak berpikir sejenak lalu menggeleng kan kepala,dia tidak memiliki pilihan nama
"Kami terlihat cantik dalam keadaan apapun" puji Damian tersenyum kecil melihat wajah polos Adel, meskipun tanpa makeup perempuan ini cantik natural
Adel memukul lengan Damian kecil, saat seperti ini sempat-sempat nya dia menggombal
__ADS_1
" Istirahat dulu sayang,besok kita bahas lagi masalah nama" ucap Damian menarik selimut Adel dan mengecup pipi istri nya ini.