Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
jujur


__ADS_3

"Ay......tante Bella hamil" adu Nur


"Oh ya,,wah..... selamat untuk mereka sayang, sebentar lagi kita akan ada keponakan" jawab Tama sambil memeluk tubuh Nur


"Kamu kenapa cemberut gitu,nggak suka Bella hamil?" tanya Tama


"Bukan begitu Ay,kok kita nikahnya barengan tapi Nur belum juga hamil,apa jangan-jangan Nur mandul"


"Hahaha...... jangan berpikir yang tidak-tidak sayang, setiap orang berbeda-beda,apa setiap tanggal pernikahan yang sama dengan kita hamil kamu harus hamil juga, bagaimana jika anak mereka 10 kamu juga mau sepuluh?" canda Tama membuat Nur mengerucut kan bibir nya dan di cubit kecil oleh Tama


"Bukan begitu juga y,Tapi kan Nur juga mau hamil barengan sama Vina dan tante Bella


Tama menatap Nur dengan mengerutkan keningnya


"Kamu yakin Vina itu hamil beneran sayang?" tanya Tama


"Ya yakin lah, tadi saja Vina bilang akan memeriksa kehamilan nya bersama tante Bella,coba kamu bayangkan ay kalau kita periksa ke dokter kandungan sama-sama pasti seru....!!"


"Sayang kamu mau mendengarkan penjelasan ku?"tanya Tama serius


"Penjelasan apa? jangan buat Nur khawatir ya"


"Tapi kamu janji tidak akan marah?"tanya Tama lagi membuat jantung Nur berdetak lebih cepat dari biasanya


"Ay...jangan bicara yang aneh-aneh Nur takut"

__ADS_1


"Begini" Tama menghela Nafas panjang dia ingin menjelaskan semuanya pada Nur,Tama ingin Nur ikut membantu rumah tangga Satria dan Vina setidaknya rumah tangga mereka dilandasi kejujuran.


"Sayang Vina tidak hamil"


"Ay....ngaco kamu!!! orang kak Satria sendiri mengakui kalau Vina hamil bagaimana kamu bisa tau Vina tidak hamil,atau jangan-jangan-??"


"Sayang jangan sembarang berpikir aku hanya berusaha meluruskan nya saja karena bagaimanapun bercerita dengan Satria saat ini dia tidak akan mendengar kan ku,dia sedang emosi pada ku" Potong Tama


"Dari mana kamu tau semua ini?" cecar Nur yang mulai terpancing curiga


Tama menghela nafas panjang dia sebenarnya juga bingung harus memulai cerita dari mana tapi Tama harus menjelaskan semuanya agar tak ada lagi yang mengganjal di pikiran nya.


"Sayang....Vina berbohong mengatakan dia hamil karena dia ingin aku kembali pada nya, awalnya Vina ingin menjebak ku tapi Satria mendengar sepihak saja kalau Vina hamil tanpa meminta penjelasan dari ku,Saat Vina kerumah dia ingin mengatakan kalau aku yang menghamilinya tapi sesampainya di rumah malah Satria yang mengaku tanpa memberikan waktu untuk Vina bicara"


"Bagaimana mungkin Vina berani mengatakan nya jika dia tak punya bukti"ujar Nur


"Sayang sebelum itu aku minta maaf tapi aku benar-benar jujur pada mu,Vina mabuk berat karena kita menikah dan sahabat nya menghubungi ku untuk minta menjemput Vina, karena aku merasa dia masih tanggung jawab keluarga ku aku pergi dan mengantarkan nya ke apartemen,tapi sumpah aku tak melakukan apapun aku hanya menunggu sampai dia tertidur lalu pulang" aku Tama jujur sambil menggenggam tangan Nur


Nur berpikir sejenak ini lah teka-teki yang dia cari selama ini,bau Parfum di pakaian kotor Tama


"Sayang.....jangan berpikiran macam-macam,Vina perempuan baik,aku kenal dia lama,dia bukan penganut *** bebas begitu juga Satria ini hanya kesalahpahaman saja"


Nur menatap wajah Tama tajam membuat lelaki tampan itu bergedik ngeri dengan tatapan sang istri.


"Jadi Vina tidak hamil?"tanya Nur lagi

__ADS_1


"Saat mereka menikah tidak,tapi ntah lah kalau sekarang tidak ada yang tau dengan rumah tangga mereka saat ini, Satria begitu tertutup begitu juga Vina aku tak ingin mencari tau lagi"


"Aku bisa merasakan sakit hati Vina ay,di tinggal saat hari pertunangan, bahkan aku tak bisa membayangkan jika itu terjadi pada ku,ntah apa yang akan aku perbuat,bisa jadi bunuh diri" jelas Nur


",Sebegitu besar nya cinta mu pada ku " goda Tama


"Ya,aku harus akui itu,wajar jika Vina menghalalkan segala cara agar kamu kembali pada nya,tapi segala nya sia-sia karena kak Satria"


"Lalu aku harus bagaimana,harus kembali pada Vina?" tanya Tama menatap Nur dengan wajah masam


"Kamu mau?" tanya balik Nur


"Jangan gila sayang,aku bukan mainan"


"Siapa yang meminta mu kembali pada Vina"


"Lalu"


"Kita buat mereka saling cinta jika perlu buat Vina hamil yang sesungguhnya biar keluarga kita benar-benar bahagia"


"Cara nya?" tanya Tama bingung


Nur membisikkan sesuatu dan Tama mengangguk patuh lalu mencium pipi Nur berkali-kali.


"Ay.....sudah" pekik Nur

__ADS_1


__ADS_2