Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Lelah


__ADS_3

Haikal pulang dengan wajah yang cukup lelah,berapa hari menginap di rumah sakit membuat tubuh nya terasa sakit dan mendadak perut nya mual.


"huek....huek...."


"Mas...kamu sakit?" tanya April pelan


"Mungkin masuk angin biasa sayang karena beberapa hari ini sibuk mengurus mama dan telat tidur di sana" jawab Haikal


"Mau aku buatkan air jahe mas?" tanya April lagi


"Boleh...Anak-anak mana?"


"Sudah tidur" jawab April karena Haikal pulang memang sudah malam,papa nya harus pulang mengambil barang-barang yang dia butuhkan jadi Haikal yang menunggu hingga malam, sedangkan Fajar dia harus menghandle kantor selama Haikal yang di rumah sakit.


Haikal mendekat dan memeluk tubuh April,rasa lelahnya seketika hilang melihat wajah cantik istri nya ini, menurut Haikal semakin hari April terlihat semakin cantik bahkan dia sendiri tak ingin berpisah dengan April saat ini.


"Maaf beberapa hari ini aku tak bisa menemani mu,mama butuh aku saat ini sayang" jelas Haikal


"Aku bisa mengerti mas,saat ini mama mu yang terpenting aku tidak masalah jadi yang kedua dia ibu mu, wanita yang sudah melahirkan mu, tanpa dia kamu tak mungkin ada di dunia ini mas" ucap April

__ADS_1


"Terimakasih sayang kamu selalu mengerti aku, aku kangen sayang"


"Mandi dulu mas lalu makan,aku siapkan makan malam nya ya beberapa hari ini kamu pasti makan tidak sempurna kan?" tebak April dan di anggukki Haikal


"Ayo mandi dulu aku tunggu di meja makan segera" perintah April


Haikal berdiri dan mengambil handuk kepala nya sedikit pusing ntah ini karena kurang tidur atau hal lain,Haikal sendiri tidak mengerti,badan nya sangat lelah tapi pikiran nya selalu tertuju pada mama nya.


April memanaskan lauk yang sudah dia simpan di lemari,di buatkan nya minuman jahe hangat untuk Haikal, meskipun hatinya masih bertanya-tanya dengan pernikahan yang tak di restui tapi April tetap sebaik mungkin melayani Haikal,April berpikir ini hanya salah paham dan semua cepat membaik,dia bisa merasakan hidup bahagia bersama Haikal nanti.


Hingga saat ini April belum menyampaikan pada Haikal tentang kehamilan nya karena memang belum ada waktu yang tepat menurut nya,jika dia mengatakan sekarang sudah pasti Haikal akan sibuk pada nya, bagaimana dengan mama nya nanti?? lebih baik April mengalah dulu saat ini sampai menunggu mertua nya pulang kerumah dengan kondisi sehat.


"Masak apa sayang?" tanya Haikal memeluk tubuh April dari belakang dan sesekali mencium tengkuk perempuan cantik ini.


"Ada cah kangkung juga,tadi aku sengaja masak separuh nya,biar bisa masak malam ini untuk kamu,makan nya enak panas-panas mas" lanjut April


"Masak apa lagi?"


"Ada telur balado kesukaan Vino"jawab April

__ADS_1


"Sayang Terimakasih sudah membantu ku menjaga Satria,aku sudah merepotkan mu"


April membalikkan tubuhnya dan memegang pipi Haikal lembut,di tatap nya mata suami nya ini penuh cinta


"Satria juga anak ku mas,aku tak pernah membedakan nya dengan Vino,kasih sayang ku sama,kamu jangan merasa sungkan,aku istrimu.Bukan nya suami istri memang harus saling membantu dalam hal apapun,Aku tak ingin di anggap sebagai ibu sambung Satria mas,aku ingin Satria juga merasakan kasih sayang seorang ibu dari ku" jelas April tersenyum manis


Haikal mengambil punggung tangan April dan mengecup nya sekilas


"Benar kata papa kamu perempuan yang pantas di perjuangkan,aku mencintaimu sayang"


"I Love You to" bisik April malu membuat Haikal gemas dan mencium pipi April


"Sudah...nanti di lihat anak-anak,ayo makan keburu dingin mas" ajak April menarik tangan Haikal ke arah meja makan


Beruntung sejak di nyatakan hamil April tak banyak permintaan dan tak mengidam seperti kebanyakan orang,mungkin baby nya mengerti kalau saat ini papa nya tengah banyak pikiran,April tak ingin menambah beban pikiran Haikal lagi dengan permintaan konyol orang mengidam.


Haikal menguyah makan malam nya dengan lahap, beberapa hari meninggalnya masakan istri nya membuat Haikal terlihat sangat rindu.


"Pelan-pelan mas, tidak ada yang akan mengambil makanan mu" goda April membuat Haikal tersenyum kecil

__ADS_1


"Masakan mu selalu enak sayang" puji Haikal


"Kalau enak habis kan ya" ucap April dan di angguki Haikal patuh.


__ADS_2