
Tiga hari sudah Bu Fatma di rawat di ruang ICU tak sadarkan diri sedang kan Anita sudah di perbolehkan pulang karena hanya mengalami luka ringan biasa, beruntung Anita tak cidera parah.
"Pa,,apa tidak ada tanda-tanda sadar dari mama?" tanya Haikal dan di jawab gelengan oleh pak Heru, ruangan yang sunyi hanya terdengar suara alat-alat medis yang melekat di tubuh bu Fatma membuat suasana semakin mencekam.
"Pa,, istirahat saja biar aku yang menghentikan papa menjaga mama" ujar Haikal pelan
"Dulu sewaktu kamu masih kecil mama mu selalu mengatur hidup mu hingga sampai saat kamu dewasa bahkan sampai detik ini dia masih mengatur mu,semua itu dia lakukan karena dirinya selalu di atur oleh mendiang kakek mu dulu bahkan menikah dengan papa pun kakek mu yang pilih kan" ucap Pak Heru mulai membuka cerita nya
Pak Heru menghela nafas panjang mengingat pertama kali mereka bertemu dan akhirnya menikah,dulu Bu Fatma tak pernah bisa menentang orang tua nya meskipun dia keras kepala tapi papa nya selalu punya cara membuat nya tunduk hingga akhirnya dia limpahan pada Haikal anak pertama nya.
"Kami di jodohkan tapi papa sudah berjanji akan menemani mama mu sampai akhir hayat meskipun dia keras kepala" lanjut pak Heru
"Kedengarannya seperti balas dendam" Sahut Haikal
"Bisa di bilang begitu tapi sebenarnya dia sayang pada mu hanya cara nya saja yang salah,Intinya dia ingin yang terbaik untuk mu"
"Papa bahagia menikah dengan mama???" tanya Haikal
"Meskipun tak bahagia janji seorang pria sejati harus di pegang sampai mati,papa hanya berharap suatu keajaiban datang pada mama mu tapi sepertinya sulit"jawab pak Heru tersenyum kecut
__ADS_1
"Mama mu tidak punya siapa-siapa selain papa, kamu dan Fajar dia anak tunggal, sedangkan papa masih punya om Damian,kamu dan Fajar"
"Pa,jika rumah tangga tak bahagia percuma, apalagi papa tidak terlalu tua pa"
"Papa tak pernah menuntut bahagia,punya kamu dan Fajar sudah cukup bagi papa, meskipun terkadang perempuan ini mengesalkan tapi dia punya sisi baik juga. Mama mu tak pernah berpaling dari papa meskipun dengan segudang harta,dia perempuan setia padahal bisa saja dia meninggal kan papa dan pergi dengan lelaki lain saat papa nya tiada tapi tak di lakukan nya,dia bertahan di sisi papa meskipun tiap hari di penuhi dengan pertengkaran,dia bertahan untuk kalian meskipun dia mendominasi mu, Jika dia pergi akan ada yang kurang"jelas pak Heru
"Apa?"
"Rumah akan sepi tanpa ocehan nya" jawab Pak Heru tersenyum kecil
"Tapi kenapa hanya aku pa, Fajar tidak...!!"
"Karena kamu anak pertama yang kami punya, karena kamu yang dari awal bisa di atur nya sedangkan Fajar pembangkang,pulang dan pergi sesuka hati nya"jawab pak Heru
"Aku hanya ingin menunjukkan bakti ku pa"
"Boleh..... sebagai seorang anak boleh kamu tunjukkan bakti mu tapi bukan kelemahan mu yang bisa di jadikan senjata oleh mama mu"
"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Haikal bingung
__ADS_1
"Pertahankan apa yang seharusnya kamu pertahanan, perjuangkan apa yang patut di perjuangkan"
Lagi-lagi Haikal menghela nafas panjang, mungkin memang waktu nya dia bahagia bersama April,bukan lagi mengikuti kehendak mama nya,tapi dari cerita papa nya ini Haikal jadi tau kenapa mama nya berbuat demikian semata-mata hanya ingin melepaskan rasa dendam pada kakek nya dulu.
"Perjuangan istrimu jika kamu rasa perempuan itu patut di perjuangkan" lanjut pak Heru dan di anggukki Haikal pelan
Berbicara istri Haikal teringat April di rumah,sedang apa perempuan itu sudah tifa hari ini Haikal tak begitu memperhatikan nya karena sibuk di rumah sakit.
***
"Sayang aku juga mau ikut mengunjungi Mama" rengek Adelia pada Damian
"Si kembar??"
"Tinggal kan saja pada pengasuh nya sebentar sayang, bagaimana pun juga aku pernah menjadi bagian dari hidup nya dulu" ujar Adel
"Bukan hanya dulu sekarang pun dia masih bagian kita sayang,dia kakak ipar ku" sahut Damian
"Iya,tapi aku benar-benar ingin bertemu dengan beliau sayang"
__ADS_1
"Baiklah bersiap segera" jawab Damian
Adelia tersenyum manis dan segera bersiap, mengetahui Bu Fatma kecelakaan Adel sedikit sedih meskipun perempuan itu selalu membuat jengkel dirinya tapi Adel masih bersyukur memiliki mereka karena Adel tidak memiliki keluarga lagi selain mereka.