
"Kenapa sih bang kamu nggak bisa buat aku sama seperti Nur" gumam Vina pelan di sudut ruangan,air mata perempuan ini sudah menetes dengan sendirinya.
Saat ini dia menjauh dari Bella karena Vino sudah datang.
Satria dari kejauhan memperhatikan Vina yang terlihat sedih,dia menyendiri di sudut ruangan sedang kan yang lain nya sibuk dengan kegiatan masing-masing yang ikut mengatur ruangan yang terlihat belum sempurna.
"Apa yang kurang dari aku? aku cantik,tidak kalah dari Nur, aku lebih dewasa tapi kenapa,kenapa kamu tidak bisa menerima ku bang"lanjut Vina sambil mengepalkan tangan nya.
"Hey" panggil Satria membuat Vina tersentak kaget dan menghapus cepat air mata nya
"Kamu nangis?"
"hmmm,,ini kemasukan debu" elak Vina
"Seperti nya WO kurang profesional,tidak bisa melihat situasi"ucap Satria melihat kiri kanan
"Seperti nya begitu" sahut Vina
"Kenapa bisa di sini?" lanjut Vina
"Tadi bunda minta di bawakan beberapa keperluan Nur,malam ini mereka akan menginap di sini karena besok sudah hari H" jawab Satria tersenyum kecil dan di angguki Vina
__ADS_1
"Maaf aku harus pamit karena harus mengantarkan mama di Bandara"
"Tante Bella mau ke mana?"
"Papa sakit jadi mama harus segera keluar negeri sekarang"
"Hmmmm...oke, hati-hati di jalan salam untuk tante Bella"
"Ya......"sahut Vina sambil berjalan meninggalkan Satria sendiri
Satria melihat kiri kanan memperhatikan dekorasi ruangan yang di sulap sangat indah.
Haikal menepuk pundak Satria membuat Lelaki tampan ini tersadar dari lamunannya.
"Pa...."gumam Satria pelan
"Semua orang punya masa lalu,dan semua orang punya kesalahan,maaf kan papa yang tidak bisa memberikan mu keluarga utuh-"
"Pa,bunda lebih dari segala-galanya,dia sosok ibu sambung yang tak bisa di gantikan oleh siapa pun,sikap lembut nya bisa menghipnotis siapa saja termasuk papa" potong Satria sambil terkekeh kecil dan anggukki Haikal setuju karena hanya pada April dia mampu bertahan hingga detik ini.
"Aku tidak menyesali semua nya pa hanya saja aku masih sedikit trauma mencari sosok perempuan lain"
__ADS_1
"Tuhan itu menguji kita dari suatu masalah Nak hingga kita bisa menjadi kan suatu musibah itu sebagai pelajaran agar lebih baik lagi,dan saat kita semakin kuat tuhan akan memberi kan kita kejutan besar"
"Semoga segera di pertemukan dengan kejutan besar nya pa" ujar Satria tersenyum
"Tumben bicara nya serius sampai nggak lihat bunda datang" goda April yang melihat ayah dan Anak ini terlihat akur dan berkarisma
"Ngomongin apa??"tanya April lagi
"Bunda kepo....!!" jawab Satria tersenyum manis
"Ya iya lah mana tau ngomongin bunda,hayo ngomongin siapa??"
"Ngomongin bunda ya pa?" tanya April pada Haikal dan di jawab gelengan cepat oleh Haikal.
"Papa takut tidur di luar bun" goda Satria
"Bener pa, ngomongin bunda?"
"Nggak bun.... Satria ngaco" jawab Haikal cepat karena di hadiahi cubitan kecil dari April
"Ayo ikut bunda,papa harus di hukum" ujar April menarik tangan Haikal dan membawa nya pergi, Satria melihat kemesraan antara papa dan bunda nya ini membuat nya bahagia,di sisa umur nya yang sudah tua papa dan bunda nya selalu bisa menampilkan sisi kebahagiaan di rumah tangga mereka Satria berharap agar semua ini bertahan hingga maut memisahkan mereka.
__ADS_1