Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
salah paham


__ADS_3

Sudah pukul tujuh malam tapi Tama belum juga pulang kerumah membuat Nur bertambah kesal.


"Janjinya pulang cepat,tapi ini apa...!! udah mau makan malam juga belum pulang,apa kamu sedang senang-senang bersama perempuan lain Ay" gerutu Nur


"Kenapa sayang?" tanya April yang baru keluar dari kamar melihat Nur mengoceh sendiri di ruang makan.


Nur menghela nafas panjang, seperti biasa nya Nur tidak pernah mau bercerita lebih detail lagi dia berusaha memendam sendiri perasaan nya.


"Kalau ada apa-apa cerita,kamu sekarang sudah bersuami Nur harus lebih dewasa dalam menyikapi segala sesuatu,jangan menyimpulkan sesuatu yang belum tau duduk perkaranya" ucap Haikal


"Tapi pa-"


"Assalamualaikum....." ujar Tama yang baru datang dan langsung mendekat pada Nur lalu mencium kening perempuan yang sedang cemberut ini.


"Waalaikumsalam.... Langsung makan Tam" jawab April


"Nanti bun mau mandi dulu,gerah....!!" jawab Tama berjalan kearah kamar tak lama di ikuti Nur dari belakang.


Sesampainya di kamar Tama melepaskan pakaian kotor nya lalu masuk ke kamar mandi,Tama merasa kepalanya pusing saat ini dan dia butuh air hangat untuk menenangkan pikiran nya, lagi-lagi Nur mencium bau parfum perempuan dengan wangi yang sama.


"Parfum siapa sebenarnya ini" batin Nur sambil meremas pakaian kotor Tama


Nur hanya menitikkan air mata,Tama sudah berkhianat pada nya,kalau memang Tama memiliki perempuan lain kenapa harus menikahi nya,apa pernikahan seumur jagung ini harus kandas.


Nur tak bisa lagi berpikir jernih dia segera keluar dari kamar nya.

__ADS_1


"Kenapa dek?" tanya Satria yang baru datang


"Hmmm...itu kak kelilipan" jawab Nur menghapus cepat air mata nya takut jika Satria tau dia habis menangis


"Jangan bohong???"


"Beneran kelilipan kak,lihat ini nggak apa-apa"ujar Nur mencoba tersenyum meskipun hatinya saat ini tengah sakit.


Satria menarik tangan Nur dan memeluk adik perempuan nya ini


"Disaat Tama menyakiti mu kamu masih bisa menyembunyikan nya dek, begitu besar cinta mu untuk Tama, bagaimana jika kamu tau kalau Vina saat ini sedang mengandung anak Tama,aku yakin kamu bakal hancur dek, hancur....!!!" batin Satria sambil mencium puncak kepala Nur


"Aku tak akan membiarkan satu orang pun menyakiti mu,baik Tama maupun Vina"lanjut Satria membatin


"Mana Tama?"


"Lagi mandi kak,ada perlu sama Abang?" tanya Nur


"Hmmm.... urusan kantor,tapi sepertinya Tama sedang lelah besok saja kakak datangi dia di kantor" ujar Satria mengusap kepala Nur lalu pergi


Nur kembali lagi ke dapur di mana papa dan Bunda nya sedang makan malam


"Mana Tama??" tanya April


"Mandi" sahut Nur pelan lalu ikut duduk di meja makan

__ADS_1


Nur hanya mengaduk-aduk makanan nya membuat April dan Haikal saling pandang,apa yang sedang terjadi pada anak perempuan nya ini, kenapa Nur dari pagi terlihat tidak bersemangat.


Tama keluar dari kamar lalu ikut bergabung di meja makan


"Sayang kenapa tidak di makan?" tanya Tama membuat Nur tersentak kaget, bahkan Tama sudah duduk di sebelah nya pun Nur tidak mengetahui nya karena fokus berpikir dengan perempuan yang sudah bersama suaminya.


"He...hmmm....iya" jawab Nur lalu memasukkan sedikit nasi ke dalam mulutnya, sulit sekali Nur menelan nasi tersebut hingga di dorong nya menggunakan air putih.


Mereka makan dalam diam membuat suasana terasa semakin tegang, setelah makan Nur pamit duluan dengan alasan sedang tidak enak badan.


***


"Bagaimana cara bicara nya Mas,aku takut mama malah tersinggung?" ujar Bella


"Sayang mas hanya merasa kasihan jika mama terus-menerus meminta kamu untuk belajar memasak,mas tau maksud mama itu baik agar kamu bisa melayani suami tapi mas merasa itu tidak perlu karena dengan kamu terus di samping mas sudah cukup membuat mas bahagia,mas tidak perduli dengan kekurangan mu karena semua itu bisa mas tutupi" ujar Vino memeluk tubuh Bella


Vino mengajak Bella untuk pindah ke apartemen karena kasihan pada istrinya ini,Abel terlalu terobsesi membuat Bella bisa mengurus Vino dengan sempurna mungkin semua itu dikarenakan masa lalu Adel yang buruk,Adel seorang istri yang sempurna saja bisa di tinggal kan suami apalagi Bella yang memang hanya tau bekerja saja.


"Tapi tidak sekarang mas,aku takut mama malah kecewa secara dia hanya punya aku saat ini"


"Oke....mas mengerti tapi setidaknya kamu jangan terlalu lelah, karena kita sekarang sedang memprioritaskan anak"


"Baik...aku mengerti mas,ayo tidur" ajak Bella memeluk tubuh Vino erat sambil memejamkan mata nya.


Vino lelaki yang sangat baik, pengertian dan bertanggung jawab menurut Bella.

__ADS_1


__ADS_2