
"Hahaha....nikah aja bro, mungkin sudah jodoh loe" ujar Devan sambil terkekeh kecil mendengar curhatan Sepupu nya ini.
"Loe aja nikah,kalau loe mau bisa sama dia" jawab Ardian ketus
"Nisa cantik,,body nya itu kaya gitar spanyol"goda Devan memperagakan dengan tangan nya membuat Ardian kesal
"Loe aja yang nikahi dia biar Mommy nggak banyak bacot lagi"
"Gue!!" tunjuk Devan pada dirinya dan diangguki Ardian cepat
"Gue belum mau nikah,,tapi kalau Nisa mau jadi teman ranjang gue udah gue sosor deh,dia perempuan yang jadi target gue sejak lama,sayang do'i terlalu polos" bisik Devan dengan tawa khas nya membuat Ardian memukul lengan sepupu nya ini.
Devan memang terlalu Playboy banyak hati wanita yang di patahkan nya hingga berakhir tragis, bahkan ada perempuan yang mendatangi mama Vina meminta pertanggungjawaban Devan tapi lagi-lagi lelaki keturunan Haikal itu bisa membuktikan kalau itu bukan perbuatan nya,Devan memang Playboy tapi untuk urusan ranjang dia sangat memilih perempuan hingga tak sembarang yang bisa mendapatkan kepuasan dari nya.
"Tapi kalau di pikir-pikir bro gue dukungan deh loe nikah dari pada jadi jomblo mulu kasihan otong loe bisa karatan" ejek Devan
"Sory telat" ujar Samuel yang baru datang
"Nggak usah ngomong sorry kalau itu sudah jadi kebiasaan loe" jawab Devan menatap sepupu nya yang satu ini tapi hanya di balas senyuman kecil oleh Samuel
__ADS_1
"Habis jalan loe?" tanya Ardian dan di anggukki Sam
"Gue heran deh Sam sama loe,kok betah gitu jalan sama Vivian,apa nggak bosan loe?"
"Jawaban nya cuma satu" potong Ardian cepat membuat Sam dan Devan menatap lelaki yang tengah galau ini serius
"Samuel bukan loe" tunjuk Ardian pada Devan
"Penjahat wanita" lanjut Ardian membuat Sam tersenyum kecil
"Gue bukan penjahat wanita tapi mencoba menyelami dunia bos, hidup ini cuma sekali dan harus di nikmati,kapan lagi bisa healing dengan perempuan cantik,lihat yang bening-bening kalau udah nikah ya gue setia dengan satu wanita" jawab Devan membela diri
"Cih... menikmati hidup banyak dengan cara lain bro,bukan bergonta-ganti pasangan"cecar Ardian
"Nah...ini Sam,ini yang mau gue omongin tadi,gue belum nemu yang bikin nyaman di hati Sam,masih tahap pencarian, sebejat-bejat nya gue kalau untuk urusan istri pasti ingin yang baik Ar"
"Ya udah Nisa aja" jawab Ardian cepat
"Nisa.....itu jodoh loe bukan gue"
__ADS_1
"Nisa.... tunggu Nisa yang mana?" potong Samuel
"Anisa Sam, sekretaris nya papi Tama,dia di jodohkan sama Ardian"ujar Devan sambil menyesap minuman nya
Samuel terdiam sesaat,Anisa adalah cinta pertama nya saat SMA sebelum Samuel kenal dengan Vivian, mereka memutuskan hubungan karena Anisa ingin Fokus bekerja sambil sekolah saat itu membuat tak ada waktu untuk mereka bersama tapi sejak putus Samuel tak lagi mengetahui kehidupan Anisa terakhir dia mendengar Anisa bekerja di perusahaan Tama.
"Loe mau nikah?" tanya Samuel terkejut
"Loe aja duluan,bukan nya loe sama Vivian udah lama pacaran nya,nikah aja" jawab Ardian ketus
"Gue serius??"
"Hmmm...gue lebih serius" jawab Ardian jutek membuat Devan tertawa kecil
"Di antara kita cuma nasib dia nih yang malang,nikah aja pake di jodohkan,nggak banget" ejek Devan lagi
"Banyak bacot loe, tunggu aja kalau loe susah nggak gue bantuin lagi,malu....malu deh loe di mall"
"Ar..jangan gitu dong, segitu aja ngambek" bujuk Devan
__ADS_1
Di antara sepupu nya cuma Ardian yang mau membantu nya karena Samuel tidak akan mau jika sedang bersama Vivian, Vivian sering marah jika Samuel terlalu dekat dengan Devan takut tertular perangai Devan yang playboy.
"Curhat dengan loe tambah puyeng kepala gue" ujar Ardian segera meraih kunci mobil nya lalu pergi.