
Beberapa Minggu berlalu kehidupan keluarga Damian semakin harmonis,Kiara dengan perut besar nya dan Keyla pun menyusul,kini hanya Devan dan Diana yang berharap cemas menunggu hari di mana mereka di percaya menjadi seorang orang tua.
"Yang ini sayang?" tanya Sam pada Keyla sambil mengangkat satu kotak susu ibu hamil dengan rasa coklat
"Iya,ambil dua atau tiga kak, untuk persiapan" sahut Keyla yang masih sibuk memilih barang keperluan nya.
Saat ini sepasang suami istri itu sedang belanja di Minimarket terdekat,Sam memang tak membiarkan Keyla pergi sendirian dia akan terus menemani istri nya ini.
"Sayang makan salad buah nya di hentikan dulu ya, tidak baik untuk kamu"
"Kenapa kak bukan nya buah bagus untuk nutrisi ibu hamil?" tanya Keyla bingung kenapa sang suami tidak boleh dia mengkonsumsi nya
"Iya,kalau buah nya boleh, mayones nya yang tidak boleh,kita belum tau kandungan di dalam nya,kalau mau makan buah segar nya saja tidak masalah" jelas Sam
"Tapi kak-"
"Sayang ini semua juga untuk kebaikan kamu dan anak kita, jangan membantah ya" bujuk Sam mengambil kembali mayones yang sudah di pegang oleh Keyla dan mengembalikan ke tempat semula
__ADS_1
Sam menuntun Keyla untuk mencari keperluan lain tapi tanpa sengaja mereka bertemu Vivian yang saat itu tengah membeli beberapa minuman.
"Kak Vivian" gumam Keyla pelan
"Keyla ...Sa-m" ucap Vivian pelan
Sam tak menoleh sedikit pun pada Vivian dia justru mendekat kan tubuh nya pada Keyla dan menggenggam tangan istrinya ini erat membuat Vivian tau diri kalau Sam saat ini tengah melindungi Keyla dari nya bahkan Sam tak sedikit pun melirik kearah diri nya.
"Sedang apa?" tanya Keyla ramah, Keyla memang tak pernah berubah dia selalu ceria dan ramah mungkin ini yang menjadi nilai plus untuk Keyla dari Sam.
"Kakak sendirian?" lanjut Keyla dan di anggukki Vivian
"Apa kabar Key,kamu sedang isi ya?" tanya Vivian karena melihat perut Key yang memulai membuncit apalagi selama ini Vivian tau kalau kondisi tubuh Keyla kurus sedangkan sekarang sedikit berisi.
"Alhamdulillah baik kak,iya Alhamdulillah nya kami sudah di percaya akan menjadi orang tua" jawab Keyla tersenyum manis tapi berbeda dengan Vivian yang tampak lesu
"Key,kakak duluan ya" Pamit Vivian lalu segera pergi,dia tidak bisa melihat Sam dan Keyla bersama hati nya terasa sakit karena dia masih mencintai Sam hanya saja takdir tak berpihak pada mereka hingga berpisah saat akan menikah, Vivian pun menyadari kalau semua itu salah nya,dia terlalu ambisius menjadi wanita kaya raya.
__ADS_1
"Kak....kenapa?" tanya Keyla melihat wajah Sam
"Kenapa? tidak ada apa-apa sayang"
"Kenapa tidak menyapa kak Vivian?"
"Tidak,aku lebih mementingkan perasaan mu dari apapun,aku tak ingin beramah-tamah dengan perempuan lain" jawab Sam sedikit ketus
"Kenapa begitu?"
"Sayang tak ada yang perlu di jelaskan lagi,kamu tau masa lalu kakak dan dia, yang terpenting saat ini dirimu dan calon anak kita tidak akan ada lagi basa-basi dengan perempuan lain apalagi mantan,aku harap kamu juga begitu sayang,bisa menjaga perasaan ku" jelas Sam
"Hahaha... kakak lucu,Key tidak pernah melarang apapun itu kak yang penting hati kakak seutuhnya milik Key"
"Sayang jika kita sudah berumah tangga tidak ada pembenaran untuk berteman dengan lawan jenis,jadi sebisa mungkin menjaga jarak baik kakak maupun kamu,ada hati yang harus kita jaga"
"Terserah kakak yang jelas Key tidak ingin ada nya permusuhan kak,Key ingin hidup damai"jawab Keyla berjalan lagi mengelilingi mini market untuk mencari kebutuhan nya.
__ADS_1