Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Menerima


__ADS_3

Seminggu berlalu April masih merasa kan kesedihan di tinggal ibunya,dia belum bisa bekerja dengan baik bahkan terkadang April mengurung diri di dalam kamar membuat Haikal sendiri tak konsentrasi untuk bekerja teringat akan April, beruntung Vino yang selalu mengingat kan Bunda nya untuk makan,Vino sosok anak yang di tuntut dewasa sebelum waktunya. sepulang Kantor Haikal selalu menyempatkan diri melihat April dan pulang hingga larut malam dia takut terjadi sesuatu pada pujaan hati nya ini, hingga Vino pun semakin lengket dengan Haikal,Haikal selalu membawakan makanan untuk April dan Vino.


Setelah menidurkan Vino di pangkuan nya Haikal memanggil April,dia ingin bicara serius seperti nya dia harus segera menikahi April agar hatinya sedikit tenang dan bisa tiap saat bersama.


"Bagaimana dengan tawaran ku tempo hari Pril,apa kamu mau menjadi istri ku?" tanya Haikal lagi


"Pak,apa tidak masalah jika kita menikah sedang kan saya baru saja kehilangan ibu, keadaan saya masih berduka pak saya takut orang malah menghujat saya"ungkap April


"Kita hanya menikah agama saja dulu Pril, untuk yang lain nya kita urus setelah kamu benar-benar siap,yang penting sah dulu, justru kita sering berdua akan mengiring opini yang tidak baik" jelas Haikal membuat April sedikit mengerutkan keningnya


"Saya hanya tidak ingin kita di tangkap warga karena terlalu sering berduaan-"


"Bagaimana bisa berdua ada Vino yang selalu di tengah-tengah kita" Potong April


"Vino itu hanya anak kecil Pril seperti sekarang dia sudah tertidur jika saya berniat jahat bisa saja itu terjadi kan?"


"Maksud bapak mengatakan kalau bapak memiliki niat jahat pada saya,jadi pertolongan bapak selama ini tidak tulus?"

__ADS_1


Haikal menarik nafas panjang terlalu gemas dia menjelaskan pada April yang susah sekali mengerti dengan maksud nya.


"Maksud nya kalau lelaki dewasa dengan perempuan dewasa pasti bisa saja terjadi hal yang tidak di inginkan Pril,jadi lebih baik kita menikah saja agar menghindari Fitnah,lagi pula kamu tidak dalam masa Iddah kan?" jelas Haikal lagi


"Saya tak memaksa bapak untuk selalu datang kemari pak"


"Tapi saya mengkhawatirkan mu Pril,kamu mengerti tidak jika seseorang sudah jatuh cinta, pasti akan mengkhawatirkan pasangan nya" tekan Haikal


"Bagaimana bisa dia mendapatkan Vino sedangkan dia selalu sulit mengerti maksud ku" gumam Haikal pelan,ntah kenapa dia bisa jatuh hati pada perempuan ini, terkadang Haikal bingung sendiri memikirkan nya.


"Bapak yakin jatuh cinta pada saya?" tanya April


April terdiam dia memandang Haikal terlihat jelas wajah lelaki ini berharap lebih pada nya.


"Anda belum tau kehidupan saya dan saya belum tau tentang kehidupan keluarga anda" ucap April membuat Haikal terdiam,dia memang belum mengenalkan April pada mama dan papa nya tapi bagaimana bisa mama nya saja tak mengizinkan nya menikah dengan perempuan pilihan nya.


"Setelah kita menikah kita bisa saling kenal lebih dalam,lagi pula aku sedikit banyak sudah tau tentang kamu,janda dengan anak satu dan tak memiliki keluarga lain" ucap Haikal

__ADS_1


"Keluarga anda bagaimana?"


"Pril jangan buat aku seperti orang asing,aku lelaki yang mencintaimu Pril" Aku Haikal


April terlihat gugup dia bingung harus memanggil Haikal apa? hanya sebutan bapak yang cocok untuk atasan nya ini.


"Lalu aku harus bagaimana ma-s" ucap April gugup,tapi Haikal menarik sudut bibirnya kecil karena April sudah mau mengganti panggilan nya


"Kalau kamu bersedia lusa kita akan menikah,aku akan siapkan semua nya,aku tak ingin lama-lama Pril,kamu tau aku duda dan aku pun tau kamu janda tak ada yang melarang jika kita menikah yang jelas kita tidak berzina"


"Baiklah aku terima tawaran mu tapi aku punya Syarat" ujar April


"Apa?" tanya Haikal cepat


"Aku belum mau pindah dari rumah ini,banyak kenangan di sini ma-s,aku ingin kamu yang ikut dengan ku di sini bersama Vino dan Satria, bagaimana?"


Haikal tampak berpikir sejenak,apa Satria mau tinggal di sini tanpa Ac dan Fasilitas lain nya

__ADS_1


"Boleh tapi izinkan aku merenovasi rumah ini agar kita bisa nyaman di sini" pinta Haikal dan di anggukki April,tak masalah baginya yang jelas ini masih rumah peninggalan ibu nya.


"Aku hanya belum mau mas,bukan berarti menolak,saat ini aku belum bisa meninggalkan rumah ini" ucap April lagi tapi Haikal tak mempermasalahkan nya dia mengerti April saat ini, menerima cinta nya saja sudah beruntung bagi Haikal,tidak mungkin lelaki ini banyak kemauan lagi.


__ADS_2