
"Tulang kaki beliau remuk jadi beberapa bulan ini harus di pasang gips terlebih dahulu hingga kaki nya sudah membaik dan bisa di gerakkan"jelas sang dokter
"Berapa lama sembuhnya dok?" tanya pak Heru
"Bisa berbulan-bulan pak, untuk sementara waktu pakai kursi roda dulu ya,takut nya malah pendarahan dan infeksi kalau di paksa kan"
"Tapi bisa sembuh kan dok?"tanya pak Heru khawatir
"Insyaallah pak hanya saja tidak seperti orang normal biasanya, apalagi beliau sudah cukup berumur tidak seperti anak-anak atau pun orang yang muda yang pemulihan nya cepat,jika pulang harus ada yang mengurusi nya karena beliau belum boleh bergerak bebas akan memperburuk keadaan nya" jelas sang dokter lagi
"Nanti kita lihat kondisi nya ya"
"baik dok terima kasih" ujar Pak Heru pamit keluar rumah, bagaimana cara dia menjelaskan pada istrinya ini kalau harus di rumah dulu dalam jangka waktu lama.
"Pa, bagaimana bisa kita pulang sekarang?" tanya Bu Fatma saat pak Heru kembali keruangan, dia sudah bosan berada di rumah sakit.
"Ma,kaki nya di gips dulu ya untuk beberapa bulan ini kamu harus istirahat total di rumah"
"Kenapa kaki ku pa?"
"Tulang nya ada yang patah ma,agar membaik seperti semula kamu harus istirahat" jelas pak Heru lembut
"Tapi aku tidak mau lumpuh pa" ujar bu Fatma takut
"Tidak...kamu pasti sembuh asalkan kamu mau menuruti semua perintah dokter ya,kamu tenang nanti dokter yang akan memberikan pengobatan lebih lanjut"
"Tapi kaki ku benar-benar tidak bisa bergerak pa,Aku tidak mau lumpuh pa"
"Iya papa tau,tadi papa sudah bicara pada dokter dan dia akan lakukan tindakan yang terbaik untuk mu ma,kaki mu akan kembali normal" bujuk Pak Heru lagi
__ADS_1
***
"Bagaimana kondisi mama Fatma sekarang sayang?" tanya Adel pada Damian
"Tadi mas Heru bilang kalau kaki nya harus di pasang gips, mungkin bisa berbulan-bulan untuk sembuh" jawab Damian
"Kasihan mama,dia pasti bosan di rumah secara kan dia wanita sosialita yang hobi huru-hara, shoping menghabiskan waktu dan uang nya,kini dia harus terbaring sakit tak berdaya" ucap Adel
"Kamu bisa belajar dari mbak Fatma sayang, meskipun banyak uang hal yang tidak perlu di lakukan jangan di lakukan,boleh berkumpul dengan teman tapi bukan untuk hura-hura tak jelas masih banyak hal bermanfaat yang bisa kamu buat dan di butuhkan oleh orang lain" ujar Damian dan diangguki Adel patuh memang benar selama ini Bu Fatma hanya membuang waktu tak jelas, mementingkan dirinya sendiri bahkan suaminya pun sampai tak di hiraukan nya kini pak Heru dengan telaten merawat nya, menunggui nya di rumah sakit.
"Nanti sepulang kerja aku ke sana dulu ya sayang,aku ingin lihat perkembangan nya dan menemani mas Heru, pasti saat ini dia tengah pusing dengan mbak Fatma" pamit Damian mencium pipi Adel sedang kan dua bocah kembar mereka belum bangun dari tidur nya.
***
Tak terasa seminggu pun berlalu bu Fatma sudah mulai gerah berada di rumah sakit dia ingin segera pulang dia tidak betah di sana.
"Ma, bagaimana mau pulang mama belum sembuh betul ma,sabar ya" bujuk Fajar
"Haikal mana? berbicara dengan kalian tidak bisa membuat ku tenang,kalian tidak pernah mau mendengar ucapan ku" lanjut nya
"Mas Haikal menemani mbak April periksa kehamilan ma nanti juga mereka ke sini" jawab Fajar
"April hamil??"
"Kata mas Haikal si iya tapi aku belum tau jelas nya" sahut Fajar
Bu Fatma mencoba menggerakkan kaki nya meskipun terpasang gift
"Ma,nanti malah infeksi kamu juga yang rugi ma kalau kaki mu di potong" kesal Pak Heru karena istri nya ini tidak bisa di ajak bicara,dia seperti anak kecil yang terus merengek
__ADS_1
"Makanya ayo kita pulang" bentak bu Fatma
"Ada apa ma??" tanya Haikal yang baru datang
"Kal,,mama ingin pulang,mama sudah tidak betah di sini" Adu nya
"Pa, dokter bilang apa?" tanya Haikal pada papa nya
"Dokter minta di sini dulu sampai gift nya di buka tapi mama mu tidak mau"
"Ya sudah kalau begitu kita minta saja pulang pa, kasihan mama mungkin memang sudah jenuh di sini, untuk masalah dokter nya nanti aku bicara kan minta dokter ke rumah saja sesekali memeriksa mama"
"Tapi kal, sudah pasti mama tidak bisa di tinggal sendiri,papa tidak akan bisa mengawasi 24 jam Kal, apalagi untuk keperluan lain nya,apa kita sewa satu orang untuk menemani mama?" usul pak Heru
"Kenapa harus sewa pa,April saja yang mengurusi mama,iya kan pril kamu mau mengurus mama??" tanya Bu Fatma menatap April membuat April terdiam kaku
"Tidak bisa ma,April saat ini tengah hamil"
"Apa salah nya mengurus mertua Kal,dulu April juga biasakan mengurus mama nya, jadi kenapa harus membedakan antara mama dengan Almarhumah ibu nya"
"Tapi April tengah hamil ma" kekeh Haikal menolak
"Kamu kira mama akan menyiksa istri mu ini Kal,Ya sudah kalau tidak mau,mama tidak memaksa" rajuk Bu fatma
"Sudah lah mas,mengalah saja lagi pula aku tidak masalah mas, biarlah aku mengurus mama, anggap saja ini bakti ku pada mertua mas" ujar April tersenyum kecil
"Kamu yakin sayang?" tanya Haikal tak percaya
"Ya mas lagi pula aku tidak ada pekerjaan lain kan, kehamilan ku juga tak bermasalah mas,anak mu ini hebat tak banyak menyusahkan ku" Jawab April mengusap lembut perut nya yang sudah masuk bulan ke tiga
__ADS_1
Bu Fatma tersenyum kecil mendengar ucapan April yang bersedia mengurusi nya.