
"Aku tidak menyangka aku benar-benar hamil" ujar Vina setelah sampai di Apartemen mereka dan April sudah pulang
"Berarti kerja keras ku selama ini sudah berhasil" sahut Satria tersenyum kecil sambil melirik ke arah Vina menggoda membuat Vina menepuk pelan lengan suaminya ini
"Jangan banyak bergerak kaki mu masih sakit,ingat pesan dokter tadi kamu harus istirahat dulu biar aku saja yang mengerjakan semua nya"
"Tapi kamu harus ke kantor"
"Gampang! apa kamu lupa kalau suami mu yang ganteng ini bos nya"
"Ck... narsis"
"Bukan nya memang benar, karena pesona ku ini dengan mudah nya bisa meluluhkan hati mu"
"Jadi kamu merasa sudah menang sekarang?" tanya Vina galak
"Hmmm.... buktinya sudah ada jagoan kita di sini" ujar Satria mengelus perut Vina lembut membuat Vina tersenyum kecil, memang harus dia akui kalau Satria sudah bisa membuat nya Move on dari masa lalu nya.
"Baik-baik di sana sayang,jangan buat bunda susah,ayah yakin kamu anak baik,jangan membuat Bunda lelah,jika kamu ingin ayah jenguk tunggu bunda sehat" bisik Satria membuat Vina mendengus kesal dengan ucapan suaminya ini selalu membahas kearah sana.
__ADS_1
*****
Nur menitikkan air mata nya,ini sudah tangisan ke berapa kali tentang anak, Satria mengunggah sebuah foto USG dengan Caption "Sehat-sehat kesayangan ayah" sedangkan dirinya masih dengan hasil tespek garis satu, kenapa tuhan menguji nya dengan cara ini,apa dia mandul???
"Nur.... Kenapa?" tanya April bingung,Nur langsung menghapus air mata nya
"Kamu kenapa nak?" tanya April penasaran
"Bun,,apa Nur mandul?"
"Astaghfirullah Nur, bicara apa kamu!" marah April
"Bun,,Nur benar-benar ingin hamil bun seperti Vina dan Bella kenapa Nur tidak di berikan anak bun"isak Nur
"Tapi Bun semua sudah memiliki anak masa Nur sendiri yang tidak,apa abang Tama bisa setia pada Nur nanti nya?" tanya Nur membuat Haikal yang baru datang dan mendengarkan nya merasa terkejut,Haikal tiba-tiba mengingat masa lalu nya,ibu nya meminta nya menikah dengan Karin untuk alasan Anak, apakah Adel nanti nya juga akan begitu meminta Tama menikah lagi untuk keturunan?? tapi Bella sudah memiliki anak setidaknya Adel bisa mengerti jika ingin cucu.
Haikal menggeleng kan kepala nya pelan menghilangkan pikiran buruk nya tentang Adel.
"Papa" gumam Nur melihat ke arah Haikal yang terlihat gelisah
__ADS_1
"Jangan memikirkan apapun,jika Tama tak setia pada mu papa yang akan menghajar nya"hibur Haikal,Nur memeluk tubuh Papa nya ini saat Haikal mendekat
"Terimakasih,papa memang papa yang terbaik"ujar Nur saat Haikal mengelus punggung Nur lembut
****
Tama yang sedang berada di kantor juga melihat status Wa Satria,hati Tama sudah merasa tidak enak.
"Pasti Nur melihat semua ini"gumam nya pelan
Jika berbicara soal anak Tama juga menginginkan kehadiran nya tapi mungkin memang belum di berikan kepercayaan saja,Tama berusaha sesabar mungkin menghadapi Nur agar tak kelihatan diri nya mendesak agar Nur pun bisa sedikit lega.
"Pak...."
"Pak Tama" panggil Sekretariat Tama membuat Tama tersentak kaget
"Maaf pak,saya dari tadi memanggil bapak tapi bapak malah bengong,apa bapak sedang banyak pikiran?"
"Tidak.....!!!",jawab Tama cepat dia tak ingin menceritakan masalah rumah tangga nya pada orang asing,cukup dia dan Nur yang mengetahui nya Tama tak ingin ada celah untuk orang masuk dan mengatakan kekurangan dirinya ataupun Nur nanti
__ADS_1
"Kalau bapak tidak keberatan cerita saja ke saya,saya pegang rahasia pak" tawar sang sekretaris
"Silahkan keluar saya harus pulang menemui istri saya" ujar Tama berdiri dan meraih kunci mobil nya membuat Sang sekretaris kesal,Tama benar-benar sulit di sentuh.