
Ardian tetap kekeh ingin menikah dengan Anisa meski sekalipun keluarga nya menolak.
"Oma,Anisa perempuan baik,bukan nya oma menyukai perempuan mandiri kenapa malah oma jadi begini" ucap Ardian tak terima
"Ar...kamu tidak tau apa-apa dalam masalah ini" jawab Adel
"Oma setidaknya oma lihat perjuangan Anisa dan Ardian ma, oma harus ingat Ardian dulu tidak tertarik pada wanita tapi setelah bertemu Anisa, Ardian mau memutuskan untuk menikah ma" potong Sam dan anggukki Nur setuju.
"Nisa perempuan baik oma,jadi biarkan mereka bahagia" lanjut Sam lagi
Adel menghela nafas panjang dia memejamkan mata nya sejenak lalu menggenggam tangan Damian erat, jantung nya serasa ingin lepas tapi dia harus memberi kan kebahagiaan untuk cucu nya ini.
"Baiklah, Oma akan terima Nisa untuk menjadi bagian dari keluarga kita tapi dengan satu syarat" ujar Adel
"Apa ma?" tanya Tama penasaran dengan apa permintaan dari mama nya ini
"Setelah menikah mereka harus tinggal bersama Oma,biarkan Nisa mengurusi Oma sampai oma menutup usia" pinta Adel
__ADS_1
"Oma ingin keseriusan Nisa,jika dia memang mencintai mu bukan karena harta sudah pasti dia bersedia di mana pun dia tinggal"lanjut Adel
"Panggil kan Nisa ma" pinta Satria bagaimana pun juga Nisa yang harus memutuskan semua ini.
Bunda Nisa masuk kedalam kamar untuk memanggil Nisa agar bisa berkumpul kembali.
"Kamu bagaimana Ar,apa mau tinggal di rumah oma?" tanya Satria pada Ardian
"Tidak masalah yah,lagi pula mommy bisa datang menjenguk kami kapan pun dia mau" jawab Ardian menatap Nur yang memang tak mempermasalahkan nya
Adel tak memperdulikan ucapan Karin dia hanya fokus pada acara Ardian dan Nisa, permintaan nya membawa Nisa bukan tanpa alasan,Adel tau Karin dulu bagaimana,dia hanya ingin menyakinkan dirinya kalau sifat Karin tak ada pada Nisa,Adel ingin mempertahankan apa yang sudah dia perjuangkan selama ini,hanya itu!!.
"Nanti kita bahas kembali ma,saat ini fokus dulu untuk acara Nisa dan Ardian" ujar Satria pada Karin
Andre menatap Kiara yang dari tadi sibuk memangku Luna, Kiara tak sedikit pun risih dengan kehadiran Luna,dia bahkan memperlakukan Luna seperti anak nya sendiri,Kiara lah sosok perempuan yang Andre cari selama ini. Seperti nya setelah acara lamaran Ardian selesai dia yang akan mengatakan maksud nya untuk melamar Kiara semoga saja Kiara mau menjadi mama untuk Luna.
"Mama....Una mau yang itu?" tunjuk Luna pada kue yang ada di hadapan nya
__ADS_1
"Key....tolong ambilkan yang itu" bisik Kiara pada Keyla
"Kak.... suasana sedang tegang,jangan yang aneh-aneh" jawab Keyla berbisik kembali
"Luna mau itu Key,kalau dia yang menangis justru suasana akan jadi lebih tegang lagi" ucap Kiara membuat Keyla mau tak mau menuruti kemauan kakak sepupu nya ini.
Nisa keluar kembali setelah di bujuk oleh bunda nya, perasaan Nisa saat ini campur aduk,sedih, kecewa dan bahagia karena sudah menemukan penyelesaian nya.
"Bagaimana Nis, setelah pernikahan oma Adel ingin kamu dan Ardian tinggal bersama mereka" ucap Satria
Ardian merasa takut dengan jawaban Nisa, mungkin Nisa bisa menolak permintaan ini karena dia pernah mengatakan ingin mandiri setelah menikah.
"Saya ikut kemana pun Ardian membuat membawa saya, karena sejatinya surga seorang istri ada suaminya,jadi jika Ardian tak keberatan tidak ada alasan untuk saya harus menolak nya" jawab Anisa tegas membuat Ardian menatap sang kekasih nya ini.
Bunda Nisa menitikkan air mata nya,Nisa jauh berbeda dari dirinya,Nisa di tempah menjadi anak yang kuat dan penuh dengan tanggung jawab setelah di tinggal kan oleh ayah nya.
Nisa melihat sekeliling ruangan dia merasa mengenali lelaki yang dari tadi mengganggu pikiran nya,Sam ya lelaki itu Sam.Lelaki yang pernah singgah di hati Nisa dulu dan mereka memutuskan untuk berpisah karena tidak bisa menjalani hubungan LDR,tapi Nisa berusaha bersikap biasa saja karena itu semua nya hanya masa lalu, dia pun tak menyimpan rasa lagi untuk Sam.
__ADS_1