Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
menyalakan


__ADS_3

"Aaaarghhh.....' pekik Haikal saat sampai di rumah.Haikal memutuskan untuk segera pulang karena kepala nya terasa pusing memikirkan Adel dan Damian yang sudah menikah.


"Kenapa kamu Kal?" tanya bu Fatma heran melihat Haikal pulang langsung marah-marah


" Ma...Om Damian sudah menikah" adu Haikal pada mama nya


" Menikah?? ya syukur lah masih ada yang mau rupanya perempuan dengan dia mama kira dia Gay sudah lama menduda" jawab Bu Fatma sedikit terkekeh kecil


" Ma,aku serius!"


" Mama juga serius,mama kira dia Gay secara mantan istri nya sudah menikah dengan lelaki lain dan langsung hamil punya anak sedang kan dia lama menduda" jawab bu Fatma sambil menyesap minuman nya


" Om Damian menikah dengan Adel ma" sahut Haikal membuat Bu Fatma menyemburkan minuman dalam mulut nya dan mengenai tubuh Haikal


" Ma... apa-apa an mama ini" kesal Haikal sambil mengusap baju dan tubuh nya yang sedikit basah


" Kamu becanda kal? bagaimana mungkin mereka menikah"


" Becanda apa nya,aku lihat sendiri tadi om Damian mengenalkan Adel pada rekan bisnis nya dan Adel juga mengakui kalau mereka sudah menikah,ini semua gara-gara mama"

__ADS_1


" Kenapa mama! bukan nya kamu yang menceraikan Adel"


" Tapi kami bercerai karena mama yang meminta cucu,mama tidak sabar menunggu Adel untuk hamil dan sekarang lihat kehidupan ku ma berbanding terbalik sewaktu bersama Adel"


" Kal,kamu juga setuju kan saat mama minta nikahi Karin kenapa sekarang malah menyalahkan mama" ujar bu Fatma


" Tapi itu semua atas kemauan mama, desakan mama!"


" Kenapa Damian tega menikah dengan Adel padahal dia mantan istri mu di mana letak otak Damian" kesal Bu Fatma


" Kenapa malah menyalahkan Damian,bukan nya Adel dan Haikal sudah bercerai,bahkan kalian sering menjadi kan mereka bahan olokan sekarang mereka menikah di mana letak salah nya?" sahut Papa Haikal yang tak suka dengan istri nya malah menyalahkan Damian adik nya


***


" Del kenapa kamu menyusul ku kemarin?" tanya Damian mendekat kan tubuh nya pada Adel


" Ponsel mu kenapa tidak di angkat?" tanya Adel balik sambil mengalungkan tangannya di leher Damian


" Astaga aku lupa" jawab Damian karena memang kebiasaan nya kalau sedang rapat pasti ponsel nya di silent agar tak ada yang mengganggu tapi kini dia lupa kalau sudah ada perempuan yang mengkhawatirkan dirinya

__ADS_1


" Kamu lupa kalau sudah punya istri!"


" Maaf kan aku baby, karena terlalu lama menduda membuat ku lupa" ujar Damian mengecup pipi Adel pelan


" Ayo pulang aku sudah lelah" ajak Adel tapi Damian bukan nya menuruti nya malah mencium seluruh wajah Adel membuat perempuan cantik ini terkekeh geli


" Sayang sudah......ayo pulang" ajak Adel lagi tapi tidak di hiraukan Damian dia terus menciumi wajah Adel


" Tok....tok...." Ketukan pintu menyelamatkan Adel dari serangan Damian


" Masuk" ujar Damian dari dalam dengan wajah memerah karena marah kesenangan nya di kacau kan


Anita masuk dengan membawa satu berkas yang harus di tandatangani Damian


" Maaf pak mengganggu,ini berkas yang harus bapak tanda tangani" ucap Anita sedikit gugup karena takut Damian akan memarahi nya


Adel segera mengambil berkas di tangan Anita dan memberikan isyarat untuk keluar dengan ujung jari nya,Adel tau Damian tidak suka kalau mereka sedang berdua di ganggu oleh siapapun.


"Sudah lah sayang,ayo pulang jangan terlalu serius" bujuk Adel menarik Damian dalam pelukan nya dan melangkah keluar ruangan Damian.

__ADS_1


__ADS_2