
Bella membuka mata nya perlahan, banyak alat-alat medis melekat di tubuh nya membuat Bella sedikit bingung,di mana keberadaan nya saat ini?? apakah ada yang menyelamatkan nya tadi.
Atau saat ini dia sudah tak di dunia lagi,tapi kenapa bau obat-obatan sangat melekat di indra penciuman nya.
"Sayang....kamu sadar?" ucap Vino menarik sudut bibirnya kecil sedangkan Bella hanya terdiam menatap Vino
"Sayang kamu kenapa? ada yang sakit? bilang di bagian mana?" cecar Vino tapi Bella tetap menatap lekat wajah Vino
"Sakit" rintih Bella saat merasa perutnya kram
"Dok.... dokter" panggil Vino khawatir
Dokter dan tenaga medis lain nya segera masuk keruangan Bella.
"Dia kesakitan dok, tolong istri saya dok" ucap Vino cemas
"Sabar pak,kami sedang berusaha, pasien mengalami trauma berat hingga ketakutan nya membuat perut nya kram" jelas sang dokter
"Tolong dok,tolong selamatkan istri saya" mohon Vino
__ADS_1
"Bapak boleh menggenggam tangan pasien agar bu Bella merasa tidak sendirian dan ketakutan nya bisa sedikit berkurang" perintah dokter
"Sayang,aku di sini....jangan takut sayang aku tidak akan meninggalkan mu lagi" bisik Vino, berkali-kali Vino mencium punggung tangan Bella dan keningnya,Bella hanya mengeluarkan air mata tanpa bersuara.
"Maaf kan aku sayang.....maaf!"
Lama-lama mata Bella terpejam
"Dok...kenapa istri saya?" tanya Vino khawatir
"Kami sengaja memberikan beliau obat tidur pak agar sedikit tenang,nanti beliau juga akan sadar"
"Apa tidak berpengaruh pada calon anak saya dok?"
Vino menitikkan air mata nya,dia kesal kenapa harus meninggalkan Bella sendiri di rumah,baru kali ini Vino menangis,dia tidak tega melihat Bella kesakitan.
****
"Pa,jangan biarkan Dion bebas pa"
__ADS_1
"Iya ma,papa sudah urus semua nya" jawab Damian
"Mama bersyukur Bella tidak jadi menikah dengan dia karena dulu Dion yang berselingkuh dari Bella" cerita Adel
"Dari mana mama tau?" tanya Tama
"Mama tau,mama beberapa kali bertemu Dion bergonta-ganti perempuan tapi mama. belum tau cara menyampaikan pada Bella, hingga dia sendiri yang memergoki Dion di apartemen saat memberikan kejutan ulang tahun,tapi mama seakan tidak tau, akhirnya Bella sendiri yang bercerita dan mama yang meminta Vino untuk masuk menggantikan Dion" jelas Adel
Tama mengerutkan keningnya mendengar ucapan Adel
"Mama yang menjodohkan mereka?"
"Bukan menjodohkan hanya memberikan celah pada Vino untuk mendekati Bella karena Vino dan Bella memang tak memiliki ikatan darah sebelum mama tau kamu dan Nur juga begitu"
"Mama tau April,mama percaya didikan April baik,kamu lihat saja Satria dia begitu sopan hanya saja mama nya yang tidak sopan" jawab Adel sedikit ketus membuat Haikal yang ada di sana terdiam
"Ma,jangan membicarakan orang lain, Tante Karin tidak bersalah dalam hal ini" potong Tama
"Biar saja Tam, biarkan mama mu berbicara semau nya karena memang begitu ada nya " jawab Satria yang memang tau cerita tentang mama nya dan Adel tapi Satria juga berusaha menyimpan nya rapat-rapat.
__ADS_1
Jika berbicara tentang Karin,Adel masih sedikit geram karena tidak bisa dia pungkiri rasa sakit itu masih ada meskipun dia sudah bahagia bersama Damian.
"Ma....jangan mengungkit masa lalu" ingat Damian membuat Adel terdiam, Damian juga tak ingin mengungkit yang sudah-sudah mereka sudah tua dan bahagia.