Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
bertemu


__ADS_3

"Van,,,ayo temani Ayah ke kantor pak Gunawan"ajak Satria


"Kenapa harus aku yah,kan ayah bisa sendiri ke sana"


"Van...kalau ayah sendiri ke sana kapan kamu pintar nya,ayah ingin semua kolega bisnis ayah tau dengan kamu,dan kamu nanti nya yang akan mewarisi semua ini Van"jelas Satria


"Tapi yah-"


"Van,cepat atau lambat ayah akan terus menua dan semua ini kamu yang kelola,Kayla masih butuh biaya Van, begitu juga kamu! siapa yang akan memberikan nya jika bukan kamu sebagai kakak nya Kayla" terang Satria lembut agar anak sulungnya ini mengerti


Devan bangkit dari kursinya mengikuti langkah kaki Satria keluar dari ruangan..


****


"Jadi ini anak lelaki anda pak Satria?" tanya pak Gunawan tersenyum kecil


"Ya pak...."jawab Satria


"Saya tidak menyangka kita bisa bertemu lagi ya pak Satria, terakhir kita bekerjasama tiga tahun yang lalu dan saya belum pernah melihat sitampan ini" Puji pak Gunawan membuat Devan tersenyum kecil.


"Dia baru dua tahun ini ikut bergabung di perusahaan saya pak,iya terakhir kita bekerjasama dalam pembangunan perumahan elit di daerah Kemang" ingat Satria dan di anggukki Pak Gunawan

__ADS_1


Pintu ruangan pak Gunawan tiba-tiba terbuka membuat semua mata tertuju kearah nya.


"Nona...bapak sedang ada tamu" ujar Sekretaris pak Gunawan


"Maaf pak,tadi saya sudah mencegah Nona Diana untuk masuk tapi dia tetap masuk"


"Biarkan saja Ris,ada apa Diana?" tanya Pak Gunawan


Devan membelalakkan matanya mendengar nama Diana, perempuan yang membuat kepala nya pusing beberapa hari ini.


"Pa,aku mau kartu kredit ku di buka blokiran nya,aku butuh uang!"


"Tapi pa,aku tidak mau pulang"


"Kalau tidak mau pulang silahkan hidup di jalanan tanpa Fasilitas,kamu itu anak perempuan Diana, tidak ada anak perempuan yang hidup seperti kamu, resiko nya terlalu besar, bagaimana jika kamu hamil siapa yang akan tanggung jawab"


"Pa...."


"Papa sedang ada tamu,kamu mau pulang atau tidak?"


Diana menghentak kan kaki nya kesal lalu segera keluar dari ruangan papa nya

__ADS_1


"Maaf pak Satria,Anak saya yang satu ini sedikit berbeda"


"Tidak masalah pak, namanya juga remaja, tidak berbeda jauh dari anak saya"


"Tapi anak bapak lelaki dan masih mau bekerja,saya sudah berapa kali meminta nya pulang dan ikut bergabung di perusahaan nya tapi sama sekali tak di dengar kan nya,Dia sibuk dengan dunia nya jalan-jalan tidak jelas" kesal pak Gunawan.


"Pak, permisi sebentar saya harus keluar,Pa aku tunggu di parkiran ya,aku ada urusan sebentar " ujar Devan dan di anggukki Satria


Devan melihat kiri-kanan mencari sosok Perempuan yang baru saja menggetarkan hati nya.


Devan segera turun menggunakan lift ke lantai bawah tapi tidak menemukan nya,Devan berlari ke arah luar berharap dia bisa menemukan perempuan itu,saat melangkah ke arah parkiran Devan malah melihat Diana di peluk oleh seorang pria, bahkan pria yang sama saat di Bandara kemarin,siapa lelaki ini??


Devan menghela nafas panjang,apa dia tak bisa dekat dengan sosok Diana?


Baru kali ini merasakan jatuh cinta apa harus bertepuk sebelah tangan?


"Ayo Van kita pulang" ajak Satria menepuk pundak Devan membuat Devan tersentak kaget


"Pulang"


"Ayo yah" jawab Devan pelan,tak bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2