Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
rumah baru


__ADS_3

" Aku buka sebentar" ucap Adel tersenyum manis meninggalkan Damian


Damian menghela nafas panjang,dia terpaksa melepaskan Adelia karena bunyi bel berkali-kali membuat nya kesal.


Para pekerja dan barang-barang yang di pesan Adelia susah datang, mereka belum menempati rumah nya karena setelah menikah baru mereka akan pulang kerumah ini.


Adelia mengatur semua keperluan rumah,dia yang merangkap menjadi penata ruangan nya hari ini, meskipun lelah perempuan cantik ini sangat bersemangat, Adelia ingin membuka lembaran baru kehidupan nya tanpa Haikal.


Damian sedang sibuk dengan ponsel pintar nya mengecek beberapa pekerjaan kantor, beberapa pekan bersama Adelia membuat nya semakin nyaman, begitu juga Adelia dia menyukai lelaki cuek seperti Damian,hanya pada Adelia dia memperlihatkan sisi romantis nya jika bertemu perempuan atau klien lain nya Damian terlihat tegas dan berwibawa.


Adelia menyodorkan satu gelas es jeruk pada Damian


" Hufs.... "perempuan cantik itu menghempaskan tubuhnya di sebelah Damian


" Capek?" tanya Damian mengusap rambut Adelia pelan

__ADS_1


" Jangan terlalu di paksa,masih ada hari esok"


" Tapi aku ingin segera selesai sayang,aku ingin setelah menikah langsung menempati rumah ini" jawab Adelia sedikit manja


" Untuk pembantu kamu sudah ada?" tanya Adel dan di jawab gelengan oleh Damian


" Cari yang sudah tua dan pasti kan dia tidak punya anak perempuan yang belum menikah" Lanjut Adelia membuat Damian bingung


" Aku tidak ingin terulang kedua kali nya"


Adel menarik tangan Damian dan memeluk nya erat,dia suka berada di dalam dekapan lelaki ini,Adel mulai terbiasa dan ketergantungan pada Damian


Damian tersenyum kecil dan mencium kening Adelia sekilas,ntah kenapa dia bisa menyukai mantan istri keponakan nya ini


****

__ADS_1


" Mas,,kerja lah,aku lelah kalau kamu terus-menerus begini mas,aku juga butuh uang" kesal Karin


" Kau juga lagi usaha Rin,aku mau minta Om Damian untuk memperkejakan ku di kantor nya tapi Om Damian sampai saat ini tidak bisa di hubungi"


" Om Damian" gumam Karin pelan


" Rencana nya besok aku akan datang ke kantor nya, tidak biasanya dia susah di hubungi"


" Ya mas minta pada nya jabatan tinggi,bukan nya dia adik papa mu, pasti dia bisa memberikan nya,aku capek mas kalau terus begini, baru saja menumpang di tempat mama mu banyak saja peraturan dan Syarat nya, kasihan Satria mas yang harus menahan diri untuk bermain karena mama mu tidak suka berantakan, padahal dulu dia yang minta keturunan sekarang malah dia yang anti pada anak kecil" oceh Karin


" Mama memang dari dulu tak suka rumah nya berantakan tapi aku yakin dia sayang pada Satria,sudah lah mengalah saja dulu menjelang kehidupan kita membaik,mau tinggal di mana lagi kita kalau bukan di sini" jelas Haikal membuat Karin cemberut,dulu dia bisa bermanja-manja,bisa berfoya-foya sekarang dunia seakan mempermainkan dirinya,dalam sekejap kehidupan nya sengsara


" Ini semua gara-gara Adelia" batin Karin mengepalkan tangannya


" Aku harus cari lelaki yang jauh lebih kaya dari Mas Haikal,kalau perlu aku harus menggoda Om Damian dan menjebak nya agar bisa menikahi ku,kalau hidup begini terus aku tidak sanggup, apalagi satu rumah dengan Mertua sialan itu" lanjut Karin membatin

__ADS_1


__ADS_2