Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
pemakaman


__ADS_3

"Ma.....kenapa mama meninggalkan ku secepat ini ma,aku banyak salah pada mama" isak Fajar menyesal di atas makam bu Fatma setelah pelayat pulang.Hanya Haikal, Damian, Adel, Anita dan Pak Heru yang masih berdiri melihat Fajar menangis, mereka semua merasa kehilangan sosok bu Fatma, meskipun selalu menyebalkan tapi kejadian ini sangat menyayat hati mereka,Bu Fatma memiliki peran yang sangat berarti dalam kehidupan mereka.


"Yang bernyawa pasti akan mati,kita hanya menunggu giliran saja, Ikhlas kan Jar biar mama tenang di sana,kita do'a kan saja beliau" ucap Adel sambil mengusap lengan mantan adik iparnya ini,Adel pun ikut tak percaya saat mendapatkan berita ini tapi ini lah ada nya,Bu Fatma sudah meninggalkan mereka semua selama nya.


"Aku tak bisa tenang Tante sebelum si penabrak mama tertangkap,akan aku usut kasus ini sampai tuntas, pasti ini unsur kesengajaan,mana mungkin di jalanan sepi dia bisa menabrak mama dan April kalau bukan di rencanakan nya" ujar Fajar geram


"Nanti kita cari tau Jar, semoga ada orang yang melihat nya agar kita bisa mendapatkan petunjuk" ucap Haikal,Haikal bukan tak berduka,saat ini dia yang sangat terpukul.Bu Fatma meninggal sedangkan April sampai saat ini belum bisa di lihat karena masih trauma,Haikal sendiri belum tau kabar kandungan istri nya bagaimana?.


"Maaf kan mama kalian,maaf kan keegoisan nya selama ini,Dam...maaf kan Mbak mu yang sering membuat mu emosi" ucap Pak Heru pelan


"Kami sudah memaafkan nya Mas,Mbak Fatma memang sering ketus tapi aku yakin hatinya baik" jawab Damian dan di angguki Adel

__ADS_1


"Aku tak menyangka secepat ini mama pergi meninggalkan kita semua,tapi kita tak bisa menentang takdir pa,kita semua juga akan mengarah ke sana, semoga mama husnul khotimah ya pa" ujar Adel dan di amin kan semua nya.


****


Belum selesai masalah Haikal dia harus kembali ke rumah sakit untuk menunggu istri nya, sedang kan anak-anak nya di jaga oleh pak Heru di rumah.


"Dok,apa pasien sudah boleh di jenguk?" tanya Haikal


"Boleh,tapi jangan di ajak bicara yang aneh-aneh dulu ya pak mengingat kondisi bu April masih lemah, takutnya berpengaruh terhadap kandungan nya" ingat Dokter dan di anggukki patuh oleh Haikal


"Sayang, maaf kan aku yang tak bisa menjaga kamu dengan baik,aku benar-benar takut sayang jika terjadi apa-apa dengan mu" bisik Haikal lembut

__ADS_1


April merasakan usapan lembut di perut nya membuat dia membuka matanya pelan


"Mas...." panggil April pelan lalu menangis


"Sayang....sayang,jangan menangis....!!"ujar Haikal


"Mas...mama mas,mama...!!! aku takut mama kenapa-kenapa mas, perempuan itu menabrak mama" isak April


"Perempuan??? perempuan siapa sayang?" tanya Haikal penasaran


"Dia-di-a menabrak mama lalu pergi mas,dia membiarkan mama tergeletak di aspal,aku takut" ujar April menangis ketakutan,dia begitu syock dengan kejadian itu

__ADS_1


Haikal memeluk April dan mengusap pelan lengan istri nya ini untuk memenangkan April, Haikal belum bisa bertanya banyak meskipun dia penasaran tapi dia harus memikirkan kondisi April saat ini.


"semua baik-baik saja sayang" ujar Haikal


__ADS_2