Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Mencari Haikal


__ADS_3

Beberapa hari berlalu bu Fatma sudah mendapatkan kabar kalau Haikal sudah pulang dari liburan nya dan sudah masuk ke kantor beberapa hari ini.


"Pa,minta anak mu untuk pulang,bawa Satria juga kenapa Haikal jadi begini sekarang"ujar Bu Fatma pada suaminya


"Ma,Haikal begini juga karena kamu, seharusnya kamu bisa berpikir lebih bijak untuk tidak mengatur hidup nya lagi ma,Haikal sudah dewasa"


"Aku sedang tak ingin berdebat pa,minta dia pulang segera atau aku yang mendatangi nya ke kantor,ke mana dia membawa cucu ku...!!" kekeh Bu Fatma membuat pak Heru segera pergi ke kantor Haikal.


Sebenarnya pak Heru juga merindukan Satria tapi dia juga harus berpikir panjang kalau Satria butuh sosok ibu sambung,Satria butuh kasih sayang ibu dia tak boleh egois.


Pak Heru segera pergi,dia ingin menemui Haikal di kantor.


"Haikal" panggil pak Heru setelah membuka pintu ruangan anak nya ini membuat Haikal terdiam karena ada April dan Vino serta Satria siang ini di kantor Haikal mereka sengaja mampir setelah menjemput Satria dan Vino sekolah,saat ini Vino di sekolah kan Haikal di sekolah yang sama dengan Satria agar mereka lebih dekat lagi


"Opa..." pekik Satria melihat opa nya,bocah itu berlari memeluk opa nya, karena memang sudah lama tak bertemu dengan opa nya ini.

__ADS_1


Pak Heru sedikit bingung kenapa ada satu anak lelaki sebaya Satria dan ada satu wanita, mereka lagi menikmati makanan di atas meja,apa ini istri Haikal? pikir pak Heru


"Pa, kenalkan ini April istri ku, Sayang ini papa ku,bukan nya kamu ingin sekali bertemu beliau" ujar Haikal,April segera berdiri dan menyalami punggung tangan pak Heru


Pak Heru tersenyum kecil melihat keluarga Haikal yang cukup harmonis


"Mas Haikal banyak cerita tentang papa" ucap April


"Oh ya,anak nakal ini memang tak bisa lepas dari sosok saya" jawab Pak Heru


"Karena anda patut di jadikan contoh"sahut April tersenyum manis


"Opa" gumam nya


"Anak pintar...." puji pak Heru mengusap kepala Vino lembut, pemandangan yang cukup menarik bagi April karena memang Vino tak pernah memiliki opa sejak lahir.

__ADS_1


"Ada apa papa kemari?" tanya Haikal


"Bisa kita bicara sebentar kal?" tanya balik Pak Heru sambil melirik April, dan Haikal tau maksud papa nya tak ingin pembicaraan mereka di ganggu,April pun segera membereskan semua nya dan mengajak Vino serta Satria untuk bermain di luar.


"Kal,mama mu marah besar,pulang lah dulu jangan buat dia bertambah marah kamu tau mama mu kan,dia bisa saja mengamuk di kantor mu"


"Pa,mama selalu mendominasi aku pa, bagaimana aku bisa pulang kalau di rumah selalu bertengkar...!!! dia selalu ingin menjodohkan ku sedangkan aku sudah punya keluarga sendiri pa,aku bahagia dengan keluarga baru ku,papa bisa lihat istri ku kan,tidak mungkin aku menyakiti lagi hati perempuan pa" tekan Haikal


"Papa tau nak,papa mengerti tapi papa ingin kamu pulang dulu, jelaskan baik-baik dengan mama mu-"


"Mama mana mau mendengar penjelasan ku pa,dia tau nya hanya keinginan nya tanpa peduli perasaan anak nya" potong Haikal dan hal itu di benarkan pak Heru karena tiap hari ny mereka hanya bertengkar di rumah tak seperti kebanyakan rumah tangga orang lain.


"Baik lah,kalau begitu biarkan Satria pulang dulu bersama papa agar mama mu sedikit tenang" usul pak Heru


"Ya,tapi hanya beberapa hari saja pa,aku sudah meletakkan Vino dan Satria satu sekolah agar mereka bisa bersama"

__ADS_1


Pak Heru mengangguk setuju dan segera keluar dari ruangan Haikal untuk mencari cucu nya.


Helaan nafas panjang terdengar berat dari bibir lelaki tampan ini,Haikal bingung harus mulai dari mana dia menjelaskan kalau dia sudah menikah,dia tau mama nya pasti kecewa tapi mau bagaimana lagi April perempuan yang dia cintai,April banyak mengubah hidup nya saat ini, dia nyaman bersama perempuan itu.


__ADS_2