Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Rumah sakit


__ADS_3

"Sayang....jangan begini maaf kan aku" ucap Haikal memeluk tubuh April saat sampai di rumah,April yang pulang menggunakan taksi tidak menyangka kalau Haikal menyusulnya pulang


"Vino main dulu ya nak,papa sama bunda mau bicara sebentar" ujar Haikal yang melihat Vino terlihat bingung karena bunda nya menangis


"Mas,kenapa kamu tidak bilang kalau kamu sudah di jodohkan"


"Tapi aku tidak mau sayang,aku menolak nya,aku mencintai kamu, keluarga kita" ucap Haikal mencoba menjelaskan pada April


"Setidaknya kamu jujur mas pada ku,aku tidak bisa mas menjalankan rumah tangga tanpa restu aku ingin bahagia mas, bahagia....!!" pekik April tak terima karena Haikal tak jujur pada nya


"Sttt.....kita pasti bahagia sayang,aku mencintaimu dan kamu juga....!!! maaf kan aku tidak jujur karena aku takut kamu pergi menjauh dari ku, aku janji tak akan ada yang bisa menghancurkan kebahagiaan kita, meskipun itu mama....!!" ucap Haikal mencium kening April tapi April terus menangis dalam pelukan suaminya ini


ponsel Haikal berbunyi membuat Haikal melepaskan pelukannya dari April dan segera mengangkat ponselnya


"Hallo"


"Segera kerumah sakit Anissa mas,mama dan Sarah kecelakaan" ujar Fajar panik dan segera menutup ponselnya


Haikal mengusap wajah nya kasar

__ADS_1


"Kenapa mas?" tanya April ikut panik melihat wajah Haikal


"Mama kecelakaan,aku harus segera kerumah sakit" jawab Haikal cepat


"Mama kecelakaan? aku ikut mas" pinta April


"Jangan kamu di rumah saja jaga Vino,aku segera pulang" pamit Haikal langsung pergi membuat April merasa bersalah, karena dia pergi membuat mertua nya tertabrak.


Haikal tak ingin memperkeruh keadaan dengan membawa April.


"Ada apa ini?? mengapa aku hanya merasakan kebahagiaan sesaat" batin April yang melihat kepergian Haikal.


"Bagaimana bisa mereka kecelakaan?" tanya Haikal yang baru datang pada Fajar


"Bagaimana bisa,kamu tanya bagaimana bisa ini semua salah kamu mas,kamu membohongi aku dan tante Fatma" pekik Anggi menunjuk pada Haikal


"Aku...!!!"


"Ya,tante Fatma berharap banyak pada kamu agar bisa menikahi ku tapi kamu malah sudah menikah dan membohongi kami semua" lanjut Anggi

__ADS_1


"Aku tak pernah menjanjikan apapun pada kamu,aku tak pernah menyetujui permintaan konyol mama untuk menikahi mu"tunjuk Haikal yang mulai terpancing emosi karena Anggi memojokkan nya


"Sudah kal,sudah....." lerai pak Heru menarik anak lelakinya ini sedangkan Fajar dari tadi terdiam dia memikirkan bagaimana nasib pernikahan nya dan Anita lalu bagaimana dengan mama nya.


"Papa tidak tau kalau mama menemui mu di kantor bahkan membawa Anggi ikut serta" ucap Pak Heru


"Ya pa,bahkan ada April di sana, semua nya serba kebetulan bahkan aku tak bisa menghentikan ini semua pa" sesal Haikal menarik rambut nya kasar


"Bagaimana keadaan mama saat ini pa?"


"Masih di tangani dokter,mama mu belum sadarkan diri sampai saat ini" jawab Pak Heru


"Bagaimana dengan mobil yang menabraknya?" tanya Haikal


"Mobil kantor mu, karena kejadian nya tepat di depan kantor mu" jawab pak Heru membuat Haikal menendang kaki ke udara,kenapa bisa terjadi pikir nya,lalu kenapa ada Anita?? dia ingin bertanya pada Fajar tapi melihat Fajar yang terlihat terpukul membuat Haikal mengurungkan niatnya


"Pa,maafkan aku... maafkan aku pa" sesal Haikal memegang tangan papa nya


"Tidak ada satu manusia pun yang bisa memutar waktu nak,tak ada satu manusia pun yang bisa menentang keinginan Tuhan,berdo'a saja yang terbaik untuk mama mu dan Anita" jawab Pak Haikal menepuk pundak Haikal pelan,dia tau saat ini Haikal tengah dilema dengan kejadian ini.

__ADS_1


__ADS_2