Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu

Kau Khianati Aku, Ku Ambil Paman Mu
Sakit


__ADS_3

"Bersiap,bunda akan jemput kamu di apartemen pagi ini" isi pesan April membuat tubuh Vina menegang.


Semalam April sudah menghubungi Vina mengatakan kalau dia akan membawa Bella kerumah sakit dan sekaligus memeriksa kan Vina.


Vina mondar-mandir sambil menggigit bibir bawahnya memikirkan alasan apalagi yang harus dia buat agar sang Mertua tak membawa nya.


"Kenapa sayang?" tanya Satria yang baru keluar dari kamar mandi


"Bunda.....!!"


"Kenapa Bunda??"


"Aku takut kalau sandiwara ini terbongkar bagaimana nasib ku" isak Vina memeluk tubuh Satria yang hanya di balut handuk di pinggang


"Kenapa?" tanya Satria bingung


"Bunda meminta ku untuk periksa? bagaimana jika dokter mengatakan aku tidak hamil,lalu bagaimana pernikahan kita?"


Satria terdiam, rupanya bunda nya sampai saat ini masih penasaran dengan kehamilan Vina, dia juga bingung untuk menjawab pertanyaan dari Vina yang jelas dia sudah mencintai Vina dan tak ingin berpisah tapi bunda nya pasti akan kecewa dengan pernikahan yang di awali kebohongan ini meskipun bisa memaafkan tapi semua tak akan seperti semula,sikap bunda yang baik pada Vina pasti akan perlahan menjaga jarak karena mengecap Vina seorang pembohong, Hancur sudah kepercayaan keluarga pada dirinya dan Vina.


Satria menghela nafas panjang sambil menggeleng kecil, kepala seakan berdenyut kencang.


"Ayo segera pergi,kita harus pergi keluar kota untuk beberapa waktu ini"jawab Satria menarik Vina untuk membereskan pakaian


"Sudah tak ada waktu bunda akan datang "


"Bawa saja barang penting yang kamu butuhkan selebihnya kita beli saja,yang penting menghindar dulu dari bunda" jelas Satria

__ADS_1


Mereka segera bersiap,agar bisa pergi secepat nya.


Satria menggenggam tangan Vina dan menuntun nya keluar kamar.


"Tunggu ponsel ku ketinggalan" ucap Vina melepaskan tangan Satria dan berlari ke dalam kamar tapi karena terlalu tergesa-gesa membuat kaki nya tersandung.


"Awwwww" pekik Vina memegang kaki nya yang sakit


"Kenapa?" tanya Satria berjalan cepat kearah Vina


"Kaki ku,kaki ku sakit,perut ku juga" ringis Vina


Satria memegang kaki Vina dan mengurutnya pelan


"Aw......sakit,jangan pegang,sakit" isak Vina


"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Satria bingung


Satria menggendong Vina keatas ranjang mereka, mengusap pelan perut istri nya yang terasa Kram


"Vin.....kamu kenapa?" tanya April yang melihat Vina menangis


"Bunda..!!!"


"Kenapa bunda bisa masuk?" tanya Satria cemas


"Bisa lah,bunda kan tau kode nya,Bunda tanya Vina kenapa? apa kamu menyakiti nya?" cecar April

__ADS_1


"Tidak!" jawab Satria cepat


"Sakit" ucap Vina pelan sambil memegang perutnya.


"Mana yang sakit sayang?" tanya April mendekat ke ranjang


"Perut ku bun,kaki ku juga"jawab Vina pelan, wajah nya sudah pucat pasi menahan sakit


"Sat,, ayo cepat bawa Vina ke rumah sakit"


"Rumah sakit?"


"Iya,,ayo jangan bengong saja,Vina kesakitan kasihan anak kalian"bentak April


"Anak"gumam Satria pelan


"Ayo Sat,apa kamu tak menyayangi anak kalian" marah April


Satria yang terlihat kebingungan menggendong Vina sedangkan April membawa alat-alat Vina.


"Tahan ya sayang,kita kerumah sakit " ucap April menggenggam tangan Vina menguatkan menantunya ini sedangkan Satria fokus menyetir mobil


"Bun,sakit"


"Iya sayang, berdo'a yang terbaik untuk anak kalian"


Vina menggeleng pelan menahan rasa sakit dan takut karena sang Mertua terlalu berharap dengan kehamilan nya.

__ADS_1


__ADS_2