
"Terus terang papa kecewa dengan perbuatan mu,Tapi sekarang semua sudah terjadi tidak bisa lagi di elakan kamu sebagai lelaki harus bertanggung jawab" ucap Haikal pada putra pertama nya ini
Berita kehamilan Vina dan Satria lah lelaki yang menghamili nya sudah terdengar ketelinga keluarga Damian, mereka semua saat ini berkumpul di rumah Haikal.
Sebenarnya Satria malu dengan keadaan saat ini,bukan dia yang berbuat tapi dia yang harus bertanggung jawab demi menyelamatkan rumah tangga adik perempuan nya.
Satria sangat menyayangi Nur dia rela mengorbankan hidupnya demi Nur.
"Bagaimana bisa terjadi setau ku Satria tidak begitu dekat dengan Vina" ucap Bella yang memang tak percaya
"Semua nya terjadi begitu cepat hingga aku pun tak menyadari nya" jawab Satria tapi Tama tak bisa menerima semua ini, Tama menaruh curiga dengan kejadian ini karena baru beberapa hari Vina mengancam nya dan kini malah anak itu anak Satria,dia harus bicara pada Satria setelah ini.
"Kalau begitu cepat hubungi mama nya biar kita bisa menikah kan mereka cepat sebelum perut Vina makin membesar" ujar April
"Ya nanti aku yang akan menghubungi nya" sahut Adel
Tama melirik Nur yang masih terlihat cemberut pada nya, Nur masih bertahan dengan sikap diam nya membuat Tama harus memutar otak untuk membujuk istri nya ini .
Setelah perundingan selesai mereka segera bubar.
"Ay,,aku tunggu di kamar aku ingin bicara" ucap Nur pelan dan di anggukki Tama tapi sebelum nya Tama ingin bicara dulu pada Satria mengenai Vina..
Tama menarik tangan Satria dan mengajak Satria masuk kedalam ruangan kerja
__ADS_1
"Aku ingin bicara" ucap Tama
Brugk.....satu pukulan di layangkan Satria di perut Tama membuat lelaki tampan ingin sedikit meringis.
"Aku kira kau tahan pukulan setelah membuat masalah" sindir Satria
"Maksud mu apa??"
"Jangan pernah menyakiti Nur, selagi nyawa ku masih melekat di badan tidak akan ada yang bisa menyakiti adikku" tegas Satria
"Aku benar-benar tidak mengerti....!"
"Jangan berlaga bodoh,aku tau kau lelaki hebat hingga bisa membohongi adik ku,aku menyesal memberikan kan dia dengan mu" ketus Satria
"Kau salah paham Sat"
Tama ingin mengejar Satria tapi perut nya terasa sakit membuat nya keluar dan berjalan kearah kamar
Tama sedikit meringis karena tinjuan Satria tadi memang cukup kuat.
"Kenapa?? ada yang sakit?" tanya Nur dan di Jawab gelengan cepat oleh Tama
"Tadi kamu bilang mau bicara, bicara apa?"
__ADS_1
"Ay... aku ingin kamu jujur pada ku,kamu selingkuh ya??" tanya Nur membuat wajah Tama memerah
"Benar Ay kamu selingkuh??" tanya Nur lagi dengan linangan air mata
"Sayang kamu bicara apa?? jangan berpikir bodoh pernikahan kita baru seumur jagung"
"Jawab aku Ay kamu selingkuh??" tanya Nur lagi
"Mana mungkin aku selingkuh,aku mencintai kamu sayang,hanya kamu perempuan yang aku cintai setelah mama, apapun aku lakukan untuk kamu sayang, kamu perempuan pertama dan terakhir yang bisa memiliki ku seutuhnya" ucap Tama menatap wajah Nur yang terlihat murung
"Jika aku memiliki wanita lain kenapa aku harus berjuang menyusul mu keluar negri,kenapa aku berani membatalkan pertunangan ku dan Vina,itu semua karena kamu sayang,hanya kamu" lanjut Tama menyakinkan Nur membuat Nur merasa yakin kalau suaminya tidak berbohong.
"Tapi bau Parfum di pakaian kotor mu,dua hari berturut-turut dengan parfum yang sama dan jelas-jelas itu bukan parfum Nur"
Tama terdiam sejenak mungkin memang bau parfum Vina malam itu.
"Itu.... it-u bau Parfum karyawan sayang,saat pulang dalam satu lift yang sama" jawab Tama berbohong karena dia tak bisa menjelaskan kalau dia menjaga Vina di apartemen malam itu sudah pasti Nur akan berpikiran macam-macam pada nya.
"Lift yang sama?? bukan nya lift mu berbeda?"
"Sore itu aku masuk di lift karyawan"
Nur mengerutkan keningnya dia tak percaya dengan penjelasan Tama tapi Nur tak mau lagi memperpanjang masalah ini, mungkin saja Tama memang sedang menjaga perasaan nya,yang jelas suaminya jujur tak berselingkuh.
__ADS_1
"Baiklah Nur terima penjelasan nya tapi Nur tidak ingin kamu berbohong,Nur ingin rumah tangga kita ini penuh keterbukaan, apapun kesalahan yang kamu lakukan katakan,Nur akan terima meski itu fatal sekalipun"
"Maafkan aku sayang aku janji akan membahagiakan mu,dan aku janji akan selalu menjaga rumah tangga kita hingga kita menua" ucap Tama memeluk tubuh Nur dan mencium kening nya menyalurkan rasa sayang dan cinta nya pada perempuan mungil ini.