
" Mas...lepas...apa-apaan kamu" kesal Karin saat Haikal mencengkeram tangan nya kuat
" Kamu yang apa-apaan, apa pantas seorang istri memakai pakaian seksi di luar rumah dan makan malam dengan pria lain" bentak Haikal
Karin keluar dari rumah setelah bertengkar dengan Haikal sore tadi, karena Haikal sendiri sedang stres dia ikut keluar tapi malah bertemu Karin sedang makan malam dengan lelaki lain membuat nya naik pitam.Haikal langsung menyeret Karin untuk pulang
" Kal...lepas kan Karin" pekik bu Warsi melihat pertengkaran anak dan menantunya ini
" Sudah aku katakan kalau kamu tak menyukai ku ceraikan aku" bentak Karin menangis
"Jangan berharap kamu bisa lepas dari aku dengan mudah setelah apa yang kamu lakukan,kamu memang perempuan yang tidak tau diri" Sebuah tangan mencengkram dagu Karin
“Sekali lagi aku liat kamu jalan dengan pria aku akan siksa kamu lebih dari ini” Ancam Haikal pada Karin yang masih menangis
Karin memang mengambil job untuk menemani beberapa lelaki untuk membayar hutang nya pada Sahabat nya
“Kita cuma makan bareng,nggak lebih.” Jawab Karin dengan tangis tertahan.
“Aku ga peduli kalian cuma makan bareng ataupun hanya sekedar ngobrol bareng karena nggak pantas pria bersuami berdua dengan lelaki lain,apa kamu sudah beralih profesi menjadi ******!" bentak Haikal
" Plak....."
Karin yang sudah tidak tahan dengan hinaan Haikal menampar pipi lelaki itu
" Karin...." Pekik Bu Fatma marah melihat anak nya di tampar oleh menantu nya
__ADS_1
" Berani-beraninya kamu menampar Haikal,kamu sadar siapa kamu,kamu cuma anak pembantu,sudah untung Haikal menerima mu jadi istri nya dan kamu malah berbuat semaumu"
"Saya rasa itu pantas untuk Haikal yang berulangkali menghina anak saya,Karin bukan ******" sanggah bu Warsi tak terima dengan ucapan Bu Fatma
" Kalau bukan ****** apa nama nya perempuan keluar malam hari pulang subuh dan sekarang makan bersama lelaki lain" jawab Haikal menatap sang mertua
"Apa itu benar rin? tanya Bu Warsi membuat Karin tertunduk
" Karin jawab? apa yang di katakan Haikal benar " bentak Bu Fatma tak terima sang menantu menyakiti anak nya
" Tapi kau tidak berbuat lebih bu,aku hanya-"
" Hanya apa? menemani makan lalu tidur" potong bu Fatma lagi
" Ma,,aku hanya menemani makan" jelas Karin
" Sekarang keputusan ada pada ku kal jika kamu tak ingin lagi bersama Karin ceraikan dia cari istri baru" perintah Bu Fatma seenaknya, perempuan ini memang tak pernah memikirkan perasaan orang lain.
Karin mengisak dan berlari masuk kedalam kamarnya.
****
Adel menggeliatkan tubuh nya yang masih polos tanpa sehelai benang pun,Damian terus memeluk perempuan cantik ini.
Mata Indah Adel terbuka sempurna,hal pertama yang di lihat nya adalah Damian lelaki yang kini berstatus suami nya,Damian tidur sangat tenang dengan tangan di pinggang Adel, mereka masih sama-sama polos hanya selimut yang menutupi nya.
__ADS_1
"Cup"
Satu kecupan mesra di berikan Adel untuk sang suami tampan nya ini membuat tidur nyenyak Damian terusik dan Adel tersenyum kecil melihat nya
" Baby......." Panggil Damian dengan suara serak khas bangun tidur tapi kedengaran seksi di telinga Adel
Adel mengusap dada Damian pelan,dada yang di penuhi bulu-bulu halus, pergerakan tangan Adel yang akan turun kebawah di tangkap oleh Damian
"Sayang bangun aku pengen." bisik Adel membuat Damian terkekeh mendengar rengekan manja istrinya ini
"Pengen apa?" jawab Damian menggoda. Laki-laki itu terkekeh melihat rona merah jambu di kedua pipi istrinya di pagi hari
"Ituu...” Jawabnya ambigu. Damian makin gemas jadinya.
"Itu apa....? bicara yang jelas" goda Damian lagi sedang kan Adel menggigit bibirnya gugup
Berapa kali berhubungan membuat Adel candu akan tubuh lelaki ini,Damian bisa membuat Adel merasa menjadi perempuan sempurna bahkan Adel merasa kehilangan kendali setiap melihat tubuh kekar suaminya ini padahal dulu saat bersama Haikal tidak pernah sekali pun Adel yang meminta duluan.
“Pengen itu masa kamu gak tahu.” Ucap Adel susah mulai kesal. Tubuhnya sudah menempel erat pada suaminya.
"Kalau kamu gak bilang gimana aku tahu" Damian sengaja menyentuh leher bagian belakang istrinya lembut sekali. Hanya sentuhan ringan saja, sukses membuat Adel mendesah
"Sayang ayo buruan" Adel sudah tidak tahan lagi
"Buruan apa sayang?" Kali ini laki-laki itu mulai menggesekan bagian bawah tubuhnya yang juga sudah mengeras. Wanita itu memejamkan matanya sambil melenguh nikmat. Dia sangat mendamba tapi suaminya belum mau berhenti menggodanya. Sangat menyebalkan bagi Adel.
__ADS_1
Adel ingin segera bangkit tapi tangan nya di tahan oleh Damian lelaki itu langsung menancapkan milik nya dari belakang membuat Adel tersentak kaget tapi bibir nya tersenyum simpul, Damian suka sosok perempuan ini yang tidak malu meminta pada nya saat menginginkan dirinya.
Pagi ini kamar mereka di penuhi lagi dengan ******* yang saling bersahutan, erangan Adel membuat suasana kamar menjadi lebih romantis.