
"Cukup sudah membuat masalah Van,aku tidak bisa selalu ada di samping mu untuk menyelesaikan masalahmu" ujar Ardian saat mereka bertiga sedang makan malam
"Ar...berapa kali gue bilang kalau gue tadi lagi buru-buru pelayan nya saja yang kelewat,cuma perkara kopi 30 ribu di perdebatkan" kesal Devan
"Van,kamu sudah dewasa jika selalu membuat masalah lebih baik kita pulang besok"
"Ar...jangan begini,aku masih ada urusan di sini" bujuk Devan
"Urusan mu tidak jauh-jauh dari wanita,apa kamu tidak bosan celap-celup sana-sini,besok kita pulang tidak ada penawaran lagi"
Anisa menatap tajam ke arah Ardian dia tidak suka bahasa yang di ucapkan calon suami nya ini.
"Nis, bantu aku" mohon Devan pada Anisa dengan wajah memelas
"Ar...beri Devan kesempatan, siapa tau dia memang sedang ada urusan penting disini Ar" sahut Nisa
"Nis kamu jangan tertipu daya dengan wajah memelasnya ini,berapa kali dia membuat masalah jika Bunda nya tau sudah pasti Bunda akan langsung kemarin dan menghajar anak nya ini"
"Ar....gue cuma mau ngucapin terima kasih sama perempuan yang nolongin gue malam itu,nggak ada yang lain" jelas Devan
"Kamu pikir aku percaya"
"Terserah.... terserah kamu mau percaya atau tidak yang jelas aku tidak berbohong,aku tadi sudah menemukan nya tapi karena pelayan brengsek itu malah jadi kehilangan jejak"ujar Devan
"Jika kamu bersikeras mengajak ku pulang aku akan melaporkan pada mommy kalau kamu di sini kerjanya cuma menggoda Nisa, dan aku memergoki kalian berciuman"ancam Devan membuat Nisa gelagapan
"Silahkan lapor" tantang Ardian
__ADS_1
"Oke...aku akan menghubungi Mommy biar pulang ke Jakarta nanti kalian langsung dinikahkan"Ujar Devan mengambil ponselnya di saku celana tapi segera di tepis Nisa dengan meraba paha Devan membuat Ardian marah.
"Jangan Van,aku belum siap untuk menikah sekarang " mohon Nisa
"Nis, apa-apa an kamu,lepas!" marah Ardian dan di jawab gelengan oleh Nisa
"Ar.... jangan begini,aku belum mempersiapkan semua nya, tolong mengerti posisi ku Ar, bunda ku masih sakit saat ini"
"Lepas Nis,biar aku hubungi mommy dulu"ancam Devan dengan tersenyum licik
Ardian menarik tubuh Nisa dan merangkul nya membuat Devan mencibir.
"Jangan macam-macam Van,aku tidak akan membantu mu lagi jika kamu mengalami kesulitan" ucap Ardian mendorong kecil tubuh Devan lalu segera membawa Nisa pergi
"Hahaha...... mampus loe bucin kan,siapa yang ngebet kawin,bilang nya aja nggak suka tapi nyatanya nol besar" pekik Devan tapi tak di hiraukan Ardian,dia tetap pergi membawa Nisa dengan wajah kesal.
Ardian membawa Nisa ke kamar lalu mengunci pintu membuat Nisa ketakutan, apakah Ardian akan berlaku kasar pada nya karena marah.
Nisa berpikir Ardian akan memukulnya, mencaci nya atau lebih parah lagi menguncinya di kamar mandi.
"Ar....maaf kan aku jika memang itu membuat kamu marah,"mohon Nisa menggoyang kan lengan Ardian yang masih diam
Ardian mendorong tubuh Nisa ke dinding dan memegang kedua tangan nya,Nisa memejamkan mata nya,dia sangat ketakutan saat ini,banyak sekali kasus kekasih menyiksa kekasih nya karena cemburu bahkan ada yang sampai meregang nyawa.
Kecupan lembut mendarat di kening Nisa, Perlahan Anisa memberanikan diri membuka matanya pelan.
"Jangan bertindak yang membuat ku cemburu,cukup diam di sebelah ku dan bersikap biasa saja pada lelaki mana pun juga" ujar Ardian pelan dan diangguki Anisa patuh.
__ADS_1
"Meskipun cepat atau lambat Kamu dan aku akan menikah"
"Tapi- a-ku belum siap untuk itu" aku Nisa
"Nis,aku akan menerima apapun kekurangan mu, keluarga mu"
"Beri aku waktu untuk lebih mengenal mu" pinta Nisa pelan
"Oke.....satu bulan aku rasa waktu yang cukup untuk menentukan semua nya"
"Tapi jangan katakan pada siapapun tentang hubungan kita"
"Papi?" Nisa menggeleng kan kepala
"Mommy?"
"Tidak juga" jawab Nisa pelan
"Devan itu ember sayang,dia akan selalu mencoba mengancam ku jika tidak ada yang mengetahui hubungan kita"
"Biar saja waktu yang menjawab nya,aku ingin bekerja seperti biasanya tanpa ada embel-embel calon istri mu"
"Baiklah...aku ikuti kemauan mu,tapi jangan larang aku jika ingin berdua dengan mu"
"Tidak untuk di kantor" jawab Nisa cepat
Ardian menghela nafas panjang kenapa begitu berat permintaan Nisa,coba saja dari awal dia langsung menyetujui perjodohan yang di tawarkan mommy nya mungkin tidak akan serumit ini, mungkin saja saat ini mereka sudah menikah.
__ADS_1