
"Mas,aku benar-benar ingin melihat mama,aku ingin merawat nya mas,aku sudah berjanji pada mama untuk menjadi menantu yang baik" pinta April,dia merasa bersalah pada sang mertua.April ingin meminta maaf karena dia tak bisa membantu Bu Fatma saat itu.
Haikal menghela nafas panjang, mungkin sudah waktunya April tau apa yang sebenarnya terjadi,lagi pula Haikal tak akan bisa menyembunyikan ini lebih lama lagi,cepat atau lambat April juga akan tau.
"Sayang,maaf kan aku...!!" ujar Haikal menatap April sambil menggenggam tangan nya erat
"Kenapa mas? mama tidak kenapa-kenapa kan?" tanya April serius
"Mama....mama sudah meninggal kan kita semua sayang,mama sudah tiada" jawab Haikal lemah,dia pun sampai saat ini belum mendapat kan kabar tentang si penabrak mama nya,ini yang membuat Haikal juga ikut merasa bersalah.
"Mas,kamu bercanda kan mas? aku masih dengar suara mama mas saat kita di rumah sakit" ujar April tak percaya
"Tidak sayang,mama sudah meninggal,itu hanya halusinasi mu saja"jelas Haikal lagi
"Mas.....kamu bercanda,kamu bercanda kan mas" pekik April sambil menangis dia melihat jelas si penabrak sang mertua saat itu
"Perempuan itu mas, perempuan itu yang sudah menabrak mama mas,tangkap dia mas" isak April
"Kamu tau sayang siapa penabrak mama?" tanya Haikal dan di anggukki April
__ADS_1
"Perempuan yang di bawa mama saat di kantor mu mas,aku bisa melihat jelas saat itu"
"Anggi....!!"
"Aku tidak tau nama nya,aku melihat jelas dia tersenyum setelah menabrak mama lalu pergi"isak April lagi membuat Haikal mengepalkan tangannya
Haikal berusaha menenangkan April yang terus menangis.
****
"Ma...maaafkan aku tak bisa menjaga mama,kenapa tuhan selalu mengambil orang-orang yang aku sayang,ini salah ku ma ..ini semua salah ku....!!" Isak April di atas makam sang mertua
"Pril,, semua yang bernyawa pasti mati nak,jangan menyalahkan dirimu,jika di cari siapa yang salah,papa lah yang paling bersalah sudah mengizinkan kalian untuk pergi,tapi mau bagaimana lagi nak ini semua sudah takdir,tuhan sudah memberikan jalan nya" ucap pak Heru berusaha menenangkan April yang selalu menyalahkan dirinya atas kejadian ini.
"Benar kata papa sayang,saat ini kita harus fokus pada si penabrak mama,Anggi harus secepatnya di tangkap" ujar Haikal
Haikal pun sudah memberikan informasi pada Fajar,sore ini mereka akan mendatangi rumah Anggi.
Setelah puas April berkeluh kesah dan meminta maaf di atas makan sang mertua Haikal membawa istri nya ini pulang, Fajar sudah menunggu nya di rumah mereka akan mendatangi kediaman Anggi segera.
__ADS_1
***
Saat Bu Wati membuka kan pintu rumah,dia terkejut melihat Haikal,Fajar dan Beberapa orang polisi tapi dia berusaha setenang mungkin agar mereka tak curiga.
"Anda kami tahan,dan harus ikut kami ke kantor polisi" ucap salah satu polisi menarik tangan bu Wati
"Apa-apaan ini pak,salah saya apa?" tanya Bu Wati berontak
"Kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan anak mu yang sudah melenyapkan nyawa mama saya" geram Fajar
"Saya tidak mengerti apa yang kalian ucapan, lepaskan saya pak" elak Bu Wati sambil berontak
"Anda bisa jelaskan di kantor" sahut sang polisi lagi
"Pak...saya tidak tau apa-apa pak,tolong lepaskan saya,jangan seenaknya saja menuduh kalian bisa saya tuntut" pekik Bu Wati ketakutan
"Tuntut saja,kamu dan anak mu akan membusuk di penjara" jawab Fajar semakin geram melihat Bu Wati yang bukan nya mengakui kesalahan anak nya tapi malah ingin menuntut.
Mereka terus menyeret bu Wati untuk di periksa ke kantor polisi,dan Bu Wati lah yang harus memancing Anggi untuk kembali lagi ke Indonesia.
__ADS_1
Haikal sedikit tenang setidaknya sudah ada titik temu untuk kasus mama nya ini.