
Seminggu sudah berlalu April sudah semakin tenang saat ini tapi dia belum tau kalau sang mertua sudah meninggal,yang April tau mertua nya di rawat di kamar sebelah, anak-anak nya pun tidak ada yang datang menjenguk dengan alasan anak kecil tidak boleh ke rumah sakit padahal Haikal takut Satria dan Vino memberitahu pada April kalau oma mereka meninggal.
"Sayang,kita sudah bisa pulang hari ini tapi kamu harus istirahat total di rumah,jangan mengerjakan apapun dulu ya...ingat anak kita butuh ketenangan,kamu tidak mau terjadi apa-apa kan jadi tolong bantu aku menjaga nya sayang..." ingat Haikal sambil mengusap perut April lembut,Haikal merasakan beberapa kali tendangan dari perut April membuat nya bahagia, meskipun kehilangan mama nya Haikal tetap bersyukur karena istri dan anak nya selamat.
"Tapi mas,aku mau lihat mama dulu, beberapa hari ini aku sulit tidur mas karena merasa mendengar suara mama" pinta April memohon
"Ya,nanti kita akan lihat mama sama-sama ya, untuk sekarang kamu nurut dulu sama aku,kita pulang dan istirahat" ucap Haikal tersenyum kecil menggosok kepala April lembut
Haikal menuntun istri nya ini ke kursi roda,April benar-benar harus menjaga kandungan nya saat ini.
***
"Bunda...!!!" pekik Satria dan Vino,dua bocah yang sudah merindukan sosok ibu beberapa Minggu ini.
"Sayang,bunda nya jangan di ganggu dulu ya,kasihan kan bunda harus istirahat" ujar Haikal memperingati sang anak,Haikal mengambil kursi roda mama nya dulu untuk membawa April masuk
"Tapi kami kangen bunda pa" sahut Satria dan di anggukki Vino setuju
"Iya,papa tau tapi bunda saat ini masih sakit nak, setelah bunda sembuh kita semua bisa main dengan bunda lagi,kalian mau bunda sembuh kan?" tanya Haikal, lagi-lagi dua bocah ini menganggukkan kepalanya
__ADS_1
"Sini main sama opa dulu" ajak Pak Heru mendekat menghampiri dua cucunya ini
"Papa.... bagaimana keadaan mama?"tanya April,Pak Heru mencoba tersenyum kecil menanggapi pertanyaan menantu nya ini
"Alhamdulillah baik, kamu istirahat dulu ya, pulihkan kondisi mu dulu"
"Iya pa,aku pamit bawa April ke dalam kamar" ucap Haikal mendorong kursi roda masuk kedalam kamarnya
April sedikit bingung kenapa kursi roda sang mertua dia yang pakai,apa mama tak membutuhkan nya lagi,apa sang mertua sudah sembuh?? banyak pertanyaan di kepala April tapi saat ini dia belum bisa mengutarakan nya.
****
"Kita tidak bisa menentang takdir sayang,lagi pula kamu tidak punya salah kan pada mbak Fatma? kenapa harus minta maaf"
"Banyak sayang,dulu aku sering kesal pada beliau,bahkan beberapa kali aku sering mengupat tentang dirinya" jawab Adel Jujur
"Sayang,, siapapun di posisi kamu saat itu pasti akan mengupat,kamu termasuk perempuan baik yang hanya mengupat coba kalau perempuan lain sudah pasti menghajar sang mertua yang meminta anak nya menikah lagi" ujar Damian terkekeh kecil
"Tapi tetap saja itu dosa sayang,aku pernah ketus dan marah pada nya"
__ADS_1
"Sudah lah,jangan di ingat lagi..yang jelas saat ini kita do'a kan saja beliau agar mendapatkan tempat terbaik di alam sana"
"Amiinnn...." sahut Adel menganggukkan kepalanya setuju
****
Polisi terus melacak pelaku penabrakan bu Fatma, karena selain April ada yang mengetahui plat nomor kendaraan Anggi saat itu.
"Mas,,tadi polisi menghubungi ku" ujar Fajar pada Haikal yang tengah duduk sambil memainkan ponselnya.
"Pelan-pelan jar,nanti April dengar,dia belum tau kalau mama meninggal" ucap Haikal pelan
"Jadi bagaimana perkembangan nya Jar?" tanya Haikal lagi
"Polisi sudah mengantongi identitas pelaku mas,dan kini dalam pengejaran karena pelaku sudah melarikan diri keluar negeri" lapor Fajar
Setelah insiden penabrak mama Anggi segera menerbangkan anak nya ke luar negeri,Anggi selalu ketakutan di Indonesia,dia takut sewaktu-waktu polisi bisa menangkapnya.
"Jar,jangan biarkan kasus ini selesai begitu saja, usut sampai si penabrak di penjara Jar, berapapun biaya akan mas keluar kan,asal kita puas dan mama tenang" geram Haikal,dia tak bisa memaafkan orang yang begitu saja menabrak mama dan istri nya
__ADS_1
"Iya mas,aku akan berusaha sekuat tenaga agar semua nya cepat selesai,agar mama bisa tenang" sahut Fajar yang juga ikut geram dengan kejadian ini, Fajar dan Haikal yakin kalau kasus tabrak lari yang di alami mama mereka ini adalah unsur kesengajaan.