Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 10


__ADS_3

...POV Leon...


...****************...


''Aku bersyukur bisa bertemu dengan leon''


Aaakhh!...sial wajah nona tadi imut banget!...


Kenapa nona bisa seimut itu?.nona adalah makhluk ter imut yg pernah ku temui!


''ah...sial...kalau saja aku bisa lebih lama bersama nona tadi''kataku sambil bersandar di kursiku meja kerjaku


Tapi menghabiskan waktu seperti ini tak buruk juga, nona juga semakin dekat denganku, selama nona tak mengetahui siapa aku sebenarnya, aku bisa semakin dekat dengannya


''wah..wah..ada apa ini?, kau terlihat bahagia sekali''kata seseorang yg langsung membuat moodku jatuh


''ukh..dasar perusak suasana, melihatmu saja moodku langsung jatuh''kataku sambil menatap sinis orang itu


''lagi-lagi kau dingin sekali pada kakakmu ini''kata harry sambil berjalan mendekatiku


''sudah ku bilang berhenti menggunakan kata itu''


''ada apa denganmu, tak biasanya kau datang kemari, aku yakin bukan untuk mengangguku kan''


'' ya itu juga sih, tapi lebih tepatnya aku ingin mengingatkanmu , kudengar kau selalu menghilang saat pagi di jam-jam tertentu dan akibatnya, pekerjaanmu menjadi tertunda''


''apa masalahnya, toh aku tetap mengerjakannya saat kembali''


''memangnya kau kemana sih..''katanya sambil mendekati wajahnya


''bukan urusanmu''kataku sambil mendorong wajahnya menjauh


''aku hanya melakukan apa yg ingin ku lakukan, jangan ikut campur''


''kakakmu ini kan cuman penasaran, oh...jangan-jangan ke tempat no____''


Set.... ''pergi''potongku sambil mengarahkan pedang kelehernya dan memberinya tatapan tajam


''oke..oke..aku pergi''katanya sambil menjauh


''oh ya, jangan lupa besok pagi ada rapat, ku harap kau datang karena ini sangat penting''katanya lalu keluar


Rapat!?


Ah..sial...aku lupa kalau besok ada rapat, bagaimana ini?, waktunya bentrok dengan kelas nona, kalau aku tak datang baroness bisa menyakiti nona lagi.


Hmm.....Hmph...ternyata dia memang harus segera di singkirkan.


***


Keesokan harinya


Elissa


''eh!?, baroness berhenti menjadi guruku?''tanyaku yg cukup syok setelah mendengar kabar dari mary


''iya nona, baroness tiba-tiba mengajukan surat pengunduran diri tadi malam''


Kenapa mendadak sekali?,apa kehadiran leon selama ini benar-benar membuatnya takut.padahal cuman tukang kebun, tapi efeknya bisa sejauh ini.


''bukan itu saja nona, kata keluarga baron vilsa juga tiba-tiba menghilang ''kata laura


''eh?,bukannya mereka pindah ke daerah terpencil ya?''kata adeline


''entahlah tapi itu rumor yg ku dengar tadi pagi''balas laura


Mereka bahkan sampai pindah?, sebenarnya setakut apa baroness pada leon?, ya walau harus ku akui leon memang sangat mengerikan saat marah


''kalau begitu sekarang apa yg harus ku lakukan? ''tanyaku


''untuk sementara jadwal nona akan kosong sampai tuan menemukan guru baru untuk nona''balas mary

__ADS_1


''kalau begitu bagaimana kalau hari ini kita main saja?, sudah lama kita tak main''ajak adeline


''boleh saja''


Yah..tak buruk juga istirahat sebentar seperti ini...


***


Duke everon


''kalau begitu rapat hari ini cukup sampai sini, kalian bisa pergi sekarang''kataku


Huh....ada-ada saja kalau begini terus kapan aku bisa istirahat.aku juga sudah lama tak menghabiskan waktu dengan elissa


Mm?...''leon kau bisa pergi sekarang''kataku saat melihat leon masih duduk di kursinya padahal yg lain sudah pergi


''tuan...saya ....''katanya tiba-tiba


''tidak boleh''tegasku


''saya bahkan belum bilang apa-apa''katanya


''lupakan saja, aku tetap tak akan membiarkanmu menjadi tukang kebun''kataku sambil bangkit dari kursiku


''tidak tuan, kali ini saya tidak minta menjadi tukang kebun''


''lalu?''


''saya ingin menjadi perisai bagi nona''katanya yg membuatku cukup terkejut


''maksudmu kau ingin menjadi ksatria pribadi elissa?''


''iya tuan, saya pikir setidaknya nona butuh satu pengawal''


Um....memang bukan usulan yg buruk tapi....


''aku setuju soal pengawal untuk elissa tapi aku tak setuju kalau kau orangnya''


''akan ku pikirkan lagi nanti, untuk sekarang kau fokus lah pada pekerjaanmu saat ini''kataku lalu meninggalkan ruang rapat


Hmm...pengawal untuk elissa ya, walaupun dia akan jarang keluar rumah tapi sepertinya dia memang butuh setidaknya satu pengawal.


***


Leon


Ukh..sial...


''yah..sayang sekali ya...kalau saja kau bukan ketua pasukan singa putih tuan duke pasti akan langsung menerima tawaranmu itu''kata harry yg belum keluar dari ruangan


''cih...kalau saja aku tau hal ini akan terjadi aku pasti sudah menolak menjadi ketua dulu''gerutuku


''hahaha...kenapa kau terlihat sangat kesal, jabatanmu saat ini sangat hebat loh, semua orang pasti mau menjadi sepertimu, tapi kau sendiri malah mau melepaskannya, bodoh sekali''


''kalau begitu bagaimana kalau kau saja yang menjadi ketua?''


''hahaha...kenapa kalian berdua kompak sekali soal itu?, jangan-jangan aku memang sehebat itu ya'' katanya yg membuatku kesal


''lupakan saja''kataku lalu berniat meninggalkan ruang rapat


'' kalau aku saja yg menjadi ksatria nona bagaimana?''tanyanya yg membuatku berhenti melangkah


''hah!?...''mendengar hal itu aku langsung menoleh kearahnya dan memberi tatapan super tajam


''jangan menatapku tajam begitu dong, aku kan cuman bertanya''katanya


''tuan duke juga pasti tau kalau kau hanya kan membawa pengaruh buruk bagi nona''kataku lalu kembali melanjutkan jalanku untuk keluar dari ruang rapat


''eh~...jahat... gini-gini aku sudah menjaga tuan duke dari kecil loh, aku hebat dalam mendidik anak kecil''katanya yg tak ku dengar lalu keluar dari ruang rapat


***

__ADS_1


Elissa


''eh !?, pengawal?''tanyaku yg cukup syok dengan perkataan ayah


ada apa ini padahal ku kira dia mau mengatakan hal penting karena tiba-tiba memanggilku saat aku sedang asik bermain dengan laura dan adeline. Tau taunya dia cuman mau mengatakan omong kosong seperti ini


lagi pula apa aku butuh?, aku kan akan jarang keluar rumah


''ya, ayah pikir setidaknya kau perlu satu pengawal ''balas duke


''kau bisa pilih diantara mereka bertiga , mereka adalah ksatria terlatih, mereka juga sudah bersumpah untuk melindungi keluarga everon''sambungnya


Ukh ...'' biarpun begitu aku kan tak suka pada ksatria''batinku sambil mengalihkan padanganku dari para ksatria yg di pilih ayah


Ksatria ya...kalau bisa aku mau leon,ah!, benar juga


''anu...ayah..sebenarnya...ada satu orang yg aku inginkan untuk menjadi ksatriaku''kataku malu-malu


'' siapa?''


''dia bukan ksatria tapi aku sudah mengakui skillnya''


''oh~...apa kau tau namanya?''tanya duke


''leon si tukang kebun''


''pffft....'' ''ah!~...begitu ya...tukang kebun...''kata harry sambil mencoba menahan tawa


???..kenapa dia tertawa?, ksatria yg lain juga terlihat seperti sedang menahan tawa. Apa perkataan ku sangat konyol?


''ah~ ternyata itu alasan kenapa dia meminta hal itu''gumam duke


''tidak boleh ya?''kataku yg sedikit kecewa


''akan ayah pikirkan dulu, ayah tak bisa membiarkannya meninggalkan pekerjaannya saat ini''balas duke


Sudah ku duga pasti tidak akan berhasil, tukang kebun menjadi ksatria, ayah pasti tak akan membiarkan hal itu terjadi, padahal leon sudah selevel ksatria di mataku.


''elissa kembali lah kekamarmu''


''harry kau antar elissa kekamarnya''


''baik tuan'' ''mari nona''


***


''sepertinya nona sangat menyukai leon ya''kata harry saat mengantarku kembali kekamar


''eh?...um...''gumamku sambil mengangguk pelan


''tapi sepertinya tukang kebun memang tak boleh jadi ksatria ya''kataku sedikit kecewa


Dan harry yg mendengar itu kembali menahan tawa,aku bahkan bisa melihat badannya yg gemetar karena menahan tawa


Kenapa dia ketawa lagi?, aku tau kok ini konyol tapi apa perlu tertawa seperti itu?


''nona bagaimana kalau nona pergi kepangkalan militer''


''ah!?, tidak aku...''


Aku terlalu takut untuk pergi kesana....


''disana nona pasti akan menemukan sesuatu yg menarik''kata harry


''Sesuatu yg menarik?..''


''ya. sangat menarik''balasnya sambil tersenyum.


...****************...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2