Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 35


__ADS_3

Seminggu pun telah berlalu sejak hari itu, taman pun kini sudah cantik seperti sedia kala.meski begitu aku tak mau lagi mengunakan sihir itu karena takut akan menghancurkan taman lagi.


''huh~''


''um?..nona apa ada masalah?''tanya leon


''tidak,bukan apa-apa''


Aku tak bisa mengendalikan sihirku dengan baik,aku ingin belajar mengendalikannya tapi.....setiap kali aku gagal mengendalikannya aku pasti akan menghancurkan suatu tempat.


''dari pada rumah hancur mending aku berhenti saja''batinku


Tapi dengan begitu aku jadi tak bisa membela diriku dong ya........


Ku harap ada cara untuk mengendalikan sihirku tanpa menghancurkan rumah T_T


Ah!!..benar juga...


''leon apa leon tau tanah yg luas?,tak ada apa-apa hanya padang rumput luas''


''um...benar juga..nona mau belajar mengendalikan sihir ya?''tebak leon


''ehehe..tepat sekali'


''kalau kita pergi ketempat piknik waktu itu?''tanya leon


''jangan. Disana ada hewan-hewan kecil.aku bisa melukai mereka nanti''


''kalau begitu bagaimana dengan di tempat latihan pasukan?''


''eh?..maksud leon tempat latihan disana?''tanyaku sambil menunjuk tempat latihan para ksatria


''iya nona. Itukan luas,nona tak perlu takut menghancurkan sesuatu kalau disana''


''tapi disana ada para ksatria yg sedang berlatih''


''saya bisa urus itu nona''balas leon percaya diri


Setelah leon berkata begitu dia benar-benar mengurus segalanya. Tempat latihan pun benar-benar di kosongkan.


''bagaimana nona?''tanya leon


''leon benar-benar melakukannya,luar biasa''kataku terpukau


''ini bukan apa-apa nona''


''yo!..nona elissa ''sapa harry sambil berjalan menghampiriku


''apa begitu caramu menyapa nona?''tegur leon sambil melirik harry sinis


''ahaha tak apa kan. Aku dan nona kan sudah menjadi teman dekat bukan begitu nona?'' kata harry yg ku balas dengan senyuman


''ngomong-ngomong ku dengar nona mau belajar sihir disini?''tanya harry sambil mendekat kearahku


''ah! Iya..tapi aku sedikit khawatir ,bagaimana kalau aku menghancurkan sesuatu lagi''kataku cemas


''memang nona mau belajar sihir apa?''


''um...aku ingin belajar sihir serangan,kata luz aku masih terlalu kecil untuk mempelajari sihir api terlebih itu bukan bakatku jadi dia menyarankan sihir angin''jelasku


''hm..serangan kah...bagaimana dengan sihir air nona?''


''eh?...''


''sihir air juga memiliki damage yg cukup besar,meski tak sebesar sihir api tapi sihir ini cukup mudah untuk di pelajari''kata harrys ambil menunjukan sihir air miliknya


''saya cukup handal dalam sihir ini,kalau nona mau saya bisa mengajarkannya pada nona''


''benar kah!?..aku mau!''seruku semangat


''nona,sebaiknya anda tak terlalu berharap,dia itu payah sekali dalam mengajar''kata leon


''apa katamu!?...kalau cuman ngajarin sihir dasar aku juga bisa''kata harry tak terima


''kalau nona mau saya bisa mengajari nona sihir angin jauh lebih baik darinya''kata leon


''huh!?.apa-apaan itu!?.kan sudah ku bilang aku yg akan mengajari nona''


''berisik,kau pikir aku akan membiarkan mu mengajar nona,nona bisa saja terluka karena mu''


''aku tak mungkin membuat nona terluka. Dan lagi aku juga tak berniat mengajarkannya yg berbahaya kok''


''aku ksatria nona yg yg lebih tau soal nona''


''hah!~ jangan bercanda,aku juga ksatria nona tau~"


''anu...''panggilku yg tak di dengar mereka karena sibuk bertengkar


Kalau begini bagaimana aku bisa belajar sihir?...


Huh~dari pada itu bukannya lebih baik kalian mengajariku cara mengendalikan mana ku dulu ya?...


Um?....!!!?.... saat aku sedang melihat pertengakaran antara leon dan harry tiba-tiba saja perhatianku teralihkan pada sosok mengerikan yg tiba-tiba saja muncul dia antara para ksatria dan pelayan yg berada di dekat sini, dari ukurannya yg begitu besar dan ada semacam aura hitam yg terhubung di antara beberapa ksatria dengan makhluk itu


''dewa kematian..''gumamku sambil berjalan mundur perlahan


Apa karena banyak yg akan mati makanya dia menjadi sangat besar?.tapi kenapa tiba-tiba?.di tambah lagi di lihat dari senjata yg ia bawa kelihatannya waktu yg tersisa tak banyak .


Apa maksudnya ini?.bukannya dewa kematian hanya akan muncul tiga hari sebelum kemati....ah!...kematian mendadak!?....

__ADS_1


''um?..nona anda baik baik saja?"'tanya leon yg menyadari reaksiku


''wajah anda pucat sekali nona,apa anda merasa tak enak badan?''tanya harry


Ugh...ini bukan saatnya takut..aku harus mencari menyebab kemati... hik!...


Pikiranku langsung terhenti begitu tatapan dewa kematian itu mengarah kearahku saking kagetnya aku sampai terjatuh yg tentu saja membuat leon dan yg lain terkejut


''nona anda baik-baik saja?''tanya leon sambil menepuk pundakku


''leon lebih baik bawa nona kedalam kelihatanya nona sedang kurang enak badan''kata harry


''baiklah'' ''nona mari masuk kedalam''kata leon sambil mengulurkan tangannya


''tapi..''kataku sambil melirik kearah dewa kematian itu


Kalau aku pergi mereka bisa saja mati.bagaimana ini..aku tak mau ada yg mati lagi di dekatku.


Aku pun mencoba menenangkan diriku dan mengamati aura hitam yg terhubung dengan makhluk itu. Ternyata setelah ku amati aku menemukan kumpulan aura hitam pekat yg berada di dalam hutan dekat tempat latihan,walaupun aku tak tau ada berapa banyak tapi kalau di lihat dari ukuran auranya ku rasa lebih dari 15 orang di sana.


''leon..''panggilku sambil mengenggam tangan leon


''di dalam sana...apa sedang ada perkumpulan''tanyaku sambil menunjuk kearah hutan


''eh?...um...saya rasa tidak nona ,para pelayan tak punya alasan untuk pergi kesana apa lagi berkumpul disana''balas leon


''sekarang juga bukan waktunya berburu untuk para ksatria.memangnya ada apa nona?''tanya harry


''tapi..disana ada banyak sekali orang berkumpul dan mereka menuju kemari''kataku yg mulai gemetar


Leon dan harry pun mulai menatap satu sama lain seakan –akan paham dengan kondisi saat ini


''ada berapa banyak nona?''tanya harry


''um...'' ku coba perhatikan lebih baik dan kini aura hitam itu terpencar


''5 orang menuju taman,7 orang menuju kemari ,dan sisanya aku kurang yakin''


''oke..itu cukup nona'' ''sekarang masuk lah bersama leon kedalam ya''kata harry lalu mengeluarkan pedangnya


Leon pun langsung mengendongku dan berniat membawaku masuk dan sebelum aku meninggalkan harry !!?..tiba-tiba saja aura hitam itu kini ikut menyelimuti tangan kanan harry.


''harry..tolong berhati-hatilah di sebelah kanan''saranku sebelum meninggalkannya,harry pun sempat melihatku keheranan lalu tersenyum lembut


''baik nona."


...****************...


...POV Harry...


Setelah nona dan leon pergi.akupun langsung bersiap untuk kehadiran


''hmph...aku tak tau bagaimana nona bisa tau soal ini..tapi ini benar-benar kabar yg bagus''gumamku saat mulai merasakan kehadiran seseorang yg mendekat dengan aura membunuh yg sangat kental


''baiklah..dengan mempertaruhkan gelarku sebagai ketua pasukan singa putih, akan ku habisi para serangga menyebalkan ini''kataku lalu menghunuskan pedangku kearah meraka


...POV Leon...


''leon..apa harry akan baik-baik saja?''


''hmph...walaupun saya benci mengakuinya tapi dia cukup hebat nona,dia pasti akan baik-baik saja''balasku sambil tersenyum


Siapa sangka akan ada penyusup siang bolong begini,dari pada itu masih ada 5 orang ke arah taman kah...sisanya mungkin bersembunyi didalam hutan


''sir leon''


''ah..kebetulan sekali kau lewat nicol'' ''ada 5 ekor di tikus di taman lalu sisanya bersembunyi di hutan tolong kau bereskan''


''apa!?..ah~..baik sir..'' balasnya lalu pergi tanpa banyak bertanya


''tikus?...bukannya manusia?''tanya nona dengan polosnya


'' mereka tak pantas di sebut manusia nona''balasku sambil tersenyum kearah nona


''leon..apa hutan itu terhubung ke luar?''tanya nona


''ya nona...walaupun ada tembok yg membatasinya''


''kalau begitu bagaimana orang luar bisa masuk?''


''pasti ada lubang disana nona.''


Yah...apapun itu bodoh sekali kalau mereka pikir bisa selamat setelah masuk kedalam sarang singa


''leon akan selalu di dekat ku kan?''tanya nona sambil menggenggam erat bajuku


''hmh~.tentu saja nona,saya kan ksatria nona,mana mungkin saja meningalkan nona''balasku sambil tersenyum lembut


...POV Duke everon...


''penyusup katamu?!''


''ya tuan,mereka benar-benar gila karena berfikir bisa menyerang kediaman terlebih secara membabi buta di siang hari''balas harry


''hmph..entah mereka bodoh atau terlalu percaya diri''timpal audelina


''kalian berhasil membereskannya bukan?''tanyaku


''ya tuan, berkat nona elissa kami bisa membereskan mereka dengan sangat cepat''

__ADS_1


''berkat eli?''


''benar nyonya, kalau saja nona tak bilang ada orang di hutan kami mungkin tak akan tau kedatangan mereka''


''bagaimana dia bisa tau hal itu?''tanyaku


''soal itu saya juga tak tau tuan.nona tiba-tiba saja ketakutan dan bilang ada segerombolan orang di hutan''


''lalu nona juga mempringati saya untuk berhati hati di sebelah kanan dan berkatnya saya tertolong dari serangan mendadak'' kata harry yg terlihat sangat senang


Bagaimana elissa bisa tau soal itu?,apa itu salah satu kemampuan elf?.


''apa ada lagi yg ingin kau laporkan?''


''itu saja tuan''


''kalau begitu kau boleh pergi''


''baik tuan''balas harry lalu membungkuk dan pergi


''bukannya menurutmu ini aneh lean?''tanya audelina setelah harry keluar


''kau benar,aku sedikit penasaran dengan cara elissa mengetahuinya''


''um...kalau di ingat-ingat saat kau pergi hari itu eli juga tiba-tiba ketakutan''


''eh!?..ada apa?''


''entah lah,dia tak mau bicara ,yg jelas ia terlihat sangat ketakutan saat berada di dekat seorang pelayan''


''siapa pelayan itu?.sekarang dimana dia?''


''dia sudah mati 3 hari setelah eli ketakutan dengannya ,penyebabnya karena kecelakaan saat berkerja''


''dia mati!?''


mm....apa perlu ku tanyakan hal ini padanya?.tapi kalau ia tak mau mengatakannya?.aku tak bisa memaksanya kalau begitu


...POV Elissa...


''Sepertinya sudah berakhir ya''pikirku sambil meihat kearah balkon


Tadi itu mengerikan sekali,aku melihat dewa kematian menghunuskan sabitnya beberapa kali,aku juga sempat mendengar jeritan orang-orang...


Berapa orang yg tewas ya...ah~..memikirkannya saja sudah mengerikan...


''nona elissa anda baik-baik saja?''tanya luz sambil menepuk pundakku


''luz...apakau tau baru saja ada pertumpahan darah?''tanyaku


''eh?...apa maksud anda?.''


''ah~.bukan apa-apa''


Mungkin luz tak mendengar jeritan itu ya?.ya sepertinya begitu soalnya lokasinya aja jauh,mungkin karena aku elf makanya aku bisa mendengar nya


Tok..tok..''elissa..ini ayah boleh ayah masuk?''


''ayah?''


''masuk saja ''balasku sambil bangkit dan berjalan kearah pintu


''apa ayah menganggu kalian?''tanya ayah samil masuk kedalamkamar


''tidak yah''balasku sambil tersenyum. Ayah pun langsung mengangkatku dan mengandongku.


''ada yg ingin ayah bicarakan dengan elissa, apa kau punya waktu sebentar?''


''tentu'' ''luz aku akan memanggilmu lagi nanti ya''kataku sambil menoleh kearah luz,luz pun tersenyum kecillalu membungkuk dan pergi


Setelah luz keluar ayah mengendongku dan membawaku ke kasur.


Kelihatanya ayah ingin bicara hal serius,tapi apa ?


''elissa apa kau tau sesuatu soal orang-orang di hutan tadi ?''tanya ayah


''eh!?'' apa maksudnya orang-orang yg mati itu?.


''berkatmu kita bisa mengatasi mereka dengan cepat''


''Begitu ya...syukurlah kalau begitu...''


''yang ingin ayah tanyakan bagaimana kau bisa tau soal itu?.harry juga bilang kau sempat mempringatinya soal bagian sebelah kanannya,berkat itu di terhindar dari ancaman berbahaya''


''apa kau bisa beritahu ayah kenapa kau bisa tau semua itu?''tanya ayah


''itu...''


Apa aku boleh mengatakannya?, kalau aku bisa melihat dewa kematian?.aku belum sempat mengatakan ini pada siapapun sih...


''aku....ayah aku bisa me....'' Deg!...belum sempat aku mengatakannya jantungku tiba-tiba terasa seperti di remukan.dan tanpa ku sadari aku bahkan sampai muntah darah


kini suara ayah terdengar menjauh perlahan,pengelihatanku pun mulai buram dan sebelum itu semua benar-benar menghilang ku lihat wajah ayah yg begitu syok


''ELISSA!'' samar-samar Suara Ayah.


...****************...


...Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2