Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 250


__ADS_3

"Pernah ... hanya saja sudah lama sekali. Saya ingat terakhir saya menangis adalah saat pertemuan saya dengan tuan duke.setelah itu saya tak ingat pernah menangis lagi'' balasnya


Karena itu aku tak pernah melihat leon menangis.


Leon pasti sangat menderita hingga ia tak bisa menangis lagi sekarang.


*set..''tapi saya senang''ucap leon tiba-tiba


''ini pertama kalinya ada orang yg menangis demi saya.saya benar-benar senang untuk itu'' sambungnya lalu menempelkan keningnya ke keningku


''kalau begitu..'' *grep!


!?!


''mulai saat ini aku yg akan menangis untuk leon!'' serunya sambil mengenggam kedua tangannya


''kalau leon tak bisa menangis lagi.maka biarkan aku yg menangis untuk leon''sambungku


Aku memang tak pernah melihat leon menangis.sejujurnya aku cukup penasaran dengan itu tapi leon terlihat sudah sangat menderita dulu.aku tak mau melihatnya menangis seperti dulu.


''hmph.. terima kasih nona,tapi saya lebih suka melihat nona yg tersenyum di bandingkan menangis'' balasnya sambil tersenyum


''aku juga begitu''


''lalu...leon''


''ya?''


''kalau..kalau saja,suatu saat nanti ada orang terdekat leon seperti harry ,kesatria everon ataupun ayah meninggal apa leon akan menangis?''tanyaku


!?! ''kenapa anda bertanya begitu?''


''habisnya. Saat di tinggal orang terdekat siapapun pasti menangis kan?. Leon juga begitu?''tanyaku namun leon tak menjawab apapun dan terlihat benar-benar memikirkannya


''entahlah. Saya sudah mendedikasikan hidup saya sebagai seorang ksatria.saya pun sudah terjun kemedan perang beberapa kali. Kehilangan rekan atau orang terdekat sudah merupakan hal wajar bagi saya.'' ''setiap manusia pasti akan meninggal.dan menangisi hal yg sudah pasti itu.....maaf nona saya tak bisa menjawabnya dengan baik.karena sejujurnya saya tak merasakan apapun saat kehilangan seseorang, kecuali ibu saya waktu itu'' jelasnya sambil tersenyum sendu


''di banding rasa sedih ,saya lebih merasakan perasaan bersalah karena tak bisa menolongnya untuk hidup lebih lama'' sambungnya


..... ''kalau begitu...berjanjilah.leon tak akan menangis juga saat aku mati'' ucapku sambil memberikan jari kelingkingku


''APA!?''


''leon bilang leon tak merasakan apapun saat kehilangan seseorang bukan?.kalau begitu leon juga tak akan menangis kalau aku meninggal''


''lagi pula aku tak mau melihat leon menangis hanya untukku saja'' sambungku


''....hmph...baik. Saya tak akan menangis.''balasnya sambil mengaitkan jari kelingkingnya

__ADS_1


''sebagai gantinya saya akan langsung bunuh diri'' sambung leon sambil tersenyum


HAH!?.''ITU LEBIH TAK BOLEH!''seruku yg di balas tawa oleh leon


Leon tertawa...


Pfft..entah kenapa perasaan ku menjadi lebih baik di banding tadi


''kalau begitu nona tak boleh mati sebelum saya''kata leon


.....'' leon hal semacam itu mana bisa ku janjikan''


'' tapi..'' *grep '' akan ku usahakan'' sambungku lalu tersenyum


''hmph..'' ''oh!. Lagunya di mulai lagi'' ucap leon begitu mendengar suara musik yg mulai di mainkan kembali


''nona'' '' mau kah anda berdansa satu lagu dengan saya?''tanya leon sambil mengulurkan tangannya padaku


''ta..tapi..'' ''di dansa kedua aku selalu menginjak kaki putra mahkota.bagaimana kalau aku menginjak kaki leon juga?''tanyaku ragu


''kalau begitu'' *Grep *syut...


''injak saja dari awal'' ucapnya sambil mengangkatku lalu menurunkan ku tepat di atas kakinya


''eh!?..tapi..memang gak sakit?''tanyaku cemas


''kalau begitu'' *set


Aku pun melepas kedua sepatuku


''tak perlu pakai sepatu ya'' ucapku sambil tersenyum


...'' ahaha..anda benar-benar memikirkan saya ya nona.''tawa leon


setelah itu leon pun menarikku mendekat dan kami pun berdansa di bawah sinar rembulan.


Di banding ayah dan putra mahkota gerakan leon lebih kaku tapi anehnya....Aku jauh lebih senang dan nyaman berdansa dengannya. Mungkin karena disini tak ada siapapun yg melihat ,sehingga aku tak merasa tertekan oleh tatapan mereka.karena disini hanya ada kami berdua yg saling menatap satu sama lain


***


Beberapa menit yg lalu


POV Harry


''sial..anak itu..kurang ajar..beraninya ia mempermalukanku seperti ini'' gerutu tuan demetria sambil kembali ke kereta kudanya


''ayah!'' panggilku sambil berlari menghampirinya

__ADS_1


Dan saat beliau berhenti dan menoleh kearahku aku bisa tau suasana hatinya benar-benar buruk saat ini.yah meski tanpa melihatpun aku sudah tau .maksudku siapa juga yg tak marah setelah di permalukan seperti itu terlebih oleh anak kecil.


'' masih berani kau menanggilku dengan sebutan itu. penghianat'' balas beliau sambil menatapku tajam


''penghianat?. Bukannya itu panggilan yg terlalu kejam untuk darah dagingmu sendiri?'' balasku


''kau!.setelah semua yg ku berikan padamu pada akhirnya kau menghianatiku dan malah berpihak pada anak haram itu!. kau bahkan membuang keluargamu deminya. Aku kecewa berat padamu harry'' ucapnya


''aku tak mengerti maksud ucapan ayah. Dari awal aku tak pernah sekalipun berfikir untuk menghianati keluarga ku sendiri. Aku hanya mencoba membuat keluarga ku bahagia.atau lebih tepatnya membahagiakan adikku yg kau buang begitu saja'' sindirku


''HARRY!''


''ayah... aku bukannya membuang keluargaku. Aku hanya ingin memberikan kesempatan kedua untuk adikku yg kehilangan segalanya saat itu.''


'' tapi itu tak mengubah kenyataan kalau kau memilih untuk bekerja di sini dan membuang masa depanmu sebagai kepala keluarga. Dengan kau melakukan itu kau sama sa__''


''loh kok?...ini aneh..aku tak pernah bilang aku tak mau menjadi kepala keluarga selanjutnya. Dan lagi.. yg membuat nama demetria akan berakhirkan ayah sendiri. Ayah yg selalu berpegang teguh pada prinsip kuno enggan menyerahkan jabatannya pada anaknya sendiri yg melakukan pemberontakan kecil'' potongku


''apa katamu!?''


''pfft..ayah.. bukannya ayah sudah terlalu tua untuk ngambek mengenai hal ini?. Ayahkan bukan anak kecil lagi yg jika tak di turuti akan mejaruk seharian'' balasku sambil menyeringgai dan jelas ini membuat kerutan di wajahnya semakin terlihat jelas


''sekarang kau berani menghina ayahmu sendiri?''ucapnya sambil mengepalkan tangannya kuat-kuat


''menghina?. Aku hanya mengatakan kenyataan'' balasku sambil menandangnya rendah


''ayah. anda terlalu ke kanak-kanakkan. Ayah pikir aku harus selalu menuruti perkataan ayah tanpa berani memilih jalan ku sendiri?.''


*set ''sayang sekali ayah. aku bukan boneka ayah. akulah yg akan menentukan nasipku sendiri'' ucapku sambil mendekatkan wajahku kearahnya


''hmph '' ini jalan yg ku pilih yah. Aku ingin ayah menghargai pilihan ku ke timbang terus memaksakan kehendak ayah padaku'' ucapku sambil kembali menjaga jarak darinya


'' oh ya. sebaiknya ayah kembali sekarang.kelihatannya pipi ayah bengkak akibat tamparan nona kecil kami tadi'' sambungku sambil tersenyum kecil lalu pergi meninggalkannya


''oh !. aku hampir lupa tujuan utamaku menghampiri ayah'' ucapku sambil berhenti lalu menoleh kebelakang


''ayah, aku tak tau apa maksud ayah datang kesini malam ini. Tapi yg jelas . aku dan leon sama sekali tak mengharapkan kehadiran ayah disini.''


!!?


''dan ya. aku benar-benar marah kalau ayah masih menghina leon seperti itu. kali ini ku maafkan tapi tidak selanjutnya. Maaf tapi aku tak peduli meski kau ayahku sekalipun. Tak akan ku maafkan siapapun yg menghina adik kesayangan ku itu'' sambungku sambil menatapnya tajam


''APA KATAMU!?''


''hmph...aku hanya ingin mengatakan itu saja semoga malam anda menyenangkan tuan demetria'' ucapku sambil berbalik badan dan pergi meninggalkannya.


...****************...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2