Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 55


__ADS_3

Setelah hari itu erwin terus saja mengikutiku dan selalu melakukan hal –hal tak sopan padaku, meski ku suruh ksatria untuk membawanya pergi atau memberinya hukuman atas ke tidak sopanannya , ujung-ujungnya dia tetap kembali dan melakukan hal yg sama seakan ia tak akan pernah jerah.dan itu membuatku lelah sendiri


''eric!'' panggilnya sambil melambaikan tangan kearah ku


Hah~...yaampun kapan anak ini jerah.....


'' kali ini ada apa lagi?''


''kau sibuk?. Kalau tidak ayo pergi ke kota, ku dengar ada pertunjukan seru disana'' ajaknya semangat


''apa kau pikir aku punya waktu untuk hal tak berguna itu?. Aku sangat sibuk hari ini, setelah ini aku ada kelas berpedang , kelas kepemimpinan,kelas sihir lalu..''


''huwaaa... seram.. apa-apaan jadwal mu itu... mengerikan sekali...aku benar-benar tak paham dengan pemikiranmu'' potongnya


''huh~...ada juga aku yg berfikir begitu... kau kan putra satu-satunya duke , tapi untuk di sebut penerus bukannya sikapmu itu terlalu santai, kau seperti tak memiliki persiapan untuk menjadi pewaris''balasku


''um?....habisnya... ayahku kan belum mati, jadi kenapa harus buru-buru?'' balasnya yg membuatku kehabisan kata-kata


Orang ini...entah dia bodoh atau apa...bisa-bisanya dia mengatakan hal semacam itu dengan lantangnya...


'' hidup itu hanya sekali, jadi harus di nikmati sebaik mungkin. Eric juga harusnya begitu, kalau waktu mudamu hanya di habiskan untuk belajar dan bekerja saja, di masa tua kau akan menyesal loh'' sambungnya


.....dia tak mengerti sama sekali beban apa yg di tanggung seorang putra mahkota.


Mana mungkin aku punya waktu untuk kesenangan pribadiku, kerajaan adalah yg utama , aku tak boleh mengkedepankan egoku hanya untuk hal semacam itu...


'' konyol sekali'' balasku lalu berjalan melewatinya


'' huh!?..apanya yg konyol. Itu kan pemikiran yg lumrah..'' katanya yg tak ku hiraukan


Bersenang-senang?. Sejujurnya aku tak pernah melakukannya, aku bahkan tak tau caranya, apa itu bersenang-senang?..dan untuk apa?..aku sama sekali tak paham.


Erwin sachdev everon ...meski dia pewaris tunggal sepertiku dia sama sekali tak terlihat tertekan malahan dia terlihat sangat bebas seakan tak ada satupun yg menganggu nya.


''hmph....bagaimana dia akan menjadi pemimpin nanti'' gumamku sambil melihatnya dari balik jendela kamarku


Seorang pemimpin haruslah sempurna tak sepertinya yg terlalu banyak celah...


Karena itu lah aku selalu berfikir aku tak boleh menjadi sepertinya dan tetap berpegang teguh pada prinsipku yg harus selalu sempurna, sampai..


Suatu hari untuk pertama kalinya dalam hidupku aku melakukan sebuah kesalahan. Sebuah insiden berbahaya hampir saja terjadi saat pertunjukan drama sekolah . hal itu terjadi karena kelalaian ku dalam memeriksa alat yg akan di gunakan .para siswa pun menyalahkan ku untuk itu karena memang aku yg bertanggung jawab kala itu


Dan aku sama sekali tak bisa membantah mereka karena ini memang murni kesalahanku


'' putra mahkota bagaimana anda bertanggung jawab atas hal ini?!''


''benar!..anda harus bertanggung jawab untuk hal ini!"


''semuanya tolong tenang..saya benar-benar minta maaf untuk kejadian kali ini, saya akan bertangung jawab untuk hal ini''


''tentu saja anda harus bertanggung jawab!, hampir saja terjadi hal berbahaya tadi!'' balas seorang siswa yg membuat siswa lainnya makin memanas

__ADS_1


Dan kala itu untuk pertama kalinya aku menjadi sangat takut dengan opini masyarakat, aku bahkan merasa diriku ini pemimpin yg buruk, aku merasa gagal.


''KALIAN SEMUA HENTIKAN ITU!'' teriak seseorang yg langsung membuatnya menjadi pusat perhatian


''bisa kalian hentikan itu?. Kenapa kalian menyalahkannya terus-menerus?. Dia juga paham dengan kesalahannya.'' Kata erwin lalu berjalan mendekatiku


'' memangnya kenapa kalau dia membuat kesalahan?. Toh dia juga manusia. Wajar kalau dia membuat kesalahan. Dan lagi tak terjadi hal serius bukan?. Jadi sudah lah.. jangan di besar-besarkan. ''


''eric sudah berusaha keras untuk menyukseskan acara ini, wajar kalau dia kelelahan dan membuat kesalahan.''


''sekarang aku tanya pada kalian, apa kalian bisa membuat acara sebesar ini hanya dalam waktu seminggu?. Kalau bisa kenapa tak kalian saja yg lakukan?. ''


'' jangan mengkritik orang lain kalau kalian sendiri tak bisa melakukan yg lebih baik darinya'' sambung erwin sambil memberi mereka semua tatapan tajam


'' dia ini putra mahkota loh!, di mana rasa hormat kalian!'' seru erwin dengan bangganya


Mendengar perkataan erwin barusan semua murid pun langsung terdiam dan tak berani memberi komentar apapun. Dan akhirnya masalah ini selesai begitu saja


Para murid pun langsung pergi dan membereskan kekacauan yg ada


''kenapa kau melakukan itu?, aku tak perlu pembelaan mu barusan. Ini murni kesalahan ku'' kataku sambil menunduk menyesali perbuatanku


........ puk!.. '' berhenti bersikap seperti itu'' balasnya sambil menepuk pundakku


'' kita ini temankan?'' ''sudah seharusnya saling membantu''


''dan seperti yg ku bilang tadi, kau itu juga manusia sudah pasti kau akan membuat kesalahan. Berhentilah bersikap selalu sempurna, kau itu bukanlah dewa'' sambungnya sambil tersenyum


''lalu aku merasa puas karena akhirnya aku mengatakan kata favoritmu'' katanya dengan


''kata favorit?''tanyaku


''itu loh yg 'aku ini putra mahkota' ehehe..kau sangat menyukai kata itu bukan?.hampir setiap saat kau mengatakannya''balasnya sambil tersenyum gembira


''itu bukan kata favoritku,dan lagi itu sebuah penegasan untuk mu karena aku ini memang putra mahkota''


''tuh kan kau mengatakannya lagi..ahaha..sudah ku duga kau sangat menyukai kata itu ya''tawanya


Ck...gak akan ada habisnya kalau aku berdebat dengannya


''sebenarnya apa yg di ajarkan ibumu padamu sih..''kataku sambil menepuk keningku


''ibuku?... dia mengajariku untuk bebas ,karena hidup hanya sekali jadi harus di nikmati, itu ajaran beliau''balasnya sambil tersenyum


''tapi yah...mungkin aku memang tak di ajari banyak hal olehnya karena jujur saja sudah lama sekali aku tak bertemu dengannya''sambungnya sambil tersenyum sendu


''duchess tak ada di kediaman duke?''


''um?....tidak ada, beliau pergi mengembara sejak aku kecil, sampai sekarang aku belum bertemu dengannya lagi..''


Apa-apaan itu?. Apa beliau meninggalkan tugasnya begitu saja?...dimana rasa tanggung jawabnya?

__ADS_1


'' ibuku punya masalah dengan seseorang jadi dia pergi mencari orang tersebut. Aku penasaran sudah sejauh mana perkembangannya..''


''....apa kau tak kesepian?'' tanyaku yg langsung keluar begitu saja, aku sama sekali tak menyangka akan mengakatakan ini, jujur aku tak mau ikut campur urusan keluarga mereka.


''um?...tidak sama sekali. Ibuku melakukan hal yg ia suka, ia menikmati hidupnya dengan caranya sendiri, kalau aku menahannya hanya karena kesepian bukannya itu egois?.tapi yah....bohong kalau ku bilang tak merindukannya''


........aku makin tak paham dengan pemikiran orang ini. terkadang dia terlihat bodoh tapi terkadang dia terlihat dewasa.


'' tenyata kau memang aneh'' gumamku


''um?.. kau bilang apa?''


''bukan apa-apa''


''dari pada itu...akan ada festival di ibu kota sebentar lagi, kau ingin ikut?''


''um... eh!?.. apa baru saja kau mengajakku jalan-jalan!?...serius!?...''


''berisik, kalau tak mau ya sudah'' balasku sambil berjalan menjauh


''ey....tentu saja aku ikut!..'' serunya lalu berlari mengikutiku


***


Setelah hari itu erwin menjadi semakin dekat dengan ku dan entah sejak kapan orang-orang mulai menganggap kami ini berteman..


''pandangan masyarakat memang aneh'' gumamku sambil selonjoran di kursi ku


''pu..putra mahkota..gawat!''


Astaga apa dunia ini tak membiarkan ku istirahat ?!...


''ada apa lagi?''


'''i.itu.. tuan muda duke everon semakin mengila di penjara'' kata seorang prajurit


Bocah itu...tak bisa kah ia menyesali perbuatannya meski hanya sebentar?!


Aku pun langsung kembali ke penjara dan melihat keributan apa lagi yg si bodoh itu lakukan.


''eric!.. keluarkan aku dari sini!. Dan biarkan aku menghajar mu!''


''mana mungkin aku melakukan itu kalau kau berkata begitu bodoh..''


''huh~....padahal aku berencana mengurungmu hingga acara di mulai agar kau bisa menikmati acara dengan keluargamu, tapi kalau kau masih mengila seperti ini maka lupakan saja kalau kau akan menikmati acara dengan adik kecilmu itu''kataku


''apa yg anda katakan putra mahkota?..saya sama sekali tak mengila kok... lihat saya jadi anak baik disini..'' katanya sambil memasang tampang manis ala anak anjing


Dia ini benar-benar bodoh ya ........


...****************...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2