
POV Leandro
Awalnya aku memang tak berniat untuk putar arah hanya saja...entah kenapa firasatku tiba-tiba buruk begitu memikirkan lina.aku merasa seperti tak akan pernah melihatnya lagi kalau tak menghampirinya sekarang. dan benar saja saat aku sampai di tempatnya ada orang asing disana ,orang asing yg terasa begitu mengerikan hingga membuat bulu kudukku bergidik ngeri di tambah lagi. aroma kematian terasa begitu kental darinnya. Dan tanpa sadar aku ku bergerak sendiri menuju lina dan membawanya pergi sejauh mungkin menghindari sosok aneh itu.
Dan sekarang aku bersyukur aku melakukan hal itu tadi. Kalau tidak saat ini lina pasti...
''oh! Lean!..itu'' seru lina sambil menarik bajuku lalu menyuruhku sembunyi
''apa?''
''lihat..itu..seekor naga'' kata lina sambil tersenyum lebar
Naga!?
Mendengar hal itu aku pun langsung menoleh kearah yg ia tunjukan dan benar saja. tubuh besar yg begitu besar dan sisik putihnya yg berpadu dengan cahaya senja juga padang rumput yg keemasan. Rasanya sulit di percaya aku bisa melihat pemandangan seindah ini dalam hidupku dan lagi seekor naga?!.ini luar biasa
''lean aku..'' *syut..
''jangan nyari gara-gara'' potongku sambil menariknya
Gadis ini aku sudah tau apa yg ia pikirkan ia pasti mau melawan naga itu
''e..eh?...''
Pada akhirnya tanpa membuat sang naga merasa terganggu kami pun pergi dengan damai . perjalananpun di lanjutkan dan benar seperti katanya di kawasan suci semuanya begitu tenang dan aman tak ada monster. di malam haripun terasa begitu menenangkan dan ajaibanya disini kami tak merasakan dingin di kala malam.benar-benar tempat yg ajaib
''hei...aku ingin tanya satu hal sebelum kembali ke benua sana'' ucap lina sambil berbaring memandangi ribuan bintang di atas sana
''apa?''
''seperti yg kau tau.sudah lama aku meninggalka kehidupan manusia disana.jadi...'' katanya yg terdengar ragu
''tenang saja.aku akan selalu berada di dekatmu'' balasku yg paham dengan maksudnya
Ia sudah lama tak berinteraksi dengan manusia. Lebih tepatnya dengan banyak orang.pasti akan sulit baginya untuk terbiasa dengan kehidupan disana
''kau cepat tanggap ya'' balasnya lalu tertawa kecil
Hmph..sama sepertinya yg menemaniku selama di benua hitam.saat kami tiba disana giliranku yg menemaninya.
''aah~.. setelah sampai disana hal pertama yg ku inginkan adalah makan kue lalu menyiapkan berbekalan ku lagi'' ucapnya
''kue kah...baiklah..akan ku bawa kau ke toko kue terlezat di kekaisaran begitu kita tiba disana'' ucapku seraya tersenyum lembut kearahnya
''woah!.serius!.. janji loh ya!..aku sangat suka kue jadi aku mungkin akan menguras kantongmu disana''ucapnya sambil bangkit dengan semangat
__ADS_1
''hmph..apa kau meremehkan kekayaan keluarga duke?.kau bahkan bisa membeli toko itu jika kau mau'' ledekku dan matanya malah berbinar-binar mendengar hal itu
Oh?..dia serius mau aku membeli satu toko?
''ahahaha tak perlu satu toko di belikan dua bungkus saja aku sudah senang kok. Terima kasih'' balasnya
Hmm....
''dah ayo tidur besok kita harus sudah sampai di perbatasan'' kata lina
''iya''
***
Keesokan harinya di kala sang mentari belum menampakan dirinya kami berdua sudah melanjutkan perjalanan kami dan akhirnya di saat mentari berada tepat di atas kepala kami kami pun tiba di perbatasan
Hamparan laut biru yg luat dan suara dari burung camar serta dentuman ombak yg kencang .membuat kami berdua tersenyum melihatnya
''lihat kita sudah sampai perbatasan'' ucap lina sambil tersenyum lembut
''iya'' balasku lalu mendekatkan diriku ku ke arah ombak lembut di pinggir pantai
'' kita benar-benar tiba di perbatasan '' ucapku sambil menyentuh pasir putih di dekatku
Aku tak menyangka benua yg paling di takuti semua orang memiliki pingiran secantik ini. Bahkan kalau di lihat sepintas ini tak ada bedanya dengan pantai di kerjaan diamond yg juga bersinar layaknya permata
''bantu aku membuat rakit untuk kembali''
''rakit?. Ku pikir kau bisa langsung membuatnya dengan sihirmu'' balasku sambil menghampirinya
''oh!..ide bagus.kalau dengan sihir ku bimsalabim pasti langsung jadi lalu saat aku kehabisan mana kita akan berenang hingga ke benua sana begitu!'' katanya yg langsung meninggikan suaranya di akhir
''iya...iya..aku paham.'' Balasku lalu membantunya membuat rakit
Setelah beberapa jam berlalu rakit kami pun siap untuk di pakai
''wah!..ini jauh lebih baik dari rait yg dulu ku pakai'' ucapnya
''pakai kau yakin kita akan sampai kesana dengan rakit ini?''tanyaku ragu
''tenang saja dan percayakan pada ahlinya'' ucapnya percaya diri
''baiklah..sebaiknya kita pergi sekarang''ucapnya lalu mendorong rakitnya ke laut
*hup '' ayo'' katanya setelah lompat keatas rakit
__ADS_1
''iya..iya'' balasku lalu mendorong rakit itu meuju lautan lepas dan langsung naik begitu tempat berpijakku hilang. Lina pun langsung memberiku dayung dan akhirnya perjalanan melaut kamipun dimulai
''selamat tinggal benua hitam. Ku harap aku tak akan pernah kesana lagi'' batinku sambil menoleh kebelakang
Meski itu tempat yg mengerikan nyatanya ada beberapa hal yg mungkin harus kusyukuri selama berada disana
***
''ngomong-ngomong berapa hari kita akan sampai disana?''tanyaku sambil mendayung rakit ini
''hmm.. mungkin seminggu 2 minggu?.tergantung ombak dan angin sih'' balasnya
Huwaaa..apa kami akan baik-baik saja?
''tapi tenang saja. kalau kita beruntung harusnya akan ada kapal nelayan atau penyihir yg berkeliaran'' balasnya
Kalau berutung kah..
Sayangnya aku tak begitu percaya pada keberuntungan sih. lagi pula nama mungkin ada kapal yg mendekati benua hi..
''huwaa!.. lihat itu kapal!''seru lna yg jelas membuat ku syok
''APA!?''
''ahahaha..kau benar-benar beruntung ya''tawa lina
Tidak..ku pikir ini bukan keberuntungan ku melainkan keberuntungan nya.habisnya keberuntungan ku itu tipis banget
Lina pun langsung melambaikan tangannya kearah kapal tersebut dan kapal itu langsung bergerak menuju kami.
Sulit di percaya benar-benar ada kapal yg menuju benua hitam dan lagi kami bisa bukannya ini terlalu aneh untuk d sebut kebetulan?.
Setelah kapal mendekat kapal itu langsung melemparkan tangga kearah kami seraya meminta kami untuk naik. Tanpa rasa curiga sama sekali lina pun langsung naik keatas lalu di ikuti olehku namun...aku melupakan satu hal . yakni
*SRING!
Keberuntungan lina terkadang di ikuti kesialan juga.
''angkat tangan kalian'' ucap salah seorang anggota kapal tersebut sambil menodongkan pedangnya kearah kami. dan ya. silanya kapal yg kami naiki ini adalah kapal perompak yg isinya penjahat semua.sungguh keberuntungan dan kesialan yg luar biasa
''wow..wow..tenang lah kawan.. kami hanya ingin menumpang sampai ke pelabuhan''ucap lina dengan santainya seakan ini hal yg biasa baginya
''kau pikir ini kapal turis?. Hei cepat ikat mereka."
...****************...
__ADS_1
...Bersambung...