
Setelah tiba di depan ruang jenazah badanku langsung gemetar bukan main.
Perlahan pintu ruang jenazah pun di buka dan nampak ada beberapa jenazah di dalam sana yg sudah di tutup kain putih.
Staf yg membawa kami pun masuk duluan dan mengecek jenazah yg di maksud, namun setelah beberapa menit berlalu.
''yang mulia maaf, tapi sepertinya jenazah yg anda cari sudah di ambil pihak keluarga''kata staf tersebut
''HUH!?.APA MAKSUDNYA ITU!''seruku
''saya benar-benar minta maaf , saya akan cari tau alamatnya setelah itu kembali untuk memberitahukannya''kata satf tersebut lalu pergi
''putra mahkota sebenarnya apa maksudnya ini?''tanya duke
''anda tak berfikir erwin sudah...''
''tentu saja tidak!''potongku
''tentu saja aku berharap itu bukan dia tapi...kata seorang pria tua kemarin malam ada pria muda berambut hijau yg di temukan dalam kondisi sekarat.''sambungku sambil bersandar di dinding
''aaakh..sial..ini salahku..harusnya aku tak bertengkar dengannya waktu itu..ini semua tak akan terjadi kalau aku bisa menahan emosiku''kataku yg mengutuk diriku sendiri saat ini
Ini salahku..aku benar-benar bodoh!...kenapa aku mengusirnya kemarin!...harusnya aku tak melakukan itu,harusnya aku bisa mengontrol emosiku..sial....padahal dia temanku satu-satunya ...
Kalau sampai terjadi sesuatu padanya aku tak akan memaafkan diriku sendiri
*puk... ''yang mulia, menyalahkan diri sendiri tak akan menyelesaikan apapun'' kata duke sambil menepuk pundakku
''yg terpenting sekarang adalah menemukan erwin''sambung duke yg mencoba menghiburku meski ku tau beliau sendiri sebenarnya sedang takut
''putra saya adalah anak yg kuat,saya yakin ia tak akan mati semudah itu''katanya
''lalu terakhir kali katanya kalian bertengkar?. Kalau begitu minta maaflah setelah kita menemukannya''sambung duke lalu tersenyum lembut
''Tuan duke''
..... ''aku tau itu...'' ''dan aku juga tau, kalau terjadi sesuatu pada erwin anda pasti tak akan pernah memaafkanku''sambungku sambil menundukan kepalaku
Benar keluarga duke everon pasti tak akan pernah memaafkanku. Dan sejujurnya aku sendiripun tak bisa memaafkan diriku kalau sampai kehilangan satu-satunya sahabatku.
''itu tak benar, karena saya adalah seorang duke ''balasnya
!!?...hmph...itu artinya kau akan memaafkan ku hanya karena aku adalah putra mahkota dan kau seorang duke?.tapi kau tak akan pernah memaafkanku sebagai seorang ayah.hmph..jelas sekali maksud perkataannya itu.
POV Elissa
Kakak menghilang 3 hari yg lalu...mendengar hal itu seisi rumah langsung di buat panik. Ayah dan putra mahkota pun sudah pergi mencarinya sejak pagi tadi tapi sampai sekarang masih belum ada kabar tentang kakak. Ibu juga terlihat sangat cemas dari tadi.
'' kakak...sebenarnya kakak dimana?''
''nona..anda belum makan siang, apa mau saya...''
''leon!'' potongku sambil berlari dan memeluknya erat
''nona?''
''leon...kakak pasti akan ketemu kan?''tanyaku gemetar
''aku takut terjadi sesuatu pada kakak..kakak pasti baik-baik saja kan?''tanyaku denga nada yg hampir menangis
__ADS_1
''iya, tuan pasti akan menemukan tuan muda.jangan cemas nona, tuan muda bukanlah orang yg lemah'' kata leon sambil membalas pelukanku
Aku tau itu..tapi hati ku tetap tak tenang...
''ah!..tuan sudah kembali!''seru seorang pelayan mendengar hal itu aku dan leon pun buru-buru pergi menghampirinya namun sebelum sempat kami mendekat..
''APA MAKSUDMU JASAD!?'' seru ibu yg langsung membuat kami terhenti
''lean!, erwin tak mungkin mati!, itu pasti bukan dia!'' seru ibu sambil menarik kerah baju ayah.
''aku tau itu, pasti itu bukan erwin, saat ini putra mahkota juga sedang pergi menyelidikinya.kita tunggu saja kabar darinya''balas ayah yg mencoba menenangkan ibu
''menunggu?.sampai kapan?.saat ini kita tak tau dia dimana, bisa saja dia dalam bahaya. Bagaimana aku bisa menunggu!''teriak ibu dengan air mata yg sudah berlinang
''aku tau kau cemas, tapi kita juga tak bisa melakukan apapun. Tenang saja, putra kita adalah anak yg kuat dia pasti baik-baik saja'' balas ayah sambil menarik ibu kepelukannya
Kakak masih belum ketemu?...kakak....
Saat ini dalam pikiranku hanya ada kakak saja. aku tau aku harus melakukan sesuatu tapi apa?..bagaimana caraku menemukan kakak?... apa yg bisa ku lakukan??..
!!...''luz..''gumamku
''nona?''
Kalau luz pasti bisa melakukan sesuatu dengan sihirnya, benar luz pasti bisa!
Karena berfikir begitu aku pun langsung berlari menuju kamar luz dengan air mata yg sudah tak terbendung lagi. Setelah sampai di kamarnya aku langsung memanggil-manggil namanya namun luz tak kunjung datang.
''LUZ!!'' teriakku hingga rasanya pita suaraku sakit namun luz tak kunjung datang juga.
''LUZ!..kau dimana!..hiks...bukannya kau bilang kau akan datang kalau aku panggil!'' seruku namun tak membuahkan hasil
''huwaaaa...luz..kumohon...kumohon bantu aku...aku perlu bantuanmu... huwaaa'' tanggisku namun tetap saja luz tak datang juga
''huwaaa..leon!..'' tanggisku lalu berlari memeluknya
''bagimana ini?..luz tak datang juga...kalau begini aku tak bisa menemukan kakak....aku mau menemukan kakak..aku khawatir padanya..''
''nona tenang lah, mungkin tuan luz sedang sibuk disana, sehingga tak bisa kemari....''balas leon sambil mengusap-usap punggungku
''kalau begitu bagaimana ?... aku punya firasat buruk soal kakak''
''aku takut kakak kenapa-napa'' ''huwaaa..aku sangat tak berguna...aku bahkan tak bisa melakukan apapun untuk kakak'' tanggisku sambil mencoba mengusap air mataku
...... ''saya akan pergi mencarinya'' kata leon yg langsung membuatku tersentak lalu menatapnya lekat-lekat
''leon akan pergi?''
''ya, saya pasti akan menemukannya, jadi nona jangan khawatir'' balas leon sambil mengusap air mataku
''tapi...''
''tenang saja, besok pagi saya pastikan saya sudah kembali bersama tuan muda. Saya berjanji'' kata leon sambil memberikan jari kelingkingnya
''apa leon bisa menjanjikan hal seperti itu?''tanyaku ragu
''tentu saja. saat saya berjanji saya pasti akan menepatinya, percayalah'' balasnya sambil tersenyum lembut
Meski sedikit ragu tapi akhirnya aku mengaitkan jari ku ke jari kelingkingnya.
__ADS_1
''berjanjilah leon akan kembali dengan kakak besok pagi''kataku
''iya, saya janji'' balas leon sambil tersenyum
***
POV Leon
Tuan muda menghilang ,jujur saja awalnya aku sama sekali tak mempercayai hal ini. Karena dari pengalamanku meski tuan muda tiba-tiba menghilang setelah bertengkar biasanya itu hanya paling lama beberapa jam saja ,itu pun ia langsung kembali dan meminta maaf .tapi ini sudah 3 hari, jelas hal ini membuat semua orang khawatir
Nona juga sangat cemas, terlebih setelah mendengar perkataan duke soal jasat itu.
''tuan muda tak mungkin mati'' kataku sambil memasuki kandang kuda
Meski terlihat serampangan tuan muda sangatlah kuat. Karena itu aku tak percaya kalau ada yg bilang tuan muda sudah tewas.
''tapi dimana aku harus mulai mencarinya?''pikirku sambil memilih kuda yg akan ku pakai
''hmph...kelihatanya kau akan menemaniku berkeliling kota semalaman ini'' sambungku sambil mengusap-usap kepala kuda hitam yg akan menemaniku malam ini.
Setelah memilih kuda yg akan ku pakai aku pun berniat pergi sampai...
''loh?!...leon?''panggil harry yg entah bagaimana bisa ada di sini
''kau mau kemana malam-malam begini?''
''aku akan mencari tuan muda''balasku sambil naik ke pelana kuda
''eh!?.malam-malam begini!?, kenapa!?''
''karena aku sudah berjanji pada nona''balasku
''janji?''
''aku akan menemukan tuan muda dan kembali bersamanya besok pagi'' balasku
''huh!!?. Kau membuat janji seperti itu!?'' ''woi..woi..yg benar saja, seluruh pasukan bahkan pasukan kerajaan saja tak bisa menemukannya seharian ini, bagaimana caramu menemukannya hanya dalam waktu semalam?, terlebih seorang diri!?''
''entahlah, tapi akan tetap ku lakukan. Aku sudah berjanji akan membawa tuan muda kembali besok pagi. Dan aku akan menepati janji yg sudah ku buat sendiri''balasku yg sudah membulatkan tekat
......'' kalau begitu aku juga akan membantumu''kata harry
''tidak, kau tetaplah disini''balasku
''hah!.. kau benar-benar mau mencarinya sendiri!?. Biar ku bantu, berdua akan lebih baik dari pada sendiri. Tunggu aku akan mengambil ku...''
''kau tetap disini''potongku yg langsung membuat harry diam
''leon! Jangan keras kepa...''
''sebagai gantinya tolong jaga nona sampai aku kembali'' potongku yg membuatnya tersentak
''aku akan kembali besok pagi, sampai saat itu kau yg menjadi perisai bagi nona. Kau paham kan?. Aku mengandalkanmu harry'' jelasku
Mendengar pemintaanku tersebut harry pun terdiam sesaat lalu mengangguk setuju.
''baiklah, tapi kalau semisalnya terjadi sesuatu segera kembali. Jangan memaksakan dirimu''katanya
''tentu saja'' balasku lalu langsung memacu kudaku pergi.
__ADS_1
...****************...
...Bersambung...