
POV Leandro
Ini kah..kawasan suci?..
Hamparan padang ruput luas ke emasan. Kalau di lihat dari atas sini ini seperti karpet emas.cantik sekali dan sesuai dengan namanya
''lean apa kau lihat gunung di sebelah sana?''tanya lina sambil menunjuk gunung besar di depan sana
''iya.''
''di balik gunung itulah jalan pulangmu. Di sana ada laut.kau tinggal buat perahu rakit .kalau kau beruntung kau akan bertemu nelayan sebelum sampa di daratan'' jelas lina sambil tersenyum
''kau benar-benar tak mau ikut dengan ku?''tanyaku
''sudah ku bilang aku masih ada urusan disini. Lagi pula aku sudah mengantarmu sampai sini. Kau juga tak akan tersesat karena hanya perlu lurus saja kearah gunung itu dan lagi ini tempat paling aman asal kau tak nyari gara-gara dengan naga yg ada''balasnya
''begitu ya..''
Ku pikir ia akan berubah pikiran ternyata pendiriannya tetap kokoh ya...dasar gadis keras kepala
''kalau begitu''
*set '' selamat tinggal'' sambungnya sambil mengulurkan tangannya kearahku dan tersenyum lembut
Ku lirik tangannya yg terulur kearah ku sesaat lalu membalasnya
''terima kasih banyak sudah mengantarku sampai sini'' kataku seraya tersenyum lembut kearahnya
''hmph..meski sebentar.aku senang bisa bertualang bersama mu.'' balasnya
''aku juga, berkatmu aku bisa hidup dan melihat banyak hal yg tak pernah ku lihat sebelumnya. Terima kasih banyak lina''
''oh!..kau memanggil nama panggilan ku sekarang'' ucapnya
'' perasaan aku manggill juga deh sebeluumnya. Dan lagi sekarang kau juga memanggilku lean'' balasku sambil menatapnya dingin
.....'' pfftt ahaha...mau perdebatin hal ini dulu nih sebelum pisah?''tawanya
''yah..kurasa tak akan ada habisnya kalau kita melakukan itu. ''balasku
''tak masalah. Khusus untukmu aku akan membiarkannya'''sambungku
''woah!..sebuah kehormatan bagiku''
Hmph..gadis aneh yg di pertemukan oleh kesialan kami. Siapa sangka aku akan seakrab in dengannya
Setelah mengucapkan salam perpisahan kami.kami pun mulai pergi kearah kami masing -masing.aku pun mulai menuruni tebing ini dan pergi kearah gunung yg ia tunjukan
''LEAN!..''teriak lina dari atas tebing sana yg membuatku langsung menoleh kearahnya
''MARI KITA BERTEMU LAGI!. AKU AKAN MENEMUIMU DI BENUA SANA SETELAH URUSAN KU SELESAI!'' ''AKU JANJI!'' teriaknya lalu melambaikan kedua tangannya dari atas sana
Hmph.. ke kanak-kanakan sekali..
''YA!. AKU AKAN MENUNGGUMU!'' balasku lalu melambai kearahnya
Huh~...perpisahankah...yah..entah aku akan bertemu dengannya lagi atau tidak..
Ini benua hitam dan dia juga...
''ternyata aku tak sekuat yg ku bayangkan''
!!!?..
''dia..akan baik-baik saja kan?'' gumamku sambil menoleh kebelakang
***
POV Audelina
__ADS_1
''MARI KITA BERTEMU LAGI!. AKU AKAN MENEMUIMU DI BENUA SANA SETELAH URUSAN KU SELESAI!'' ''AKU JANJI!''teriakku sambil melambaikan tangan kearahnya
Ya..aku pasti akan menemuimu lagi...kalau aku masih hidup itu juga.
Ah~...entah kenapa aku jadi sedikit takut memikirkannya...
''YA!. AKU AKAN MENUNGGUMU!'' teriaknya yg membuatku tersentak
Menunggu?....
Hmph...bodoh..apa dia paham yg ia katakan?..tapi aneh nya...
Aku merasa sedikit tenang sekarang..
Setelah itu aku pun kembali ke hutan para peri sendirian dan kembali ke tujuan awalku mencari elf
''entah kenapa hutan ini jadi terasa lebih sepi '' gumamku sambil melirik sekitarku
Tidak tunggu sebentar. Ini terlalu sepi... bukan karena lean tak bersama ku lagi tapi situasi saat ini benar-benar terlalu sepi.bagaikan kesunyian sebelum badai.
Karena merasa ada yg tak beres aku pun langsung mengeluarkan pedangku dan memasang ancang-ancang bertarung
Ada apa ini?...firasatku buruk soal kesunyian ini..
Tak ada monster di hutan para peri tapi.kenapa aura disini terasa lebih mencekam di bandingkan para monster?
.............
*tap...*tap....
!!!!?... suara langkah kaki?
Suara langkah kaki yg terdengar semakin dekat dan aura mengerikan pun terasa semakin kuat. Ku coba kuatkan diriku untuk menghadapi apapun makhluk ini. Sampai akhirnya makhluk itu muncul juga di hadapan ku
Setiap langkahnya di iringi kematian.tumbuhan di sekitarnya langsung pada membusuk .mata merah menyala dengan rambut hitam pekat dan tanduk di kepalanya.
Ini pertama kalinya aku melihat nya dan saat mata kami bertemu aura kematian langsung terasa sangat kental . otak dan instingku menyuruhku lari . aku tau ia bukan musuh yg dapat ku hadapi namun badan ku kaku dan engan bergerak.
''LINA!''
''eh?'''
*DUUUUAAARH!!!!!!
***
*hosh..*hosh..*hosh...
''kurasa ia tak ada niat mengejar'' ucap lean sambil berhenti sejenak dan meihat situasi
''apa-apaan orang tadi?.ini pertama kalinya aku merasakan aura kematian sekuat itu'' ucaap lean
???.....
''lina. Kau tak apa?''tanya lean sambil menoleh kearahku
''eh?..ya...tak apa'' balasku yg masih syok
Karena begitu tiba-tiba aku hampir tak bisa mencerna apa yg terjadi barusan. Saat pria tadi mengangkat tangannya kearahku aku yakin hidupku akan segera berakhir saat itu namun...entah datang dari mana lean tiba-tiba menarikku dan membuat ledakan besar untuk menutupi jejak kami berkat itu kami berhasil lari tapi..
''kenapa dia ada disini?''batinku sambil melirik lean
Bukannya seharusnya dia sudah pergi?...
Ku ingin bertanya padanya namun lidahku terasa kelu dan lagi...
Dari tadi tangan ku tak berhenti gemetar. Apa aku ketakutan?
''lina?''
__ADS_1
*bruk!.
''LINA!?'' seru lean yg langsung menangkapku begitu aku terjatuh
Tanpa berkata apapun aku hanya diam lalu memeluknya dengan sangat erat
''kut...''gumamku
''ya?''
*tes..
!!? ''lina?''
''aku takut..'' kataku gemetar. Air mataku pun tak bisa ku tahan lagi.aku benar-benar ketakutan sekarang. baru pertama kalinya dalam seumur hidup aku ketakutan seperti ini rasanya bahkan lebih mengerikan dari hari kecelakaan saat itu
''tak apa..kau sudah aman sekarang'' ucap lean dengan lembutnya
***
Setelah beberapa menit akhirnya aku pun mulai merasa lebih baik
''ngomong-ngomong lean. Kenapa kau kemari?''tanyaku
Ini aneh seharusnya ia tak disini. Yah meski berkat kehadiannya aku masih bisa hidup saat ini.
''aku tersesat'' balasnya
.................'' HAH!?''
''te...tersesat?'' tanyaku syok.
Tidak..tunggu sebentar aku yakinaku memberikan petunjuk dengan cukup jelas. dia kan hanya perlu jalan lurus kedepan. Bagaimana bisa tersesat?..
''iya''
''BAGAIMANA BISA TERSESAT!?'' tanyaku syok
''ya mana ku tau'' balasnya yg membuatku kehabisan kata-kata saking geramnya
''Hah~!..apa aku harus mengantarmu hingga pintu gerbang rumahmu ,agar kau tak tersesat?'' ucapku sambil menepuk keningku
''ide yg bagus'' balasnya
... ''apa?''
''ku bilang itu ide yg bagus. Antar aku sampai depan gerbang rumah ku'' ucapnya sambil tersenyum meledek kearahku
!!!??.......... ''KAU GILA!!!!?''
Huft...orang ini..yg benar saja masa aku harus mengantar hingga depan gerbang rumahnya...
Tapi...selagi orang menyeramkan tadi masih ada di hutan peri kurasa bukan ide bagus juga bertahan disini..
''baiklah'' ucapku sambil bangkit
''akan ku antar kau hingga depan gerbang rumahmu''ucapku sambil mengulurkan tangan ku padanya
''eh?..serius?''
''lah kan situ sendiri yg minta kenapa sekarang malah jadi ragu?''
''ah...tidak..aku hanya tak menyangka kau setuju'' balasnya lalu membalas uluran tangan ku
''tolong ya''
''ya, serahkan padaku''
...****************...
__ADS_1
...NEXT...