Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 127


__ADS_3

POV Elissa


hari ini kami akan kembali ke kediaman everon. Yah banyak hal terjadi selama berada di sini . mulai dari hal membahagiakan sampai hal-hal tak terduga terjadi begitu kami berada disini. Lalu.....


''yaampun..lean coba lihat ayahmu itu.. dia ngambek karena belum sempat bermain dengan cucu-cucunya''kata nenek


Ah!~...benar juga... selama kami disini aku belum sempat mengobrol banyak dengan kakek...sayang sekali...


''hmph!..OMONG KOSONG!. KALAU MAU PERGI PERGI SANA!'' teriak kakek yg terlihat begitu kesal


''lihat.. karena itu tak bisa kah kau lebih lama disini sayang?''tanya nenek


''ahaha.. maaf tapi aku harus segera kembali atau lina bisa mengamuk disana''balas ayah sambil tertawa kecil


''kau dengar itu?. Jadi nanti malam jangan merajuk ya'' ledek nenek yg membuat kakek semakin kesal


''SUDAH PERGI SAJA SANA!'' usir kakek


Wah..kakek benar-benar marah...kalau begini bisa gawat..


Aku pun perlahan berjalan menghampirinya lalu mengenggam tangannya


''kakek, kapan-kapan kita main ya'' kataku sambil tersenyum manis padanya. Melihat itu kakek pun langsung terdiam se saat lalu memalingkan wajahnya


''na..nanti kakek akan main kesana, tunggu saja '' balas kakek sambil memalingkan wajahnya


''wah..wah...ada yg malu-malu nih'' ledek nenek yg membuat wajah kakek semakin memerah


''be..berisik!, sudah sana pergi!'' seruku kakek lalu membalikan badannya


Eto... kakek sudah tak marah kan ya?...


''ahaha, elissa ternyata bisa membuat ayah malu juga ya'' tawa bunda sambil berjalan mendekatiku di ikuti oleh luz


''sudah..sudah.. kalau kangen nanti tinggal main aja kesana, iya gak lean?'' kata bunda sambil melirik ayah


''benar, pintu rumah akan selalu terbuka yah'' balas ayah sambil tersenyum


''tentu saja terbuka!, itu kan kediaman ku juga dulu!''seru kakek yg di balas tawa oleh nenek,ayah dan bunda


''ah!, benar juga'' ''elissa bunda punya hadiah untuk eli'' kata bunda lalu memberiku sebuah kotak yg sudah di bungkus rapih padaku


''hadiah?'' tanyaku sambil menerimanya


''benar,ayo di buka'' balas bunda


Karena penasaran aku pun langsung membukanya dan begitu melihat apa itu hatiku langsung terasa nyeri.

__ADS_1


Di dalam kotak itu ada sebuah boneka seriga yg mirip dengan yg pernah ayah berikan padaku saat masih kecil, sayangnya boneka itu sudah hilang saat penyerangan... aku tak percaya akan mendapatkan benda seperti ini lagi. Air mataku pun langsung menetes begitu saja dan tentu membuat mereka semua terkejut


''elissa!?''


''ada apa?, apa kau tak suka?''tanya bunda panik


''tidak, bukan begitu ''balasku sambil mengelengkan kepala dan mengusap air mataku


''dulu papa pernah memberikan boneka seperti ini juga padaku, tapi boneka itu sudah hilang . aku hanya tak menyangka akan melihat boneka yg sama seperti ini lagi''


''terima kasih bunda, aku janji akan merawatnya baik-baik kali ini''sambungku sambil memeluk erat boneka tersebut


Hmph..*puk!... ''kau ini membuat bunda takut saja'' balas bunda sambil mengusap kepalaku dan aku hanya bisa tertawa senang


'' benar juga luz, apa kau ingin mengatakan sesuatu sebelum elissa pergi?''tanya bunda sambil melirik luz


Ah!..benar juga... luz tak akan ikut kami ya. aku cukup syok saat sarapan tadi. Aku tak menyangka luz akan ikut bunda pergi mengembara, kalau begitu tak ada lagi orang yg bisa ku ajak bermain dan ku ajak cerita .... aku pasti akan kesepian..


''apa-apaan ekspresi itu, aku seperti sudah mati saja'' kata luz


''aku kan tak mati tapi hanya pergi sebentar'' sambung luz lalu mengacak-acak rambutku


''bukan begitu, aku hanya berfikir aku akan kesepian saat luz tak ada''balasku


''um?...pffft... apa-apaan itu.. '' *grep!.. '' tenang saja kalau semisalnya kau ingin bertemu aku lagi datang saja ke kamarku dan panggil namaku, aku pasti akan datang '' sambung luz sambil menggenggam tanganku


''bisa begitu?''


''hmph...aku akan mampir sekali-sekali , jadi kau tak perlu cemas'' sambung luz


'' hmph.. janji ya'' kataku sambil memberikan kelingkingku


''ah!...aku janji''balasnya sambil mengaitkan jarinya


''hmph... ah! Benar juga, kau sudah punya nama barukan sekarang?. Luz asha everon, menurutku itu nama yg bagus.'' Kataku


''hmph.. iyakan, setidaknya itu nama paling bagus yg bisa mama berikan'' katalu lal tertawa kecil


''tapi aku tak menyangka kau akan tetap memakai nama luz, ku pikir ka akan mengantinya''


''um?...mana mungkin'' balas luz


*tuk ...'' itu kan nama pertama yg ku miliki terlebih lisa yg memberikan nama itu padaku, aku tak mungkin mengantinya''sambung luz sambil menempelkan keningnya ke keningku hingga membuat jarak di antara kami begitu dekat


...... hmph... ''begitu ya..'' balasku sambil tersenyum kecil


*set... '' elissa kita harus segera pergi'' kata ayah tiba-tiba muncul sambil menarikk mejauhi luz

__ADS_1


''ah!..iya..'' ''luz hati-hati ya, aku akan menunggumu kembali''kataku sambil melambaikan tangan


''lisa juga, berhati-hati'' balas luz sambil tersenyum


Um?...aku juga harus hati-hati?...


Setelah itu aku dan ayah pun mulai masuk ke kereta kuda


''nenek,kakek,bunda, luz!. Sampai jumpa lagi!''serku sambil melambaikan tangan pada mereka


''iya,, sampai jumpa lagi cucuku yg manis'' balas nenek


''hmph.kita akan segera bertemu lagi untuk apa berpamitan''kata kakek


''ahahaha, sampai jumpa lagi putriku''ata bunda


''lisa!, di pertemuan selanjutnya aku pasti sudah menjadi sangat kuat ,lihat saja nanti!''seru luz


''iya!.. aku menantikannya'' balasku


Setelah itu kereta kuda pun mulai bergerak dan akhirnya liburan kami di rumah kakek dan nenek pun berakhir.


Aku benar-benar bersyukur pergi kesini, banyak hal baru dan petunjuk baru yg ku dapatkan selama berada disini dan sekarang sudah saatnya kami kembali


Hmph...kira-kira ibu bakal bereaksi seperti apa ya saat kami pulang nanti?


***


*srak!.. '' lean.. apa masudnya ini?..kenapa kau lama sekali pulangnya?..apa kau segitu senangnya kau liburan dengan eli hingga lupa pulang?'' tanya ibu setelah melempar pisau yg hampir mengenai wajah ayah .


''li...lina sambutanmu seram juga ya..'' balas ayah


''woi... jangan mengalihkan pembicaraan dan jawab pertanyaan ku barusan'' kata ibu sambil menarik kerah baju ayah dan memancarkan aura yg begitu mengerikan


''te..tenang dulu lina...akan ku ceritakan tapi tolong singkirkan pisau itu dulu oke?''kata ayah


''tak mau, saat ini aku benar-benar kesal ,rasanya ingin sekali aku mencincangmu saat ini''


''lina,masih ada elissa disini, tolong perhatikan ucapanmu''balas ayah


''lean... ''panggil ibu geram


''MALAM INI KAU TIDUR DI LUAR!'' teriak ibu


''HAH!?''


.......um...ku pikir rumah akan terasa lebih sepi karena tak ada luz tapi sepertinya tak begitu ya...

__ADS_1


...****************...


...Bersambung...


__ADS_2