
Kakak roh?. Ether?...loh?..
Apa tadi itu mimpi?..tidak.tidak..itu terlalu nyata untuk di sebut mimpi
''rasa cekikkannya pun sangat terasa di leherku tadi'' batinku sambil menyentuh leherku
*kenapa melamun disana?* tanya kakak roh
''i..itu...'' ''ku rasa tadi aku bermimpi terlahir kembali sebagai tuan putri marcella'' ucapku
*huh?*
* elissa .marcella itu masih hidup loh. Bagaimana kau bisa bereinkarnasi menjadi dirinya* ucap kakak roh sambil menatapku seakan-akan aku orang aneh
''be.BENAR JUGA..ahaha..bodohya aku yg berfikir begitu'' ucapku yg malu parah
''ngomong-ngomong. Sekarang ini aku sudah mati kan ya?'' ucapku yg mencoba menganti topik. Tapi entah kenapa topik ini malah terdengar suram
*belum* ucap kakak roh yg membuatku tersentak
''apa?''
*set... *saat kau sudah pergi kesana barulah kau sudah mati* ucap kakak roh sambil menunjukkan sebuah daerah gelap yg tak ada apapun disana
''kesana?''
*ya. disanalah kematian sebenarnya berada.kalian biasa menyebutnya akhirat ataupun nirwana* ucap kakak roh
Begitu ya. jadi kesanalah aku akan pergi.
..... tubuhku sudah tak terasa sakit lagi,bahkan kini terasa begitu ringan seperti bulu.
*biasanya aku yg menuntun para roh yg sudah mati melewati tempat itu.yah itu pun jika mereka sudah siap pergi dan tak memiliki penyesalan* ucap kakak roh
Penyesalan kah... sejujurnya aku tak memiliki hal itu. kalau pun ada.mungkin.aku menyesal tak bisa melihat ayah untuk terakhir kali ya .aku bahkan belum sempat membalas jasanya.
"begitu ya'' balasku lalu mencoba pergi ke arah sana
Yah...tapi itu kan tak bisa di ku jadikan alasan untuk tetap bertahan disini. Lagi pula. Di sana ada keluarga ku bukan??
Maaf ya ayah,ibu,kakak,leon,luz,kak eric,semuanya.aku aku akan pergi lebih dulu.terima kasih untuk kebaikan kalian selama ini.
*GREP! * Tunggu!*
Eh!?
***
POV Eric
''adik kecil tak bernafas'' uacp erwin yg jelas membuat otakku berhenti dalam seketika
Elissa...tak bernafas?
*tes..*tes... '' eric!. Bagaimana ini!?...adik kecil..'' ucap erwin yg sudah berlinangan air mata
''benar. kalau mengunakan ifrit lagi apa kah'' ucap erwin lalu mencoba mengunakan cara yg sama seperti tadi namun
*grep! ''HENTIKAN!'' seruku sambil menahan tangannya
''kau sudah hampir tak memiliki mana. Kalau kau menggunakan itu lagi kau yg akan mati!'' seruku
__ADS_1
''LALU BAGAIMANA!?.APA KAU AKAN MEMBIARKAN ADIKKU MATI BEGITU SAJA!?'' teriak erwin yg membuatku tersentak
Itu...'' mana mungkin'' ucapku lalu membaringkan elissa di tanah
Nafasnya memang berhenti tapi deyut nadinya masih ada. Itu artinya masih ada harapan.
.......hanya satu cara menyelamatkannya. Aku tak boleh ragu.akan ku buang harga diriku untuk saat ini .nyawanya jauh lebih penting
''aku tak boleh ragu'' gumamku lalu mendekatkan bibir kami dan__
*CUP!
Satu satunya cara menyelamatkannya yg pertama adalah membuatnya kembali bernafas.kalau begitu satu satunya cara adalah memberinya nafas buatan
''a....APA YG KAU LAKUKAN!'' teriak erwin sambil menarikku
''BISA-BISANYA KAU MENCIUM ADIKKU DI SAAT BEGINI!''
''ITU NAMANYA NAFAS BUATAN GOBLOK!.BISA-BISANYA KE BODOHAN MU MUNCUL DI SAAT BEGINI!'' balasku dengan wajah merah
''nafas buatan?''
Astaga dia goblok banget.tapi bukan saat nya begini!
*UHUK!..
!!?..
''elissa!?'' seruku kami berdua kompak begitu ia tiba-tiba saja batuk.meski begitu nafasnya masih begitu lemah
''eric, apa kau bisa melakukannya lagi?'' tanya erwin tanpa wajah berdosa
''LAGI!?'' seruku ku yg kaget sekaligus malu parah
''eric!'' seru erwin
''ah! iya''
''um... tapi kurasa ia sudah tak butuh hal itu lagi.''ucapku setelah memeriksanya
''aku akan langsung membawanya ke dokter kerajaan untuk tindakan lebih lanjut''
''temui aku di istana begi_''
*DHUAAAARH!!!!...
Belum sempat aku selesai bicara tiba-tiba terjadi ledakan di depan sana dan bisa ku duga kalau itu pasti ulah tuan duke.
Aah..hutan ini pasti akan langsung hanggus tak tersisa..
*grep '' pokonya temui aku di istana setelah urusan disini selesai'' ucapku sambil mengedong elissa lalu membawanya pergi dengan teleport
***
POV Elissa
*grep! *tunggu* ucap kaka roh sambil menahan tangan ku
Um?.. ''ada apa kakak roh?''tanyaku
*kenapa buru-buru sekali sih.disana kan tak ada apapaun* ucap kakak roh
__ADS_1
''eh?..tapi bukannya aku memang harus kesana?''tanyaku tak paham
*aku tau itu. tapi kau kan tak harus pergi kesana sekarang*
*aku sudah lama sekali tak punya teman bicara.setidaknya temani aku disini dulu .karena setelah kau kesana* * kita tak akan pernah bertemu lagi* ucapnya dengan nada sendu
.....
***
Karena itu..kini aku malah menemaninya minum teh
*cur..* silahkan* ucap kaka roh setelah menuangkan ku teh lalu tersenyum
''terima kasih'' ucapku sambil mengambilnya
Apa tak apa minum teh begini?. Rasanya aneh aku masih bisa minum teh meski sudah mati.
*bagaimana keadaan tubuhmu?*tanya kakak roh
''sudah tak apa'' ''sejujurnya tubuhku terasa begitu ringan''ucapku
*tentu saja sekarang kan kau hanya roh* ucapnya lalu menyeruput tehnya
*ngomong-ngomong.mengenai mimpi yg kau lihat tadi. Aku terkejut kau masih bisa bermimpi setelah mati* ucap kaka roh
'' soal itu aku juga penasaran'' ''tapi yg tadi itu terlalu nyata untuk di anggap mimpi''
*hmm... apa mungkin ingatan mu sempat tercampur dengan ingatan marcella *
''apa itu mungkin?''tanyaku
*normalnya sih ga. Kalau pun kau melihat ingatan seseorang biasanya itu orang yg sudah mati bukan yg masih hidup*
....*jangan bilang karena aku memberimu berkat* gumam kakak roh
''ya?''
*tidak bukan apa-apa**dari pada itu. mimpi seperti apa yg kau lihat?* tanya kakak roh
''eto..'' '' ingatan saat baru sekali di lahirkan''
*sejauh itu?* tanyanya yg ku balas dengan anggukan
''disana aku benar-benar terlahir sebagai marcella .hal pertama yg ku ingat adalah banyak orang yg mengucapkan selamat lalu ada seorang wanita dengan suara yg begitu lembut mengusap pipi ku lalu_'' jelasku yg langsung berhenti begitu ku ingat tak lama setelah itu wanita tersebut menghembuskan nafas terakhirnya.
......* wanita itu mati kan?* ucap kakak roh yg ku balas dengan anggukan
''tangannya langsung terasa dingin dan ia pun berhenti bernafas''ucapku dengan nada sendu
''padahal aku yakin dia wanita yg begitu lembut .sayang sekali ia langsung meninggal''ucapku
*begitu ya. apa kau melihat wajahnya?*
''tidak. wajahnya tak jelas tapi di saat terakhirnya aku sempat melihat air mata membasahi pipinya''
*hoo..lalu?*
Kelihatannya kakak roh sama sekali tak peduli dengan wanita itu ya?.yah..dia sudah melihat banyak kematian sih ya. jadi tak heran responnya datar begitu.
...****************...
__ADS_1
...To Be Continue...