
( benua hitam)
Di kawasan para peri di bawah sebuah pohon suci , sesosok gadis kecil dengan rambut biru muda sedang berdiri memandangi pohon tersebut sambil tersenyum sendu mengenggam setangkai bunga putih.
'' apa semuanya baik-baik saja, nona lynn?'' tanya seseorang yg langsung mengejutkan gadis tersebut
''oh, alex (raja elf)'' ucap gadis tersebut sambil menoleh kearahnya
'' iya, tak ada masalah, segelnya juga sudah hampir siap''sambung gadis tersebut
''bukan itu maksud saya, anda terlihat_''
''tak apa alex,semuanya baik-baik saja'' potong gadis itu sambil tersenyum lembut
'' baiklah'' ucap raja elf
''ngomong-ngomong bagaimana keadaan di hutan?, semuanya aman?''tanya gadis tersebut
''iya, tak ada yg perlu di khawatirkan. Saya sudah membasmi semua monster yg berniat masuk ,tak akan ada yg mengganggu saat upacara di mulai'' ucap raja elf
''begitu ya, syukurlah'' ucap gadis itu lalu terdiam sesaat dan pergi menuju kolam kecil di dekat pohon lalu melihat ke dalam kolam .
''oh!!''ucap gadis itu tiba-tiba
''ada apa?''tanya raja elf
''begitu ya, hari ini '' ucap gadis itu lalu bangkit dan berjalan kearah raja elf
''ada apa nona lynn?''
'' hari ini akan jadi hari yg penting, sebaiknya kau terlihat lebih rapih hari ini ,alex'' ucapnya sambil menyibak rambut raja elf
''ya?''
''aku harus kembali ke ether sekarang. Kalau begitu sampai jumpa lagi'' ucap gadis itu lalu langsung menghilang
''um?... lebih rapih?'' ''selama ini aku selalu berantakan kah di hadapannya?'' gumam raja elf sambil memainkan rambutnya
!!!?!!
'' penyusup!?'' seru raja elf tiba-tiba begitu merasakan kehadiran seseorang di pintu masuk hutan dengan cepat ia pun langsung berlari kesana
***
(Beberapa saat yg lalu)
POV Elissa
''oh ya elissa, apa kau _''
''aku sudah selesai , terima kasih atas makanannya'' potongku yg langsung membuat ayah tersentak
''maaf ayah, aku mau langsung ke kamar , kalau begitu aku permisi dulu semuanya'' ucapku yg membuat semua orang diam .
Tanpa memikirkan respon mereka aku pun langsung berlari menuju kamarku
__ADS_1
Hari ini, hari ini aku akan bertemu para elf. Akhirnya....
Setelah tuan putri menunjukan liontin milik mama , tuan putri berkata akan mengantarku menemui mereka hari ini.aku benar-benar tak sabar hingga aku sulit tidur semalam.
Aku begitu senang tapi di sisi lain aku juga takut bertemu mereka, bagaimana pandangan mereka padaku nanti ya?.
Tidak, itu pikirkan saja nanti yg terpenting aku harus melihat mereka dulu, mama.
*grep! ''lisa tunggu!'' seru luz sambil menahan tangan ku
''eh?!. Luz!?''
Dia mengikutiku?
'' kenapa kau buru-buru sekali?. Ada apa?''tanya luz
*benar nona, padahal tuan duke tadi sedang bicara, tak biasanya anda memotong omongannya*ucap pururu
''ah.. itu..''
''apa yg sedang kau sembunyikan lisa?''tanya luz sambil menatapku curiga
''sembunyikan?..ti,tidak ada ..tidak ada yg ku sembunyikan'' ucapku sambil mengalihkan pandanganku
'' kalau begitu kenapa kau tergesa-gesa kembali ke kamar?''tanya luz
''I,itu... ada yg ingin ku lakukan karena itu...''
''apa itu?. apa itu sangat penting?''ucap luz yg membuatku semakin binggung harus menjawab apa
''I,iya.. karena itu aku harus pergi sekarang'' ucapku sambil melepaskan tangannya
''mencurigakan'' *mencurigakan* ucap luz dan pururu kompak
***
''huft~, semoga mereka tak masuk''ucapku sambil bersandar di pintu
''kau payah dalam berbohong ya'' ucap tuan putri yg rupanya sudah ada di balkon ku
''TUAN PUT_ *HUP~'' seruku yg langsung ku hentikan begitu ingat masih ada luz dan pururu di balik pintu ini
'' anda sudah ada disini?''ucapku sambil mengunci pintuku lalu berjalan kearah nya
'' maaf ya, apa aku datang ke pagian?''tanya tuan putri lalu masuk kedalam kamarku
''tidak, lebih cepat lebih baik''
''baguslah kalau begitu, nah, ayo pergi'' ucap tuan putri sambil mengulurkan tangannya padaku
''tu, tunggu dulu. Luz dan pururu mulai curiga, kalau mereka datang dan melihat ku tak ada di kamar aku bisa dalam masalah'' ucapku
''kalau soal itu kau tenang saja, aku sudah menyiap kan hal ini'' ucap tuan putri lalu menjentikkan jarinya dan tiba-tiba saja sebuah bayangan muncul dan perlahan membentuk diriku
''eh!?, ini..''
__ADS_1
'' bayangan mu, anggap saja begitu'' ucap tuan putri
''ini cara yg sering ku gunakan untuk pergi diam diam dari istana. Tenang saja dia akan bersikap selayaknya dirimu tak akan ada yg menyadarinya. Ksatria ku saja tak pernah sadar'' sambung tuan putri sambil tersenyum bangga
''apa benar tak masalah?''ucapku sambil mencoba menyentuhnya dan
*grep *tak apa serahkan saja padaku* ucap bayangan tersebut sambil mengenggam tangan ku yg tentu membuatku tersentak kaget
''huwaaa!, dia bicara!''
'' tentu saja, kalau dia tak bicara malah jadi mencurigakan''ucap tuan putri
''be,benar juga''
''kalau begitu aku serah kan padamu ya. tolong menjadi diriku sampai aku kembali''ucapku sambil menggam balik tangannya
*iya, hati-hati di jalan ya.* balasnya sambil tersenyum lembut
Huwaaa, benar-benar replika yg nyata
''nah ayo'' ucap tuan putri sambil sekali lagi mengulurkan tangannya padaku
''iya'' balasku lalu membalas uluran tangannya
***
Dengan kemampuan tuan putri hanya dalam sekejap kami sudah berada di benua hitam tempat dimana dulu aku tinggal.
Begitu aku menapakkan kaki di sini untuk sesaat aku merasa sesak , tempat dimana dulu aku bermain dan menghabiskan waktu-waktu ku
''aku kembali'' ucapku sambil melihat ke depan tempat kota para elf dulunya berada. meski kini hanya tersisa puing-puing dari reruntuhan.
*tes . aku tak bisa menjelaskannya hati ku benar-benar terasa teriris. Tempat yg begitu berharga bagiku kini hanya tinggal puing-puing saja. Padahal dulu ini tempat yg indah
''elissa''
''maaf, entah kenapa air mataku keluar begitu saja'' ucapku sambil berusaha mengelap air mataku
'' semuanya sudah hangus terbakar'' ucapku
''begitu lah,tak ada lagi yg tersisa disini'' ucap tuan putri lalu melangkah maju aku pun mengikuti langkahnya dan memasuki kota elf yg sudah hancur
Bau dari abu serta darah masih bisa tercium begitu memasuki kota, benar-benar berbeda jauh dari yg ku ingat
''padahal aku belum terlalu lama meninggalkan tempat ini tapi semuanya benar-benar berubah ya'' ucapku sambil melihat sekitar
'' apa tuan putri tak merasakan apapun saat kesini?''tanyaku
''um?.aku?.yah, semua kota yg terkena perang kebanyakan seperti ini jadi aku tak begitu terkejut''balasnya
Begitu ya, tuan putri sudah sering terjun ke medan perang , tak heran kalau ia bersikap biasa saja melihat ini semua.
''oh! Disana'' ucapku yg langsung terhenti begitu melihat tempat yg tak asing bagiku
''ada apa?''tanya tuan putri
__ADS_1
...****************...
...To Be Continue...