Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 18


__ADS_3

''Siapa yg kalian maksud itu hah?'' tanyaku sambil memancarkan aura mengerikan.saat merasakan aura ku itu anak-anak tersebut langsung mundur perlahan lalu lari sambil menanggis


Huh~...tadi itu menakutkan sekali....


Siapa sangka apa yg di ajarkan leon padaku sebelum festival bisa benar-benar membantu.


Leon mengajarkanku untuk mengeluarkan aura mengerikan guna menekan para bangsawan yg keras kepala, awalnya aku ragu soal ini .dan saat aku mencobanya pertama kali bukannya takut, leon malah jadi sangat gemas padaku katanya aku mirip anak kucing yg sedang marah.


Hahaha....ternyata semua persiapan ku pada akhirnya membuahkan hasil. Hmh..aku sangat puas apa lagi setelah melihat wajah mereka yg lari sambil menanggis itu,hahaha...


Baiklah sekarang aku harus apa ya?, masih ada banyak waktu sebelum ayah dan yg lain kembali, apa aku ke tenda ku saja?, laura dan mary pasti sudah menunggu ku disana


Akupun langsung melangkahkan kaki ku menuju tenda keluarga everon, tenda putih besar yg di atasnya ada bendera berlambangkan keluarga everon.


''wah...''


''nona...nona kemana saja''kata laura


''tentu saja habis mengantar ayah dan yg lain, laura sendiri?, aku tak melihat laura tadi''tanyaku


''sa...saya''


''dia habis mengantar kekasihnya nona''balas mary


''eh!?...bibi!..''kata laura yg jadi malu


''he~ ternyata laura sudah punya kekasih''


''hehe...kami belum lama ini pacaran nona''


''selamat ya laura, aku mendukung kalian''


''terima kasih nona''


''nah nona apa nona mau mandi sekarang?, saya akan siapkan airnya''kata mary


''iya...terima kasih mary''


***


Selama festival berburu berlangsung para lady dan para nyonya bangsawan mengadakan pesta teh atau semacamnya, tentu saja tak satupun dari acara itu yg ingin ku hadiri. Mengingat kelakuan anak-anak menyebalkan kemarin itu.


Karena seharian kemarin aku tak keluar tenda sama sekali hari ini ku putuskan untuk jalan-jalan sebentar . lagi pula aku ingin melihat hutan yg sudah lama tak ku lihat


''yaampun apa itu nona everon''kata salah seorang lady saat melihatku hendak pergi


''hee~ jadi dia lady everon yg sering di bicarakan itu''


''lady apa anda tak keberan jika ikut bergabung dengan kami?''tawar seorang lady


''terima kasih tapi, saya.....''


''yaampun lady, menolak undangan minum teh itu sangat tak sopan loh, apa lagi kalau yg mengajak seorang yg lebih tua dari lady''katanya

__ADS_1


perkataannya barusan seperti memiliki banyak sekali makna.


''kalau begitu saya terima tawarannya dengan senang hati''kataku sambil membungkuk hormat


Lady itu pun langsung menuntunku kekursiku dan tepat sebelum duduk tiba-tiba


Bruk!..aw...


''yaampun lady, bagaimana lady bisa jatuh seperti itu?, apa lady tak melihat kursinya?''


Hah?..ini aneh?...kursinya tiba-tiba mundur?...


Dan saat melihat ekpresi mereka yg menertawakanku aku menyadari kalau aku baru saja masuk ke perangkap mereka.


Ukh....kalau saja mary atau laura ada disini, sayang sekali mereka sedang ada di tenda saa t ini. Kalau sudah begini aku hanya bisa mengandalkan diriku sendiri


''hahaha...sepertinya saya kurang fokus belakangan ini''kataku lalu duduk di kursiku


''yaampun itu berbahaya sekali lady,''


''saya akan berhati-hati mulai sekarang , terima kasih sudah mengkhawatirkan saya''


Ini menyebalkan ku harap aku bisa segera pergi dari sini


''oh ya, ngomong-ngomong lady tak hadir di jamuan kemarin'' '' yaampun kau ini lady kan masih kecil tentu saya lady lelah karena perjalanan jauh, bukan begitu lady?''


''ah..iya...''


''oh ya lady, kalau tak salah tuan duke everon sangat menyayangi lady ya''kata seorang lady yg membuat ku tersontak kaget


''ngomong-ngomong dimana lady pertama kali bertemu tuan duke?''


''i..itu...''


''meskipun begitu lady...lady tak berhak mengancam puri saya seperti kemarin itu''


Hah?!..


''benar, walaupun lady anak tuan duke everon sekalipun, nyatanya lady tak lebih dari anak angkat, jadi lady harus sadar akan posisi lady''


Tu...tunggu..kenapa pembicaraannya jadi kearah situ?.lagi pula yg nyari gara-gara kan anak kalian duluan, kalau mereka dari awal sopan , aku juga akan memperlakukan mereka dengan baik.


''anak saya sampai demam karena lady mengancamnya kemarin''


''oh yaampun lady, anda harusnya malu dong '' ''kasihan sekali , lady ,lady harus minta maaf'' ''bukan putri anda saja, putri saya juga jadi trauma berat''


''yaampun...sebenarnya apa yg sudah lady lakukan pada mereka?''


Hah?...apa-apaan ini?...oke aku akui aku memang sedikit mengancam mereka dengan auraku tapi bukannya perkataan mereka sudah berlebihan apa anak manusia memang selemah ini?


''lady kan tak tau rasa diancam begitu.'' ''benar , lady apa lady mau kalau ada orang yg mengancam lady seperti itu juga?''


''yah saya akan melupakannya kalau lady mau minta maaf dengan tulus pada saya dan putri saya''

__ADS_1


''yaampun nyonya sangat rendah hati, nah lady ayo minta maaf''


Apa maksud kalian?...tak tau rasanya hah?..apa kalian sendiri tau apa yg ku rasakan sebelum aku datang kekeluarga ini?,rasa takut dan luka yg ku terima lebih besar dari yg anak kalian rasakan, apa kalian tau itu?...


''kalian yg tak tau apa-apa lebih baik diam saja''gumamku sambil mengenggam bajuku erat –erat


''a..apa katamu barusan?''


''saya mengaku salah karena sudah menakuti putri anda , tapi saya tak akan minta maaf,sebelum putri anda minta maaf ke saya lebih dulu''


''hah?!''


'' apa maksud lady!?, yg salah kan lady kenapa putri saya yg harus minta maaf?!''


''karena putri anda duluan yg mulai, saya tak akan menakuti puri anda kalau dia tak mencari gara-gara ke saya lebih dulu''


Brak!...''lady!, bicara lady sudah mulai keterlaluan!''


''nyonya sendiri juga sudah keterlaluan!'' balasku


Maaf saja, tapi aku sudah muak di pandang rendah seperti ini, baroness vilsa adalahh orang terakhir yg merendahkanku , aku tak mau di rendahkan oleh siapapun lagi


''ugh...'' PLAK!..Sebuah tamparan keras tiba-tiba mengenai wajahku rasa perih dan panas langsung menghampiriku, untuk sesaat aku dibuat binggung olehnya


''DASAR TAK TAU MALU!,PADAHAL AKU SUDAH BERBAIK HATI PADAMU!''serunya setelah menamparku


''baroness hulia''


''sekarang juga cepat minta maaf!''serunya


Ugh...ku kepalkan erat-erat tanganku dan turun dari kursiku lalu menatap baroness tersebut lekat-lekat


''saya tak merasa ucapan saya salah, jadi saya tak akan minta maaf''kataku yg membuatnya semakin marah


''karena saya anak yg tak punya sopan santun jadi saya undur diri lebih dulu, selamat menikmati minum tehnya''kataku lalu pergi meninggalkan mereka


Setelah meninggalkan pesta teh menyebalkan itu aku berlari menuju hutan, disana aku berusaha menenangkan diriku,rasa sakit dari pipiku masih terasa hingga sekarang, mataku terasa perih karena terus menahan tangis


Ini menyebalkan..pantas saja anak-anak itu pada congkak ternyata itu bawaan dari orang tuanya.ukh...aku tak boleh menangis ...tidak boleh...


''menyebalkan..''kataku sambil menahan tangis


''menyebalkan..menyebalkan...koak..koak...''


Eh?!...apa itu?..


''menyebalkan..menyebalkan ...koak..koak''


Akupun memutuskan untuk mencari sumber suara dan aku menemukan seekor burung yg sedang bertenger di sebuah dahan sambil terus mengulangi perkaanku barusan


''wah...burungnya bicara!'' kataku takjub.


...****************...

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2