Kisah Gadis Elf Yang Imut

Kisah Gadis Elf Yang Imut
Bab 116


__ADS_3

Ini pertama kalinya aku di peluk laki-laki lain selain ayah dan lean. Aku benar-benar malu parah saat ini.


''a...aku mengerti jadi lepaskan aku'' kataku sambil mendorongnya dan menjaga jarak


Akh!!..sial jantungku rasanya mau meledak saat ini...bisa-bisanya di memelukku seperti itu...kalau begini sih jadi selingkuhannya juga aku tak masalah!..


''ah!...itu apa ya?''tanyanya sambil menunjuk sesuatu yg membuatnya tertarik


Dia ini ya..setelah membuat orang hampir gila dia malah mengalihkan topik seenaknya...


Huh~..kurasa aku harus mulai terbiasa soal ini...


''...oh..itu alat sihir untuk mengambil gambar'' balasku saat melihat apa yg ia maksud


''gambar?. Melukis maksudmu?''tanyanya


''tidak. Alat ini jauh lebih simple. Kau hanya perlu menekan satu tombol dan ia akan mengeluarkan gambar yg sama''jelasku


''wah!..luar biasa sepeti menghentikan waktu ya''


''yah...mungkin saja..'' ''kau mau?,aku punya alat itu di tasku kalau kau mau''


''eh!?..boleh kah!?''tanyanya yg ku balas dengan anggukan


Aku pun mengambil tas ku dan mencari alat tersebut lalu berniat memberikan itu padanya


''eh!?...hanya tersisa satu''gumamku


''ada apa?''tanyanya


''maaf ya, tapi alat ini hanya bisa mengambil gambar sekali lagi'' kataku


''begitu ya. sayang sekali. Padahal ku pikir bisa mengambil gambar ku bersama keluargaku''katanya yg terlihat kecewa


''kenapa malah murung?. Kan sisa satu kau bisa melakukannya dengan keluargamu''balasku


''tapi aku juga ingin melakukannya dengan mu''balasnya yg membuatku tersetak


........sejujurnya aku juga mau melakukan itu tapi....


''tak apa. Kau bawa saja ini dulu, saat kita bertemu lagi baru kita ambil gambar kita bersama'' kataku sambil tersenyum


Dia pun manatap ku sesaat lalu mengambilnya dan tersenyum lembut


''terima kasih....''


''ah!.benar juga.. ini ambilah batu ini, anggap saja sebagai bayaran untuk semua yg kau berikan padaku seharian ini'' katanya sambil memberikan ku sekantong penuh batu-batu sihir


''eh?..memang tak apa memberiku sebanyak ini?''tanyaku syok


''tak masalah ambil saja.di tempatku masih banyak yg seperti itu''


''kalau begitu ku ambil dengan senang hati ya''kataku sambil menerimanya


***


Setelah itu kami pun mulai berjalan keluar kota dan begitu kami tiba di dekat hutan....


''ah!..sudah saat nya aku pergi'' katanya lalu berjalan mendekati hutan


''eh!?..sudah mau pergi?.dan lagi kenapa ke arah hutan?.lewat jalan biasa sa...''


''ah~ benar juga, kurasa tak apa memberitahumu sekarang''potongnya yg membuatku terdiam

__ADS_1


Angin pun mendadak bertiup kencang dan membuat pengelihatanku sedikit terganggu . begitu ku buka mataku aku langsung di buat diam seribu bahasa . aku benar-benar syok saat melihat nya


Eh?...


''maaf tak memberi tahu mu sejak awal..'' ''aku adalah elf, atau lebih tepatnya raja para elf saat ini'' katanya sambil tersenyum


Elf?....maksudnya makhluk dari benua hitam itu?...kenapa dia bisa ada disini?...


Dia tak ada maksud buruk kan?. Atau jangan-jangan aku membantunya mengorek informasi tentang benua ini padanya?...apa dia mau melakukan penyerangan?


Menyadari hal itu aku pun langsung menjaga jarak dan bersiap bertarung dengannya kalau itu perlu


''tenang lah, aku datang dengan damai kesini.tujuanku hanya untuk menambah ilmu, aku tak ada maksud buruk sama sekali''katanya


''bagaimana aku bisa mempercayainya?''


''entahlah,aku hanya berharap kau percaya, tapi apa menurutmu aku akan melakukan hal buruk?.''


Um?..yah...kurasa mustahil untuknya...habisnya dia bodoh. Dan lagi dari tadi ia juga tertarik pada hal-hal biasa.


Karena merasa dia tak mempunyai maksud buruk aku pun mulai bersikap tenang


''syukurlah kau percaya padaku''


Aku tak percaya ini orang yg ku sukai rupanya raja para elf .


''hah~...aku tertipu,siapa sangka kau adalah makhluk dari benua hitam''kataku sambil menghela nafas


''ahaha maaf sudah menipumu''


''bisa kau berhenti memanggilku begitu?''tanyaku yg langsung membuatnya terdiam


''aku punya nama. Namaku liana de everon, panggil aku lian''kataku sambil mengulurkan tangan ku


''senang berkenalan dengan mu lian. namaku.....''


***


(kembali kesaat ini)


POV Leandro


''namanya?''tanyaku penasaran


''..........mu....''


''mu?...''


''aku mual...'' kata lian yg terlihat akan segera muntah


Eh?..''huwaaa!..lian!?'' ''tunggu jangan muntah disini!''seru lalu membawanya ke kamar mandi


''aku tak kuat lagi...''katanya


''tu..tunggu dulu lian!...''


"HUEEEEK!!!"


''LIAN!!!?''


***


''kepalaku terasa berputar''

__ADS_1


''huh~..kau minum terlalu banyak lian'' kataku sambil membaringkannya di kasur


Huh~..dasar, ini sebabnya aku melarangmu minum kebanyakan.


''istirahat lah sekarang, nanti ku minta pelayan membawakan obat untukmu''kataku lalu berniat pergi namun


*grep '' lean... saat ini putrinya ada bersama mu...apa terjadi sesuatu padanya?''tanya lian yg membuatku tersentak


........'' ya, sayangnya klan elf di bantai sekelompok orang beberapa bulan lalu, dan kata elissa ayahnya mati di depan matanya ''kataku yg sebenarnya tak mau mengatakan hal ini


''........begitu ya...orang baik memang umurnya tak panjang ya'' kata lian dengan nada sedih


''sekarang..aku tak akan pernah bertemu dengannya lagi...ternyata itu adalah saat pertama dan terakhir kami bertemu ....'' ''padahal aku selalu berharap bisa bertemu dengannya lagi suatu hari nanti'' sambung lian dengan air mata yg mulai mengalir perlahan membasahi pipinya


''lian..''


''hiks..pembohong...lagi-lagi ia menipuku...hiks...katanya kita akan bertemu lagi..tapi dia malah pergi begitu saja..hiks..hiks.''


''lian...'' melihat saudariku menangis seperti ini dadak terasa nyeri. Aku pun langsung menariknya ke pelukan ku dan mengusap lembut kepalanya.


Ah~..kenapa nasipmu seperti ini saudariku...dari banyaknya laki-laki di luar sana kenapa harus dia?..


''lean...kumohon...tolong jaga elissa baik-baik. Elissa adalah harga terakhir yg ia miliki. Tolong gantikan dia menjaga elissa ''


'' kalau sampai elissa kenapa-napa, aku tak akan pernah memaafkan mu, camkan itu baik-baik lean'' kata lian sambil melepaskan pelukan ku dan menatapku tajam


.....'' tanpa kau minta pun pasti akan ku lakukan lian. Elissa juga adalah putriku saat ini, tak akan ku biarkan siapapun menyakitinya''balasku


''hmph...baguslah kalau begitu'' katanya lalu perlahan mulai terlelap


Setelah memakaikan lian selimut aku pun keluar dari kamarnya dan berniat kembali ke kamarku untuk istirahat


''Elissa adalah harga terakhir yg ia miliki. Tolong gantikan dia menjaga elissa''


.....dari awal aku sudah merasa harus melindungi elissa baik-baik ,tapi setelah mendengar cerita lian tadi, entah kenapa aku jadi menyadari kalau keputusan ku untuk mengadopsi elissa adalah tanggung jawab yg begitu besar. Aku baru saja menyadari kalau aku sedang mengantikan sosok yg begitu hebat. Entah kenapa ini terasa berat...


Apa aku sanggup menanggung beban ini ?...


''ayah?'' panggil suara yg tak asing di telingga ku


''elissa?''


''elissa sedang apa disini?.kau tidak tidur?''tanyaku sambil menghampirinya dan elissa pun tiba-tiba memelukku dengan begitu erat


???... '' ada apa sayang?. Apa kau mimpi buruk?''tanyaku yg di balas gelengan olehnya


'' papa...muncul di mimpiku''balasnya yg langsung membuatku tersentak


''lalu papa memelukku lembut dan mengusap kepalaku...lalu berkata..sekarang sudah tidak apa-apa ...'' sambungnya yg entah kenapa membuatku gemetar


''setelah itu papa........ukh...hiks..papa......hiks.....''


*grep! ''tak apa sayang...ayah disini...tenang saja''kataku sambil menariknya kepelukan ku dan mengusap kepalanya dan itu langsung membuat tanggisnya pecah begitu saja


''hiks..hiks...papa....papa...''


Ah~...gawat...ini terlalu berat bagiku.....


Bagaimana ini?...


...****************...


...NEXT...

__ADS_1


__ADS_2